Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Wamen PUPR : Rekontruksi 403 Ruko Ricuh Wamena akan Libatkan Pengusaha Lokal

Wamen PUPR : Rekontruksi 403 Ruko Ricuh Wamena akan Libatkan Pengusaha Lokal

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Kam, 5 Des 2019
  • visibility 455
  • comment 0 komentar

Wamena, Topikpapua.com, – Wakil Menteri (Wamen) Pekerkaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jhon Wempi Wetipo mengunjungi Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Kami (5/12/2019).

Dalam kunjungan tersebut, Wetipo mengunjungi Pasar Wouma yang sudah direkontruksi pasca ricuh Wamena pada 23 September lalu. Wamen juga menggelar pertemuan dengan pengusaha lokal.

Ia memastikan prosea rekontruksi 403 unit Ruko yang rusak dan terbakar pasca ricuh wamena akan segera berjalan dengan pelaksanaannya dilakukan oleh pengusaha lokal yang dikoordinir oleh Gapensi.

“Sesuai dengan arahan pak presiden dan menteri, kita harapkan keterlibatan pengusaha putra daerah itu agar mereka dapat manfaat dari apa yang dikerjakan PUPR,” ujar Wetipo.

Menurut dia, skema pengerjaan tersebut telah disepakati dalam pertemuan tersebut dan segera dilaporkan kepada Menteri PUPR.

Wetipo memandang skema yang disepakati tersebut merupakan solusi agar proses rekontruksi cepat dilakukan karena presiden telah menargetkan pengerjaannya rampung pada April 2020.

“Mudah-mudahan mereka (pengusaha asli Papua) bisa bangun dulu nanti diaudit yang hasilnya akan menjadi dasar untuk kita bayarkan. Gapensi akan mendiskusikan hal ini, tapi mereka minta kalau bisa ada SPK sementara untuk menjadi dasar mereka bisa bekerja,” kata dia.

Selain itu, Wetipo mengakui bila Pasar Wouma yang sudah dibangun ulang belum dapat difungsikan, Hal tersebut dikarenakan para pedagang masih belum mau kembali beraktifitas di lokasi teraebut.

“Sesuai janji presiden, pekerjaan Pasar Wouma dikerjakan tuntas dalam 14 hari. Hanya masyarakat belum bisa gunakan karena didepan pasar, ruko-ruko yang terbakar itu belum dibangun atau dirapikan sehingga membuat masyarakat masih trauma,” tutur Wetipo.

Sementara Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Papua Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Cornelis Sagrim, menjelaskan bila rekontruksi sejumlah bangunan di Wamena pasca rusuh 23 September lalu, belum berjalan karena berbagai sebab.

Menurut dia, sebelumnya proses rekontruksi belum tahu dikerjakan oleh siapa karena banyak kerusakan terhadap properti pribadi.

“Setelah ada kunjungan presiden baru dipastikan oleh Kementerian PUPR dan dilakukan pengusaha lokal,” terangnya.

Namun setelah ada kesepakatan dengan Gapensi, kini Kementerian PUPR masih butuh pendataan kontraktor dari Gapensi dan juga petunjuk teknis tentang pelaksanaan proses rekontruksi tersebut.

Meski dari Gapensi masih meminta rencana anggaran biaya (RAB) proyek, namun ia menganggap hal tersebut tidak akan menghalangi berjalannya pekerjaan.

“RAB itu sambil berjalan secara paralel tapi fisiknya sambil berjalan supaya cepat dikerjakan,” kata Sagrim

Sementara Ketua Gapensi Jayawijaya, Fred Hubi menyatakan anggotanya siap menerima kepercayaan yang diberikan pemerintah dalam proses rekontruksi bangunan di Wamena.

Sebagai putra asli Jayawijaya, ia menginginkan dampak kerusuhan si Wamena dapat segera hilang dan bangunan baru segera berdiri.

“Rekrontruksi ini harus cepat selesai supaya wajah Wamena bisa cepat kembali dan kami mengapresiasi pemerintah bahwa anak asli Wamena diberi porsi lebih karena pembangunan 403 ruko ini semuanya diserahkan ke pengusaha asli Papua,” kata dia.

Fred mengakui dari sisi permodalam tidak semua pengusaha lokal memilikinya.

Namun Gapensi telah menggandeng beberapa pihak yang bisa membantu mengatasi masalah tersebut.

“Untuk modal kerja, Gapensi Jayawijaya sudah bekerjasama dengan pengusaha Raja Sibarani dan Koperasi Gapensi, mereka akan membantu kami dari segi pembiayaan yang menyangkut material maupun modal,” tutur dia.

Mengenai batas waktu yang diberikan Preiden Joko Widodo, ia yakin bila hal tersebut bisa dipenuhi.

