Warga Kampung China Abepura Temukan Bom Mortir
- account_circle topik papua
- calendar_month Sen, 4 Jul 2022
- visibility 88
- comment 0 komentar

Tim Gegana Brimob Polda Papua saat evakuasi temuan bom mortir di Kampung China Abepura/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Warga Kampung China, Abepura, Kota Jayapura, Papua, digemparkan dengan ditemukannya sebuah bom mortir seberat 0,05 kilogram.
Bom mortir dengan panjang 37 cm dan lebar 6 inch itu, diduga peninggalan Perang Dunia II. Bom mortir pertama kali ditemukan seorang warga, Agustinus (34) di seputaran Kampung China Abepura, Selasa (4/7/2022) siang.
Kapolsek Abepura AKP Lintong Simanjuntak, membenarkan penemuan bom mortir usai laporan warga ke Mapolsek Abepura.
Ia menjelaskan, kronologi penemuan bom mortir sekitar puku 12. 00 WIT. Saat itu, kata Lintong, Agustinus sedang membersihkan parit di belakang rumah warga, Jhon Fere. Kemudian Agustinus menemukan bom mortir di atas parit.
“Atas temuan itu, saksi (Agustinus) kemudian melaporkan ke Polsek Abepura. Anggota langsung mengecek lokasi dan melakukan sterilisasi di TKP, agar masyarakat tidak mendekati, kemudian menghubungi pihak Gegana Sat Brimob Polda Papua untuk menanganinya lebih lanjut,” terang Lintong.
Tak lama kemudian, Tim Gegana Polda Papua yang dipimpin Waka Subden Jibom Polda Papua, Ipda Syahrul Mubarak tiba di TKP, dan melakukan USO atau penanganan bahan peledak peninggalan perang dunia.
“Dan dari hasil USO diketahui bom tersebut merupakan jenis mortir berat 0,05 kg dan panjang 37 cm serta lebar 6 Ilinchi. Tim kemudian mengamankan bom ke Mako Sat Brimob Polda Papua guna pemeriksaan lebih lanjut,” beber Lintong.
Dari hasil penanganan Tim Gegana Polda Papua bahwa bom mortir tersebut merupakan peninggalan Perang Dunia, dan dari USO yang dilaksanakan diketahui bahwa berat bom tidak sesuai dari berat aslinya sehingga dimungkinkan isi dari bom telah dikeluarkan.
“Kami menghimbau masyarakat Kota Jayapura, khususnya di Distrik Abepura, apabila menemukan bom jenis apapun agar langsung melaporkan kepada pihak kepolisian guna ditindak lanjuti sehingga tidak menimbulkan efek yang lebih berbahaya akibat dari salah penanganan bahan peledak,” pesan Lintong. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


