Uskup Agung Merauke Minta Polisi Tertibkan Warkop di Areal Patung Hati Kudus Yesus
- account_circle topik papua
- calendar_month Sen, 7 Mar 2022
- visibility 61
- comment 1 komentar

Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi/foto ist
Merauke, Topikpapua.com, – Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, M.Sc angkat suara perihal keberadaan warung kopi (warkop) di areal Patung Hati Kudus Yesus yang terletal di kawasan Bandara Mopah Merauke.
Uskup menilai warkop-warkop dadakan itu seharusnya tidak boleh berada disitu.
“Patung Hati Kudus Yesus itu diresmikan bagi umat Katolik dan Kristen untuk beribadah, janganlah mengganggu orang yang ingin beribadah dengan khusyuk disana” katanya Senin (6/3/2022).
Uskup Petrus menegaskan, keberadaan warkop yang beroperasi hanya pada malam hari ini juga perlu diperhatikan pihak kepolisian karena dapat menimbulkan gangguan kamtibmas.
“Kehadiran warung-warung ini harus jadi perhatian dari polisi yang menjaga keamanan. Ya patroli dari polisi harus dilakukan. Ini bahaya kalau dibiarkan dan saya nanti coba telpon kapolres,” bebernya.
Dia menyebut sudah sangat keterlaluan jika polisi membiarkan orang-orang minum minuman keras (miras) dan ada warung remang-remang lokasi tersebut.
“Karena itu adalah tempat yang kudus,” tandasnya.
Uskup Petrus juga mempertanyakan tugas dan tanggujawab pihak kepolisian yang bertugas di Merauke apabila membiarkan keberadaan warung-warung tersebut.
“Kalau polisi membiarkan itu, berarti polisi tidak bertanggungjawab,”ucapnya.
Selanjutnga Uskup Petrus dengan tegas juga meminta kepada seluruh umat Katolik yang berada di wilayah Keuskupan Agung Merauke untuk tidak melakukan kegiatan yang melanggar moral di sekitaran Patung Hati Kudus Yesus.
“Itu adalah tempat yang kudus, tempat untuk seluruh umat kristiani berdoa dan merefleksikan diri, jangan nodai tempat itu dengan kegiatan-kegiatan yang melanggar moral. Stop! Kalau ada orang Katolik yang ikut berkegiatan di warung-warung itu berarti mereka adalah orang Katolik yang munafik,” pungkasnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


