Hari Ini Penyidik KPK dan Dokter IDI Direncanakan Periksa Lukas Enembe, Ini Penjelasan THAGP
- account_circle topik papua
- calendar_month Kam, 3 Nov 2022
- visibility 166
- comment 0 komentar

Tampak Gubernur Papua Lukas Enembe diperiksa kesehatan oleh salah satu dokter spesialis dari RS Mount Elizabeth Singapura di kediamannya di Koya Tengah/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Terkait rencana pemeriksaan KPK terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe, Tim Hukum Dan Advokasi Gubernur Papua (THAGP) menegaskan bahwa pada prinsipnya kliennya s menghormati hukum dan siap diperiksa penyidik KPK.
Kendati demikian, THAGP berharap penyidik KPK mengedepankan HAM (Hak Asasi Nanusia) dan kemanusiaan dalam pemeriksaan ini.
“Karena Pak Lukas Enembe kan masih dalam keadaan sakit dan masih menjalani perawatan lanjutan dari tiga dokter spesialis (syaraf, ginjal dan jantung) yang didatangkan dari RS Mount Elisabeth Singapura,” ungkap Ketua THAGP Stefanus Roy Rening dalam rilisnya yang diterima Redaksi Topik, Kamis (3/11/2022).
Roy menjelaskan, pihaknya mendapat informasi dari Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur Rahayu, bahwa dari hasil pertemuan Kapolda Papua dengan Gubernur Papua, dikatakan bahwa Kamis ini, Gubernur akan menerima kunjungan tim dari KPK dan tim dokter IDI.
“Rencana Ketua KPK, Tim Penyidik, Tim Dokter KPK, dan Tim Dokter IDI, akan tiba di kediaman Gubernur Papua hari ini sekira pukul 13.00 WIT, di kediaman Gubernur di Koya, Jayapura, Papua, dengan tujuan klarifikasi dana satu miliar rupiah,” tandas Roy
Diketahui KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe, terkait penyidikan Kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi berupa Penerimaan hadiah atau janji Lukas Enembe selaku Gubernur Papua Periode 2013 2018, dan periode 2018-2023 terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua, di kediaman Lukas Enembe di Jayapura, pada Kamis hari ini.
Menurut Roy, dalam pemeriksaan KPK hari ini, Gubernur Lukas Enembe bakal didampingi Aloysius Renwarin dan tim.
“Tim hukum yang mendampingi adalah Pak Aloysius, beliau yang memimpin tim hukum dalam penyidikan hari ini oleh penyidik KPK,” sebut Roy.
Roy kembali mengingatkan penyidik KPK, bahwa Gubernur Papua, masih menjalani perawatan lanjutan intensif, setelah sempat terkena empat kali stroke.
“Kemarin saja, saat diperiksa tiga dokter spesialis dari Singapura, tensi darahnya tinggi 190. Jadi pada dasarnya, beliau belum dapat menerima tekanan pikiran terlalu berat. Dikhawatirkan akan drop, bila mendapat pertanyaan dan dipaksa berpikir keras,”bebernya.
Lanjut Roy, ketika diperiksa tim dokter spesialis Singapura, Lukas Enembe sedikit merasa rilex karena tenang dan percaya dengan tim dokter tersebut. Sebab itu, selaku kuasa hukum, dirinya berharap dalam pemeriksaan penyidik KPK dan dokter IDI, KPK mengedepankan pendekatan HAM dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan Gubernur Papua ini.
“Pak Firli, dalam pernyataannya di media massa, mengatakan, pihaknya menjunjung tinggi asas-asas, tugas pokok KPK, di antaranya menjunjung HAM (hak asasi manusia), karena itu, kami dari tim hukum, berharap pemeriksaan mengedepankan HAM dan Kemanusiaan,”ujar Roym
Ssbagaimana dalam pernyataannya di beberapa media massa, Ketua KPK sempat mengatakan akan menjunjung HAM dalam pemeriksaan Lukas Enembe. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