Menurut dia, yang akan mengerjakan pembangunan 403 unit Ruko bukan hanya pengusaha asli Papua, tetapi juga kontraktor dari daerah lain yang memang tinggal di Jayawijaya.

“Anggota Gapensi Jayawijaya lebih dari 350 kontraktor, kalau satu pengusaha dapat satu Ruko maka satu bulan pekerjaan ini selesai,” Tukas Fred. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kunjungi Sarmi, BTM Serahkan 50 Unit Sepeda Bagi Anak Sekolah   

    Kunjungi Sarmi, BTM Serahkan 50 Unit Sepeda Bagi Anak Sekolah  

    • calendar_month Sen, 27 Jun 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 123
    • 0Komentar

    Sarmi, Topikpapua.com, – Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Rehabilitasi Sosial, Benhur Tomi Mano (BTM) bersama ibu Kristhina L. Mano melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sarmi, Papua, Minggu (26/6/2022). Dalam kunker kali ini BTM menyerahkan 50 unit sepeda bantuan Menteri Sosial, Tri Rismaharini ( Risma) kepada Sinode GKI di Tanah Papua untuk selanjutnya disalurkan bagi penerima […]

  • Rusuh Dogiyai, 4 Orang Masih Hilang

    Rusuh Dogiyai, 4 Orang Masih Hilang

    • calendar_month Ming, 13 Nov 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Sekitar  4 orang warga sipil dikabarkan hilang pasca kerusuhan di Kabupaten Dogiyai, yang dipicu tabrak maut, Sabtu (12/11/2022). Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal membenarkan, empat warga yang dikabarkan hilang itu, tiga diantaranya seorang ibu dan dua orang anaknya. “Informasi yang kami terima ada 4 orang yang hingga kini […]

  • Kasus Pemilu 2024, OJW Divonis 2 Bulan Penjara

    Kasus Pemilu 2024, OJW Divonis 2 Bulan Penjara

    • calendar_month Jum, 26 Apr 2024
    • account_circle topik papua
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jayapura melaksanakan eksekusi putusan Pengadilan Negeri Jayapura dalam kasus Pemilu 2024 dengan terpidana Onhes Jems Youwe. Eksekusi dilakukan berdasarkan putusan PN Jayapura Nomor : 108/ Pid.Sus/ 2024/ PN Jap. Tanggal 18 April 2024 yaitu dengan memasukan terpidana Onhes Jems Youwe kedalam rumah tahanan. Kepala Kejaksaan Negeri Jayapura, Dr.Alex Sinuraya […]

  • Uskup Agung Merauke Minta Polisi Tertibkan Warkop di Areal Patung Hati Kudus Yesus

    Uskup Agung Merauke Minta Polisi Tertibkan Warkop di Areal Patung Hati Kudus Yesus

    • calendar_month Sen, 7 Mar 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 94
    • 1Komentar

    Merauke, Topikpapua.com, – Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, M.Sc angkat suara perihal keberadaan warung kopi (warkop) di areal Patung Hati Kudus Yesus yang terletal di kawasan Bandara Mopah Merauke. Uskup menilai warkop-warkop dadakan itu seharusnya tidak boleh berada disitu. “Patung Hati Kudus Yesus itu diresmikan bagi umat Katolik dan Kristen untuk beribadah, janganlah […]

  • Willem Wandik : Juni 2019 Kabupaten Puncak Bisa Pake Internet 4 G

    Willem Wandik : Juni 2019 Kabupaten Puncak Bisa Pake Internet 4 G

    • calendar_month Sab, 23 Feb 2019
    • account_circle topik papua
    • visibility 858
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Bupati Kabupaten Puncak, Willem Wandik mengaku tak lama lagi masyarakat di kabupaten Puncak dapat menggunakan internet dengan kecepatan 4 G. “ Power nya sudah pasang di Mulia, Puncak Jaya, untuk Illaga tower nya sudah mulai bangun, ada tiga tempat, yang 2 sudah bangun, rencananya awal maret ini sudah selesai, “ Ungkap Bupati […]

  • Pasca Ricuh Wamena, Polda Papua Gelar Trauma Healing di Posko Pengungsian

    Pasca Ricuh Wamena, Polda Papua Gelar Trauma Healing di Posko Pengungsian

    • calendar_month Sen, 30 Sep 2019
    • account_circle topik papua
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Sepekan Pasca kericuhan di kota wamena, Polda papua menurunkan tim Trauma Healing untuk mengobati trauma para pengungsi pasca aksi demo ricuh pada 23 september lalu. Giat Trauma Healing ini di khususkan untuk anak-anak korban ricuh. giat di gelar di Mako Polres Jayawijaya, sein, (30/09/19). Selain anggota polwan polda papua, tim trauma healing […]

expand_less