Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI DAN BISNIS » KKI 2026: Akselerasi Transformasi Digital, Cara BI Papua Dorong UMKM Naik Kelas

KKI 2026: Akselerasi Transformasi Digital, Cara BI Papua Dorong UMKM Naik Kelas

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
  • visibility 55
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jakarta, Topikpapua. com, – Transformasi digital menjadi semakin penting untuk meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.

Bank Indonesia terus mendorong UMKM untuk go digital melalui tiga strategi utama, yaitu pertama: efarming melalui digital farming untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, kedua: e-commerce melalui onboarding UMKM untuk memperluas akses pasar digital, ketiga: e-financing melalui Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) untuk memperkuat pencatatan laporan keuangan dan akses pembiayaan.

Ketiga strategi tersebut disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, saat membuka Innovation Talk Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 bertema “Akselerasi Transformasi Digital UMKM: Integrasi Inovasi Digital Menuju UMKM Naik Level” di JICC Jakarta (21/8/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh peserta dari kementerian/lembaga, UMKM binaan, akademisi, dan lembaga keuangan dari seluruh Indonesia ini, tidak terkecuali UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua (KPw BI Provi si Papua).

Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, David Sipahutar mengatakan, Penguatan ekosistem inovasi digital menjadi kunci untuk mendorong transformasi dan daya saing UMKM, salah satunya melalui pengembangan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) yang menghubungkan talenta, inovator, industri, Pemerintah, dan mitra strategis untuk menghasilkan solusi digital yang relevan dan dapat diterapkan di sektor riil.

“PIDI merupakan wujud sinergi Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan mitra strategis dalam mengakselerasi inovasi dan pengembangan talenta digital nasional,” ujar David lewat rilis yang diterima redaksi Topik, Sabtu (22/8)2026).

Menurut David, Bagi UMKM PIDI menjadi wadah untuk menghasilkan solusi digital terapan yang mudah diadopsi dan dapat direplikasi secara luas guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi, serta memperluas akses pasar dan pembiayaan.

“Transformasi digital UMKM juga tercermin dari semakin luasnya akseptasi pembayaran digital, salah satunya melalui QRIS. Secara nasional, hingga Juni 2026, QRIS telah digunakan oleh 65,77 juta pengguna dan diterima oleh 44,86 juta merchant, dengan 96,68% di antaranya UMKM,”ungkap David.

Dijelaskannya, Perluasan QRIS tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga mendorong UMKM semakin terhubung dengan ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Momentum tersebut turut tercermin dari capaian digitalisasi UMKM di Provinsi Papua.

“Pada triwulan I 2026, nilai transaksi QRIS di Papua dan wilayah Daerah Otonomi Baru (DOB) tercatat sebesar Rp2,61 triliun, tumbuh 7,84% secara tahunan (yoy), dengan jumlah merchant QRIS tumbuh 12,98% (yoy),” ujarnya

David mengatakan, Pencapaian tersebut tidak terlepas dari berbagai program pendampingan yang dijalankan KPw BI Provinsi Papua untuk memperluas akses pasar dan memperkuat daya saing UMKM binaan, salah satunya melalui fasilitasi business matching ekspor UMKM Papua Global Spices, serta penyelenggaraan Festival Kopi Papua (Feskop) 2026 yang berhasil mencatatkan omzet transaksi UMKM sebesar Rp1,13 miliar, nilai transaksi QRIS sebesar Rp706,73 juta, dan business matching senilai Rp2,46 miliar, dengan jumlah pengunjung mencapai sekitar 14.000 orang selama pelaksanaannya.

Selain penguatan ekosistem pembayaran digital, KPw BI Provinsi Papua turut mendorong perluasan akses pasar UMKM melalui strategi e-commerce. Sejak tahun 2020 hingga 2025, tercatat sebanyak 54 UMKM Papua telah berhasil lolos proses onboarding ke berbagai platform e-commerce.

“Program ini kembali dilanjutkan pada tahun 2026 dengan melibatkan 50 UMKM peserta baru yang bergerak di sektor craft dan fashion, makanan dan minuman (mamin), serta kopi, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan memperluas jangkauan pasar UMKM Papua di ekosistem digital,” ujarnya.

Di sisi hulu, KPw BI Provinsi Papua turut memperkuat strategi e-farming melalui implementasi program digital farming kepada sejumlah kelompok tani (poktan) binaan, diantaranya Poktan Arpat Jaya, Ponpes Latifah Mubarokah, Poktan Kaipoa, Poktan Karya Makmur, Poktan Maju Jaya, dan Ponpes Al Munawwaroh.

“Melalui program tersebut, kelompok tani binaan dapat mengefisienkan biaya produksi melalui penggunaan pupuk yang lebih tepat sasaran serta perencanaan tanam berdasarkan data cuaca, sehingga hasil panen menjadi lebih stabil,” katanya.

Lanjutnya, Sebagai salah satu bentuk dukungan nyata, KPw BI Provinsi Papua memberikan bantuan Program Sosial Bank Indonesia melalui skema Pengembangan Ekonomi Daerah (PI KEKDA) berupa sistem irigasi tetes kepada Kelompok Tani Maju Makmur di Kampung Marga Mulya, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke pada tahun 2024.

“Bantuan tersebut berhasil menghemat penggunaan air hingga 50% dan mengefisienkan biaya produksi, sehingga produktivitas cabai meningkat dari 4 ton per hektare menjadi 5 ton per hektare dengan hasil panen yang lebih stabil, termasuk pada musim kemarau,” ungkap David.

Bank Indonesia, termasuk KPw BI Provinsi Papua, akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mengakselerasi transformasi digital UMKM. Dengan semangat Beudaya MeusareSare, Berdaya Bersama-sama, transformasi digital diharapkan mampu melahirkan UMKM Papua yang semakin adaptif, inovatif, dan berdaya saing untuk tumbuh dan naik kelas, serta menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Papua dan Indonesia ke depan.

“Mari semarakkan KKI 2026 dengan mengunjungi pameran secara langsung di Hall A dan B JICC, Jakarta, maupun secara daring melalui situs www.karyakreatifindonesia.co.id. Bersama, kita dukung UMKM Papua dan UMKM Indonesia untuk bangkit, tangguh, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan bangsa,” tutup David. (Redaksi Topik)

 

 

 

  • Penulis: topik papua

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less