Kelompok Sabius Waker Tembak Mati Seorang Guru di Puncak Papua
- account_circle topik papua
- calendar_month Kam, 8 Apr 2021
- visibility 3.895
- comment 1 komentar

Guru Korban tembak KKB saat di evakuasi / ist
Mulia, Topikpapua.com, – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Sabinus Waker yang basisnya berada di Kabupaten Intan Jaya kembali berulah, namun kali ini mereka melakukan aksinya di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (08/04/21).
Aksi anarkis Kelompok Sabius Waker ini menyebabkan seorang guru bernama Oktovianus Rayo (42 tahun) tewas akibat dua luka tembakan.
“Tadi Pagi sekitar 09.30 wit ada kejadian penembakan di Beoga, Puncak, yang dilakukan terhadap seorang guru yang sedang menjaga kios di rumah. Korban meninggal dunia,” ujar Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri, di Jayapura, Kamis.
Baca Juga : KKB Sandera Pesawat Susi Air di Kabupaten Puncak Papua
Korban, terang Fakhiri, ditembak sebanyak dua kali oleh KKB yang tiba-tiba masuk ke dalam kiosnya.
Tembakan yang dikeluarkan KKB dengan senjata laras pendek mengenai rusuk kanan korban dan menyebabkan luka lubang tidak tembus.
Saat kejadian ada tiga orang tetangga korban yang mendengar suara tembakan dan langsung melarikan diri.
Baca Juga : Dua BTS Palapa Timur Kabupaten Puncak Dibakar KKB
“Semua sudah ditemukan oleh masyarakat dalam keadaan selamat,” kata Fakhiri.
Pelaku penembakan diyakini berasal dari KKB pimpinan Sabinus Waker yang saat ini tengah dalam perjalan dari Intan Jaya menuju Puncak.
“Sabinus Waker tengah menuju Ilaga atas undangan Lekagak Telenggen, kita mendapat informasi bahwa dalam perjalanan menuju Ilaga ini dia melakukan penembakan,” kata dia.
Baca Juga : ‘Petrus’ Kembali Beraksi.., Pelajar SMA di Puncak Papua Tewas Tertembak
Fakhiri pun menyayangkan tindakan kekerasan KKB kali ini membuat seorang guru menjadi korban, Menurut dia, saat ini sudah sulit mencari guru yang mau mengajar di wilayah pedalaman.
“Guru ini kan mendidik sumber daya manusia Papua, begitu teganya kelompok ini bisa melakukan penembakan terhadap guru yang harusnya kita lindungi. Guru dan tenaga medis kita harapkan tidak boleh menerima kekerasan oleh siapapun, sehingga saya selaku Kapolda mengutuk keras kejadian ini,” Pungkas Kapolda Fakhiri. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




