Mengapa Jumlah Pasien Positif Corona di Kota Jayapura Terus Bertambah…?
- account_circle topik papua
- calendar_month Rab, 27 Mei 2020
- visibility 2.396
- comment 1 komentar

Infografis Penyebaran virus corona di kota jayapura / ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Kota Jayapura masih menjadi daerah dengan jumlah pasien positif terbanyak di Papua. Hingga hari ini, berdasarkan data dari tim gugus tugas covid-19 kota Jayapura di laporkan jumlah komulatif pasien positif di Port Numbay sebanyak 267 kasus atau sekitar 40 persen dari total jumlah pasien positif di Papua yaitu 640 kasus.
Selain jumlah positif terbanyak, jumlah kematian terbanyak juga berasal dari kota Jayapura, yaitu 6 kasus dari total 11 kasus kematian di seluruh Papua.
Hampir setiap hari dilaporkan ada penambahan kasus positif dari kota Jayapura, “ Hari ini kita ada penambahan 7 kasus baru, sehingga total sudah 267 kasus positif di kota Jayapura, “ kata kepala dinas kesehatan kota Jayapura, Dokter Ni Nyoman Sri Antari kepada redaksi topik saat di hubungi via telepor selulernya, Rabu (27/05/20).
Dokter Nyoman juga mengaku bila hari ini ada dua pasien PDP yang meninggal dunia, “yang satu itu pasien di rumah sakit Dian harapan, warga kita di jayapura, kalau yang di Dok II itu pasien rujukan dari Keerom, “Ujar Nyoman.
Dirinya menjelaskan bila status kedua pasien tersebut saat meninggal masih PDP, walaupun hasil rapidnya reaktif namun karena belum ada hasil PCR maka data nya belum di masukkan dalam data pasien meninggal dunia karena positif covid.
“ karena yang kita input itu data pasien yang sudah pasti positif, dan itu hanya bisa di buktikan dengan hasil test PCR, sementara sampel swab kedua pasien ini belum di PCR, mungkin malam ini datanya sudah bisa kita dapat, “Jelas Dokter Nyoman.
Hingga hari ini di akui dokter Nyoman masih ada 401 sampel swab dari hasil test rapid reaktif asal kota Jayapura yang belum di PCR.
“sampel kita masih ngantri untuk di PCR, masih ada 401, itu belum di tambah lagi dengan hasil rapid kita kemaren di Tempat pelelangan ikan hamadi dan di hamadi tanjung,”Ujarnya.
Menurutnya, selasa kemaren tim gugus tugas covid-19 kota jayapura dan tim satgas covid-19 Papua melakukan rapid massal di daerah hamadi tanjung. Dari hasil rapid terhadap 200 orang di dapati 40 orang yang reaktif.
“Kemaren kita juga rapid di pemukiman warga di Tempat Pelelangan Ikan di Hamadi, hasilnya dari 500 orang yang kami rapid ada 93 yang reaktif, belum lagi di tambah hasil rapid massal oleh satgas provinsi di kodam terhadap 1500 orang, “Jelas dokter Nyoman.
Dokter Nyoman menjelaskan dengan banyaknya rapid test yang di lakukan di kota Jayapura, maka angka positif nantinya akan terus bertambah.
“Kami hanya berharap dua unit PCR di kota jayapura dan juga tenaga laboratorium kita masih kuat untuk memeriksa hasil sampel swab reaktif kita yang tiap harinya bertambah, “Katanya.
Data dari gugus tugas Covid-19 kota Jayapura, hingga kini sudah 9000 an warga kota jayapura yang menjalani rapid test, dan hasilnya ada 1000-an warga yang di temukan reaktif.
“Jumlah 9000-an itu yang kami kerjakan, belum lagi di tanbah dengan rapid yang dilakukan oleh satgas provinsi dan instansi lainnya, bisa jadi sudah 10.000-an warga kota yang sudah di rapid, jadi jangan heran ya kalau angka positif kita paling banyak di Papua, “Bebernya.
Dibutuhkan 168,8 Miliar Rupiah untuk Merapid Warga Kota Jayapura
Dijelaskan dokter Nyoman, bila ingin benar-benar memutuskan rantai penyebaran covid di kota jayapura adalah dengan memisahkan orang yang sakit dengan yang sehat, dan satu-satunya cara dengan melakukan rapid test kepada semua warga kota Jayapura.

“Namun itu agaknya sulit di lakukan ya.., kenapa..? ya karena jumlah penduduk kita di kota inikan banyak, ada 422.000 orang, mau dapat rapid test sebanyak itu dari mana, belum lagi harga rapid per unit saja sekitar 400 ribu, dan tenaga medis kita yang terbatas, “Ungkapnya.
Saat ini strategi yang diambil oleh gugus tugas kota jayapura adalah hanya melakukan rapid test di daerah-daerah yang masuk dalam kategori zona merah dengan kepadatan penduduk yang tinggi, seperti di daerah hamadi, entrob dan sekitarnya.
“ Jadi saat ini strategi kita dengan memetakan daerah merah dulu, lalu kita buat sampling di tiap spot yang sudah kita petakan, kita rapid bila hasilnya reaktif langsung kita pisahkan ke hotel sahid dan badan diklat,”Jelas Nyoman.
Lanjutnya, mereka yang reaktif akan diisolasi sambil mengambil sampel swab, sementara menunggu hasil PCR keluar mereka tetap di isolasi, “kalau hasil PCR nya positif kita rawat di rumah sakit, kalau negatif kita perbolehkan pulang, “Beber Dokter Nyoman.
Dokter Nyoman pun berharap agar warga kota Jayapura bisa ikut membantu apa yang telah dilakukan pemerintah kota Jayapura dengan mengikuti protokol kesehatan covid-19 yang sudah di sampaikan pemerintah.
“Sebesar dan sekuat apapun usaha kita untuk mengalahkan virus corona ini akan sia-sia kalau masyarakat tidak peduli dengan protokol kesehatan yang sudah di sampaikan pemerintah, Tetap di dalam rumah, bila terpaksa harus keluar rumah selalu gunakan masker, hindari kerumunan, jaga jarak dan hindari kontak dengan orang di luar rumah, jaga kebersihan lingkungan dan selalu cuci tangan, “Pungkas Dokter Nyoman. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




