Bahas Kasus Mutilasi di Mimika, Komnas HAM Papua Sambangi Kodam Cenderawasih
- account_circle topik papua
- calendar_month Kam, 1 Sep 2022
- visibility 117
- comment 0 komentar

Tampak Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha dan Ketus Komnas HAM Papua Frits Ramandey dalam audiensi bahas dugaan keterlibatan oknum prajurit TNI dalam kasus mutilasi di Timika/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVII/Cenderawasih Brigjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha menerima audiensi dari Komnas HAM Papua, guna membahas transparasi dan keterbukaan ihwal kasus penyelidikan terhadap 6 oknum TNI AD dari Kesatuan Brigif 20/IJK/3 Kostrad yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap 4 warga sipil asal Kabupaten Nduga pada 22 Agustus 2022 di SP 1, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika.
Audiens ini berlangsung di Makodam XVII/Cenderawasih, Kamis (1/9/2022) sekira pukul 15.00 WIT.
Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Kav Letkol Kav Herman Taryaman menyebut pertemuan tersebut dihadiri Ketua Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits B. Ramandey serta sejumlah anggota tim dari Komnas HAM.
“Pak Frits Ramandey mengatakan maksud dan tujuannya berkunjung ke Makodam XVII/Cenderawasih yaitu dalam rangka ingin mengetahui dan meminta keterangan, serta bagaimana penanganannya terkait kejadian pembunuhan 4 warga sipil di wilayah Kabupaten Mimika yang diduga melibatkan Prajurit TNI,” kata Herman.
“Mereka juga sekaligus meminta akses untuk melakukan investigasi di lokasi kejadian di Mimika,” imbuh Herman.
Sementara itu, Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Komnas HAM wilayah Papua yang berkunjung ke Makodam XVII/Cenderawasih.
“Saat ini pihak TNI dalam hal ini Kodam XVII/Cenderawasih masih terus melakukan investigasi dan pengusutan. Apabila terbukti ada keterlibatan TNI, maka akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ucap Herman mengutip keterangan Kasdam.
Menurut Herman, Kasdam sudah menjelaskan bahwa saat ini Pomdam XVII/Cenderawasih telah mengirim personel ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan dan investigasi.
“Bahkan Bapak Pangdam XVII/Cenderawasih meminta untuk diproses hukum dan melakukan pendampingan sampai hasilnya jelas,” katanya.
Pihak Kodam XVII/Cenderawasih mengapresiasi Komnas HAM yang akan turun langsung ke lokasi kejadian di Mimika, karena akan memperjelas kejadian sebenarnya.
“Kami juga bekerjasama dengan pihak Kepolisian dalam pengusutan kasus ini, agar lebih terbuka dan transparan. Jangan ragu-ragu, kami pasti membantu Komnas HAM”.
“Saya berharap kejadian ini tidak dibawa mengarah kepada SARA. Terlebih jangan meragukan komitmen TNI, bahkan silakan apabila Komnas HAM mendampingi para tersangka jika nanti memang ada keterlibatan Prajurit TNI,” tutupnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




