Danrem JO Minta Efendi Simbolon Minta Maaf, Jika Tidak Mundur
- account_circle topik papua
- calendar_month Rab, 14 Sep 2022
- visibility 62
- comment 0 komentar

Danrem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O Sembiring mengecam keras pernyataan Anggota DPR RI, Effendi Simbolon, yang melecehkan institusinya (TNI). Dimana dalam pernyataan kontroversialnnya itu, Efendi Simbolon menyamakan TNI seperti gerombolan, bahkan melebihi ormas terus.
Sembiring menyebut pernyataan politisi Partai PDI- P itu hanya mencari sensasi untuk sebuah popularitas murahan.
“Pernyataannya yang menyatakan TNI seperti gerombolan, lebih-lebih dari ormas sangat menyakiti hati saya dan prajurit saya. Saya meyakini hati kecil setiap prajurit TNI kecewa dengan pernyataan Effendi Simbolon tersebut,” katanya di Jayapura, Rabu (14/9/2022)..
Mantan Dandim Puncak Jaya ini pun mengklaim Anggota Komisi I DPR RI itu sedang berupaya mengadu domba pimpinan TNI untuk memecah belah.
“Saya tegaskan prajurit saya tetap satu komando. Atasan kami bukan EF (Effendi Simbolon) tapi bapak Pangdam, Kasad, Panglima TNI dan Presiden,” tegasnya.
Sembiring mengingatkan bahwa tidak ada jabatan yang abadi di duni ini, sehingga ketika seseorang dipercayakan mengemban sebuah jabatan. Maka orang tersebut harus tahu diri.
“Karena jabatan ini tidak abadi, tetapi ada masanya. Karena itu moncong harus dijaga, jangan membuat kegaduhan Nasional,” ucapnya.
Pernyataan Efendi Simbolon secara langsung telah menimbulkam kegaduhan di republik ini. Seharusnya sebagai seorang intelektual, sambung Sembiring, Efendi Simbolon bisa membedakan apa yang dimaksud gerombolan dan TNI.
“Yang dimaksud gerombolan itu adalah sekumpulan orang-orang pengacau, sedangkan TNI adalah benteng pertahanan negara,” jelasnya.
Danrem Sembiring juga meminta Efendi Simbolon untuk mundur dari jabatannya sebagai wakil rakyat di DPR RI.
“Jika tidak bisa menjadi cerminan bagi masyarakat maka mundur saja, kami lebih hormat kepada Ketua DPRD Lumajang H. Anang Akhmad Saifuddin yang berani mengundurkan diri dari jabatannya, hanya karena salah melafalkan pancasila, walaupun itu menurut kami hanya ketidaksengajaan,” pintanya.
“Tetapi kami menaruh hormat kepada beliau yang gentle mengakui kesalahannya. Sekali lagi kalau dia tidak meminta maaf kepada prajurit TNI, maka lebih baik mengundurkan diri saja,”imbuhnya.
Danrem Sembiring pun mengutip ungkapan Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman kepada penjajah Belanda.
“Saya akan peringatkan Belanda, kalau mereka menyakiti Soekarno, maka bagi mereka tidak akan pernah ada kata ampun!,”tandasnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


