Pelajar SMKN 3 Jayapura Diwejang Agar Tak Kepincut Narkoba
- account_circle topik papua
- calendar_month Sel, 18 Okt 2022
- visibility 54
- comment 0 komentar

Sosialisasi bahaya narkoba di SMKN 3 Jayapura/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Siswa SMKN 3 Jayapura mendapat penyuluhan bahaya narkoba yang berlangsung di aula SMKN 3 Jayapura, Kotaraja, Selasa (18/10/2022).
Kegiatan yang digagas Korem 172/PWY bersama Polda Papua ini, bertujuan untuk menyiapkan generasi muda yang andal serta memiliki kemampuan mumpuni, serta jauh dari bahaya narkoba.
Komandan Korem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring yang diwakili Kasiren 172/PWY Kolonel Inf Educ Permadi Eko mengatakan, kegiatan penyuluhan ini sebagai bentuk nyata kepedulian TNI dan Polri terhadap generasi muda Papua.
Menurut Educ, melihat perkembangan informasi di era digital ini mebawa kemudahan dalam memperoleh berbagai informasi. Sayangnya, kemudahan itu tentu memberikan dampak positif dan negatif. Salah satu dampak negatif yang timbul adalah pergaulan bebas, baik penyimpangan seksual dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang.
“Siswa adalah usia remaja yang merupakan usia rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Ini dikarenakan usia remaja merupakan masa pencarian jati diri. Penyalahgunaan narkoba saat ini banyak dilakukan oleh pelajar. Oleh karena itu perlu penanganan segera,” katanya.
Alumnus Akmil 1999 itu juga memberikan wejangan kepada pelajar untuk menjauhi narkoba.
“Saya berpesan agar kalian sebagai penerus tongkat kepemimpinan negara ini jangan sampai terjerumus. Jaga diri, jaga keluarga dan jaga lingkungan karena narkoba akan membunuhmu,” pesan Educ.
Sementara itu, Kagabinops Dit Narkoba Polda Papua AKBP Safei AB menyampaikan berbagai info ihwal bahaya narkoba bagi kesehatan dan kehidupan sehari-hari.
Ia juga menjelaskan soal sanksi tegas yang dapat menjerat para siswa melalui undang-undang narkoba dan KUHP, jika terbukti mengonsumsi obat haram tersebut.
“Ancaman penyalahgunaan narkoba sangat rawan baik di Kota dan Kabuoaten Jayapura bahkan hampir di seluruh Papua, karena kita berada di garis perbatasan negara Indonesia dan PNG sehingga agak sulit untuk kita melakukan pemberantasan. Dengan garis perbatasan yang panjang ini, diharapkan bukan hanya tugas Polri dan TNI tetapi juga seluruh stakeholder yang ada untuk ikut memberantasnya,” terang Safei.
Pihaknya pun berharap Dinas Pendidikan dapat bekerjasama dengan Polri dan TNI, serta instansi terkiat agar melaksanakan pemeriksaan secara dini di setiap sekolah, baik pemeriksaan urin maupun memberikan edukasi sehingga secara lambat laun para siswa bisa membangun benteng bagi dirinya sendiri.
“Kita harus menjaga anak-anak kita ini, karena kedepan ada harapan yang harus kita lanjutkan kepada mereka khususnya Indonesia bersinar bersih dari narkotika dan Papua emas 2045 sehingga nanti diharapkan merekalah calon-calon penerus harapan bangsa yang harus kita amankan,” harapnya.
Kepala SMKN 3 Jayapura, Frans Tunggul K. Amarta pu menyambut baik kegiatan tersebut. Dirinya berharap melalui sosialisasi in, dapat mencegah dan melindungi para anak didiknya dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
“Kami dari pihak sekolah sangat berterima kasih, karena dengan adanya kegiatan ini membuka wawasan anak-anak tentang bahaya narkoba. Memang kami di sekolah merasa kesulitan dalam menangani hal ini sehingga butuh adanya dukungan dari pihak-pihak terkait seperti dari TNI dan Polri,” katanya.
Dalam sosialisasi ini juga dilakukan pemeriksaan urin kepada 30 orang siswa yang terpilih secara acak. Dari hasilnya tidak ditemukan adanya siswa yang menggunakan narkotika. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


