Pemda Lambat Cairkan Dana, Pilkada di Kabupaten Ini Terancam Molor
- account_circle topik papua
- calendar_month Sel, 7 Jul 2020
- visibility 379
- comment 0 komentar

Sekretaris KPU Papua, Ryllo Ashuri Panay/Tj
Jayapura , Topikpapua. com – Pilkada di Kabupaten Waropen terancam molor, lantaran lambatnya transfer dana hibah dari Pemda setempat.
Hingga memasuki tahap II pencairan, KPUD Kabupaten Waropen diketahui baru mendapat transfer dana sebesar Rp6 miliar dari total NPHD Rp30 milar.
“Yang dicarikan Pemda Waropen baru tahap pertama sebesar Rp6 miliar atau 20 persen dari total NPHD,” kata Ryllo yang ditemui diruang kerjanya, Senin (06/07/2020)
Ryllo menjelakan, Permendagri Nomor 54 tahun 2019, pencairan dana hibah dilakukan dalam tiga tahap, yakni tahap pertama 40 persen, tahap II 50 persen dan tahapn III 10 persen.
Kata Ryllo, lambatnya pencarian dana tersebut, berpotensi besar mengganggu tahapan pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Waropen, apalagi ada calon independent.
“Ya konswensinya bisa molor, KPU tidak bisa melaksanakan tahapan kalau tidak ada dana,” tandasnya menambahkan
ada konsekwensi hukum jika dana tersebut mandek dalam pencariannya.
“Mendagri sudah tegaskan, KPU hanya sebagai penyelenggara, sehingga kuncinya ini ada di Pemda, kalau pemda transfer dana hibah ini, maka KPU tidak bisa melaksanakan tahapan,” jelasnya.
Ryllo menambahkan berkaitan dengan Pandemik Covid-19, KPU juga melakukan rekstrukturisasi anggaran dan review dari Inspektorat yang berdampak pada penambahan TPS pada Pilkada 2020. Dari sebelumnya jumlah pemilih 800 per TPS menjadi 500 per TPS .
“Ini juga berpengaruh pada anggaran sebab pastinya ada penambahan TPS dan pemambahan untuk honorarium penyelenggara,” jelasnya.
Hal ini juga yang selajutnya oleh KPUD Waropen mengajukan tambahan dana sebesar Rp15 Miliar kepada pemerintah daerah setempat.
“Ada pengajuan anggaran lagi, tapi info yang saya dengar Pemda hanya menyetujui total keseluruhan Rp40 miliar saja,” jelasnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




