KKB Bakar Pesawat AMA di Balingga Yahukimo, Pilot Asing Diduga Tewas Ditembak
- account_circle topik papua
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 132
- comment 0 komentar
- print Cetak

Yahukimo, Topikpapua.com, – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Diduga kuat melakukan pembakaran sebuah pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA) dengan registrasi PK-RCY di Bandara Perintis Balingga, Kabupaten Yahukimo, Kamis (2/7/2026).
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo mengaku pihaknya mendapat informasi adanya pembakaran pesawat perintis tersebut dari sebuah rekaman vidio berdurasi 25 detik yang menunjukkan bangkai pesawat terbakar di landasan parkir lapter Balingga.
” Video tersebut diketahui direkam oleh pilot dari maskapai lain yang sedang melintas di atas lokasi kejadian. Setelah menerima informasi tersebut, Satgas Ops Damai Cartenz segera melakukan investigasi awal serta berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk memastikan kebenaran peristiwa tersebut,” ungkap Kombes Yusuf, Kamis sore.
Dirinya mengaku sejak menerima informasi dan video yang beredar, pihaknya langsung melakukan investigasi awal serta berkoordinasi dengan pihak maskapai,” Namun hingga saat ini kami belum dapat memastikan informasi mengenai korban karena tim masih menunggu pengecekan langsung di lokasi. Besok tim akan diberangkatkan menuju lokasi kejadian, sementara personel digeser secara bertahap,” tambahnya.
Menurut Kombes Yusuf, Berdasarkan hasil koordinasi sementara, pesawat PK-RCY diketahui melayani rute penerbangan Wamena–Balingga–Wamena menggunakan pesawat jenis Pilatus. Sesuai data manifest dari pihak maskapai, pesawat tersebut dipiloti oleh Nicholas F. Goselin, warga negara Amerika Serikat, dan membawa tujuh orang penumpang.
“Hasil konfirmasi sementara membenarkan bahwa insiden kebakaran pesawat memang terjadi. Namun hingga saat ini, informasi mengenai kondisi pilot maupun para penumpang masih menunggu hasil pengecekan langsung di lokasi” jelas Kasatgas Humas.

Menurut Kombes Yusuf, dugaan sementara adanya keterlibatan KKB dalam peristiwa tersebut, namun dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui olah tempat kejadian perkara (TKP), pengumpulan alat bukti, dan pemeriksaan saksi sehingga belum dapat disimpulkan secara pasti.
“Proses penanganan di lapangan turut menghadapi kendala kondisi geografis. Belum adanya akses jalur darat sehingga hanya dapat dijangkau menggunakan penerbangan perintis. Selain itu, bandara yang berada pada ketinggian sekitar 2.292 meter di atas permukaan laut menjadi hambatan petugas untuk tiba di lokasi dengan mempertimbangkan kondisi cuaca,” bener Yusuf.
Dijelaskan Kombes Yusuf, saat ini pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan pihak maskapai, pemerintah daerah, serta unsur terkait di lapangan,” Fokus utama kami saat ini adalah memastikan kondisi seluruh korban, mengamankan lokasi kejadian, serta mengungkap pelaku di balik peristiwa tersebut melalui proses penyelidikan yang profesional dan terukur,” ujar Yusuf.
Dirinya juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan kepercayaan kepada aparat yang saat ini masih melakukan penyelidikan dan pengamanan di lokasi.
” Terkait kondisi pilot dan 7 penumpang sampai saat ini belum bisa kami pastikan, karena tim belum sampai di lokasi, rencananya bilang cuaca memungkinkan besok (Jumat) akan ada tim yang dikerahkan menuju TKP,” tutup Kombes Yusuf. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua





Saat ini belum ada komentar