28 Orang Diamankan dalam Operasi Pengamanan Yahukimo, Berikut Daftar Kejahatannya
- account_circle topik papua
- calendar_month Sab, 21 Feb 2026
- visibility 938
- comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, – Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) 2026 serius dalam menangani aksi kekerasan yang kerap terjadi di Kabupaten Yahukimo. Dalam 11 hari (10-21 Februari 2026) Satgas ODC berhasil mengamankan 28 orang, Dari jumlah tersebut sembilan orang diantaranya telah ditetapkan sebagai tersangka.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo menjelaskan bahwa penindakan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil patroli dan identifikasi lapangan.
“Setelah melalui proses penyelidikan, mitigasi, dan investigasi di lapangan, dari total 28 orang yang kita amankan, Sembilan orang diantaranya telah kita tetapkan sebagai tersangka,” ungkap Kombes Yusuf, Sabtu (21/2/2026)
Kombes Yusuf membeberkan peran ke-sembilan tersangka yang diamankan, yakni Atius Sobolim dan Elipianus Esema, tersangka atas dugaan terlibat dalam kasus pembakaran Ruko Blok B di Distrik Dekai pada 14 Februari 2026.
Ferry Alimdam, Elix Malyo, dan Olan Nalya, terlibat dalam pembakaran SMP Metanoya pada 7 Januari 2026.
Selain itu, penyidik juga mengungkap keterlibatan Homi Heluka alias Serius Kobak dalam beberapa kasus seperti penembakan anggota Brimob tahun 2022, pembakaran mobil Satbinmas tahun 2025, pembunuhan pendulang emas pada 7 April 2025, penembakan anggota Kodim 1715 pada 16 Juni 2025, pembunuhan Daniel Datti dan pengrusakan SMA Yapesli pada 2 Februari 2026, serta penembakan terhadap sopir bernama Suwono pada 12 Februari 2026.
Berikut, Simak Kipka alias Aibon Kipka tersangka atas dugaan pembakaran mobil Triton milik Kepala Desa Yalmabil pada 18 Februari 2026. Kotor Payage alias Kotoran Giban tersangka atas dugaan terlibat dalam percobaan pembunuhan dan penembakan terhadap Suwono pada tanggal 12 Februari 2026.
Enage Hiluka diduga terlibat dalam penikaman terhadap penjual pinang Ester Karbeka pada 17 Februari 2026 yang sempat viral karena rekaman CCTV, serta pembunuhan Indra Guru Wardana pada 22 September 2025.
“Untuk yang lainnya masih kita dalami keterlibatannya, apakah terkait dengan kejadian yang telah disebutkan atau ada tindak pidana lain yang belum sempat kita data,” ujar Kasatgas Humas.
Kombes Yusuf mengaku 28 orang yang diamankan dari 6 lokasi berbeda dan dari proses tersebut, Aparat juga berhasil mengamankan barang bukti berupa parang, tombak, panah, bendera berlambang bintang kejora, serta telepon genggam.
“Untuk senjata api sementara belum kita temukan. Seluruh terduga saat ini diamankan di Polres Yahukimo dan dijaga ketat oleh personel Satgas Damai Cartenz serta Polres Yahukimo, dibackup oleh Brimob dari Sat Brimob Polda Papua,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menyampaikan bahwa peningkatan aktivitas kelompok bersenjata di wilayah Yahukimo tidak terlepas dari kaburnya Kopitua Heluka dari Lapas Wamena pada 25 Februari 2025.
“Pasca kaburnya salah satu pentolan KKB tersebut, mereka kembali berkoordinasi dan merencanakan aksi yang mengakibatkan hilangnya nyawa, perusakan, pembakaran, dan penganiayaan. Itu menjadi pemicu kembali maraknya kejadian di Yahukimo,” ungkap Brigjen Faizal.
Menurut nya, eskalasi yang meningkat di Yahukimo memaksa Satgas ODC menambah pasukan dan juga mendapat perbantuan dari Sat Brimob Polda Papua serta bekerja sama dengan Polres Yahukimo untuk melakukan pemetaan dan profiling wilayah, termasuk waktu dan jam rawan, serta meningkatkan giat patroli.
” Kami menegaskan komitmen kami untuk terus meningkatkan keamanan di Kabupaten Yahukimo melalui patroli intensif dan penegakan hukum yang terukur guna menjaga stabilitas wilayah dan melindungi masyarakat,” tutup Brigjen Faizal. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




