14 Ton Bantuan Kemensos dan TNI Tiba di Distrik Sinak
- account_circle topik papua
- calendar_month Rab, 26 Jul 2023
- visibility 116
- comment 0 komentar

14 Ton Bantuan Kemensos dan TNI yang tiba di Distrik Sinak/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Bantuan Kementerian Sosial (Kemensos) RI dan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono untuk warga terdampak kekeringan di Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi, Kabupaten Puncak Papua Tengah telah sampai di Timika, Kabupaten Mimika pada Senin (24/7/2023). Bantuan logistik sebanyak 14 ton diterbangkan dari gudang logistik di Jakarta dan Jayapura.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, mengatakan bahwa hari ini, Rabu (26/07/2023) bantuan tersebut telah diangkut menggunakan Helikopter Caracal milik TNI AU dan dua pesawat jenis caravan dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Distrik Sinak.
“Bantuan tersebut sudah berupaya dikirimkan melalui Distrik Sinak sejak Senin, namun bantuan tersebut tidak bisa diterbangkan lantaran terkendala cuaca,” ucap Kabid Humas.
Kabid Humas mengatakan distrik terdampak yaitu Distrik Agandugume memiliki lapangan terbang. Namun bantuan tidak bisa diterbangkan melalui distrik tersebut karena sedang ditutup lantaran dalam perbaikan dan pertimbangan situasi keamanan.
“Karena alasan tersebut, alternatif paling mungkin adalah mengirimkan bantuan melalui lapangan terbang Sinak, karena masyarakat dari Distrik Agandugume dan Lambewi sebagian sudah berada di Sinak dan yang lainnya juga sedang bergeser dari kampung” ungkap Kabid Humas.
Adapun jenis bantuan yang dikirimkan Kemensos adalah makanan siap saji 4.000 paket, makanan anak 4.000 paket, lauk pauk siap saji 2.000 paket, tenda gulung 500 lembar, sarden 25 dus, kornet 32 dus, sosis 83 dus, abon sapi 15 dus, biskuit 18 dus.
Selanjutnya, pakaian anak (TK, SD dan SMP) 3.000 stel, pakaian dewasa 4.000 stel, celana dewasa 4.000 lembar, dan selimut 4.000 lembar.
Sebelumnya, pada Senin (24/07/2023) telah dilakukan pertemuan antara TNI-Polri dan pemerintah setempat dengan masyarakat dari Distrik Agandugume dan Lambewi terkait bencana kekeringan dan meminta agar dioperasikan kembali bandara Agandugume.
Diketahui bencana kelaparan di Kabupaten Puncak akibat kemarau panjang dan embun es ini terjadi sejak Mei 2023 lalu. Bencana itu melanda dua distrik.
Bupati Puncak, Willem Wandik mengaku sedikitnya 7000 warga yang tersebar di 24 kampung terkena dampak dari bencana tersebut.
“Ada sekitar 7.000 yang terdampak, 3.000 warga di Distrik Agandugume dan 4.000 warga distrik Lambewi,”katanya Kamis (20/7/2023) lalu.
Menurut Wandik, Pemkab Puncak telah menetapkan status tanggap darurat melalui SK Bupati Nomor.300.2/28/tahun 2023, terhitung sejak 7 Juni- 7 Agustus 2023.
“Bencana kekeringan yang terjadi merupakan siklus tahunan yang biasanya berlangsung dari Mei hingga Agustus sebagai dampak dari cuaca ektrem dingin dan tidak turun hujan, mengakibatkan tanaman menjadi rusak, busuk, ketika penduduk setempat makan menyebabkan sakit perut dan diare,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Puncak sejak Mei lalu telah mendistribusikan 6 ton bahan makanan (bama) untuk korban bencana kekeringan di dua distrik tersebut. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




