Optimalisasi Kinerja, Gubernur MDF Usulkan Sebagian ASN Pemprov Papua Dialihkan ke Kementerian Imigrasi
- account_circle topik papua
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 82
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jakarta, Topikpapua com, – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri (MDF) mengusulkan kolaborasi strategis dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, salah satunya melalui pengalihan aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Papua ke lingkungan Kementerian Imigrasi. Usulan tersebut disampaikan saat bertemu Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, di Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Menurut MDF, langkah tersebut menjadi solusi untuk mengoptimalkan sumber daya aparatur di Papua sekaligus memperkuat pelayanan keimigrasian di wilayah timur Indonesia.
“Tentunya hari ini kami berterima kasih bisa sampai ke Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Salah satu yang kami sampaikan adalah tingginya jumlah pegawai di Provinsi Papua. Kami mendorong agar sebagian ASN kita bisa digeser menjadi ASN Kementerian Imigrasi,” kata MDF.

Selain persoalan ASN, Gubernur MDF juga mendorong sinergi untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengembangan perdagangan lintas batas dengan negara-negara Pasifik, terutama Papua Nugini (PNG).
Ia menilai potensi ekonomi Papua akan semakin besar apabila produk-produk lokal tidak hanya dipasarkan di dalam daerah, tetapi juga mampu menembus pasar internasional.
Karena itu membutuhkan kerja sama yang erat dengan Direktorat Jenderal Imigrasi, termasuk penguatan pos lintas batas agar arus perdagangan dan mobilitas masyarakat semakin baik.
“Kalau kita jual di Provinsi Papua saja, itu sudah bisa meningkatkan PAD. Lebih bagus lagi kalau kita bisa mengembangkan sampai ke kawasan Pasifik, termasuk PNG,” ujarnya.
MDF menyampaikan, Menteri Agus Andrianto menyambut baik seluruh usulan tersebut dan menyatakan kesiapan kementeriannya untuk mendukung berbagai program strategis Pemerintah Provinsi Papua.

Tak hanya itu, pembahasan juga mencakup pemanfaatan warga binaan pemasyarakatan dalam mendukung program pertanian dan perkebunan yang tengah digencarkan Pemprov Papua.
“Daripada hanya menunggu masa bebas, mereka bisa dilibatkan dalam kegiatan produktif seperti brigade pangan. Ini menjadi bekal keterampilan ketika mereka kembali ke masyarakat,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Menteri Agus Andrianto terhadap peningkatan peran putra-putri asli Papua di lingkungan Kementerian Imigrasi, termasuk peluang menduduki jabatan strategis seperti kepala kantor wilayah di masa mendatang.
Menurut MDF, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat representasi Orang Asli Papua dalam birokrasi nasional. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua





Saat ini belum ada komentar