7 Tahun di Hunian Sementara, Korban Banjir Bandang Sentani di Temui Gubernur dan Ketua DPR Papua
- account_circle topik papua
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 84
- comment 0 komentar

Sentani, Topikpapua.com, – Gubernur Papua Matius D Fakhiri bersama Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai didampingi Ketua Komisi I DPR Papua, Tan Wie Long dan Ketua Komisi IV DPR Papa, Jhoni Y Betaubun bersama sejumlah anggota dewan dan Bupati Jayapura Yunus Wonda menemui langsung warga korban banjir bandang di Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (29/4/2026).
Gubernur Fakhiri bersama Ketua DPR Papua Denny Bonai dan Bupati Jayapura, Yunus Wonda mendengar langsung keluhan warga yang sudah 7 tahun tidak mendapatkan kepastian dan tinggal di rumah sementara.
Juru Bicara Korban Banjir Bandang Sentani, Pdt Evelin Ugadje mengatakan selama mengalami musibah banjir bandang di tahun 2019, namun baru tahun 2022-2023, para korban banjir bandang ditempatkan di Perumahan Cinta Kasih Tzu Chi yang sifatnya sementara.

“Kami terus menantikan apa yang menjadi janji Pemda Jayapura. Ketika kami ditempatkan di rumah yang sifatnya sementara waktu, namun kini rumah-rumah yang ditempati sementara warga korban banjir bandang itu, kini sudah banyak mengalami kerusakan,” katanya.
“Kami terus menunggu kapan kami diberi rumah yang layak huni. Karena itu, kami sampaikan kepada bapak Gubernur Provinsi Papua bahwa kami sudah 7 tahun tinggal di perumahan sementara ini,” sambungnya.
Hanya saja, lanjut Pdt Evelin, rumah sementara yang ditempati para korban banjir bandang Sentani ini, tidak memiliki legalitas yang jelas.
“Kami bertanya akan kemana kami ketika akan diusir keluar dari tanah ini? Karena tanah tidak besertifikat dan tidak ada legalitasnya bagi kami,” ujarnya.

Untuk itu, warga korban banjir bandang Sentani, Kabupaten Jayapura telah menyampaikan nasib mereka ke DPR Papua.
“Aspirasi itu langsung ditindaklanjuti Komisi I DPR Papua dan langsung datang ke perumahan sementara ini,” ujarnya.
Untuk itu, Harapnya, warga korban banjir bandang Sentani, Kabupaten Jayapura berharap kepada Gubernur Papua untuk dibangunkan rumah yang layak huni dan dibangun diatas tanah yang sudah diberikan untuk dibangun rumah layak huni.
“Kami minta bapak gubernur, bapak bupati juga agar rumah kami dibangun layak huni dengan legalitas yang jelas, agar kami hidup bersama keluarga kami dengan tenang,” imbuhnya.
Ondofolo Ifale Jhoni Suebu mengakui telah menyampaikan keluhan warga korban banjir bandang Sentani yang mengakibatkan puluhan warga meninggal dan ratusan warga kehilangan tempat tinggal itu kepada Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Jayapura, saat itu.
“Aspirasi itu langsung ditindaklanjuti oleh Presiden. Presiden katakan di dalam waktu dekat akan dijawab semua. Akhirnya, jawaban itu yang turun rumah, sementara itu bupati perintahkan ketemu ondo untuk tempat perumahan sementara,” katanya.
Namun, ujar Ondo Jhoni Suebu, hingga saat ini, warga korban banjir bandang Sentani hanya menempati rumah sementara saja, sedangkan rumah layak huni hingga 7 tahun ini belum terealisasi.
Ia pun mengapresiasi dan menyampaina terimakasih kepada gubernur bersama DPR Papua yang datang dan mendengar langsung aspirasi warga korban bandang Sentani ini.
Menanggapi aspirasi itu, Gubernur Papua Matius D Fakhiri mewakili pemerintah menyampaikan permohonan maaf jika warga korban banjir bandang Sentani, selama 7 tahun hidup di rumah sementara ini.
“Kita tidak usah lagi lihat yang di belakang, itu sudah lewat. Sekarang mari kita pikirkan solusi nya, biarlah yang janji tinggal janji sampai kami menjadi gubernur dan bupati. Sekarang kami hadir sebagai pemimpin untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat ini,” katanya.
Hanya saja, ujar Gubernur Fakhiri, hal itu disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan saat ini.

“Kalau di zaman sebelum kami itu uangnya banyak. Kalau kami sekarang perlu mengelola dengan baik, tetapi kami pemerintah bukan harus menyerah, ada cara-cara kami untuk membantu warganya,” tandasnya.
Apalagi, lanjut Gubernur Fakhiri, hal ini didukung juga oleh DPR Papua untuk mencari solusi atas aspirasi warga korban banjir bandang Sentani ini.
“Saya yakin DPR Papua juga punya hati sama dengan gubernur dan bupati. Jadi, kami tidak banyak bicara, mungkin kami orang yang Tuhan pakai untuk menyelesaikan persoalan masyarakat, sehingga kami minta doa dan dukungan dari warga untuk tetap sehat agar terus bekerja melayani masyarakat yang ada di Jayapura dan seluruh kabupaten/kota di Papua,” ujarnya.
“Terimakasih atas kesabarannya selama bertahun-tahun. Mudah-mudahan hari ini bisa ada nafas baru sebagaimana di zaman dulu seperti air turun dari Cykloop itu jernih. Insyaallah ke depan kami akan bangun di tempat yang ditunjuk oleh Ondo,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai menambahkan jika pihaknya datang melihat langsung kondisi 300 warga korban banjir bandang Sentani yang terjadi pada tahun 2019.
“Kami datang langsung menemui warga korban banjir bandang yang sempat mendapatkan rumah bantuan pada saat itu. Janji dari pemerintah, rumah bantuan 6 bulan, namun sampai sekarang belum jadi rumah permanen,” katanya.
Denny Bonai mengapresiasi kehadiran langsung Gubernur Papua dan Bupati Jayapura yang mendengar langsung aspirasi warga korban banjir bandang ini.
“Bapak Gubernur tadi mengatakan bahwa siap memberikan tanah milik Pemprov Papua dihibahkan untuk dibangun rumah layak huni kepada masyarakat korban banjir bandang,” ujarnya.
Yang jelas, imbuh Denny Bonai, prinsipnya DPR Papua akan menyetujui dan memberikan dukungan kepada Pemprov Papua untuk kepentingan rakyat ini.
“DPR Papua siap memberikan dukungan untuk menyelesaikan masalah ini, makanya kami datang lengkap Komisi I dan Komisi IV menemui warga korban banjir bandang Sentani ini,” tutupnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




