Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » Kasus Dugaan Keracunan MBG di Kabupaten Jayapura, Polisi Periksa 30 Orang Saksi

Kasus Dugaan Keracunan MBG di Kabupaten Jayapura, Polisi Periksa 30 Orang Saksi

  • account_circle topik papua
  • calendar_month 52 menit yang lalu
  • visibility 87
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Sentani, Topikpapua.com, – Polres Jayapura bergerak cepat menyelidiki dugaan gangguan kesehatan yang dialami ratusan penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura. Hingga Selasa (4/8/2026), penyidik telah memeriksa 30 saksi dan mengamankan sejumlah sampel makanan untuk diuji di Laboratorium Forensik Polda Papua.

Penyelidikan dipimpin langsung Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan didampingi Kasat Reskrim AKP Markus Axel Panggabean bersama personel Satreskrim dan Tim Identifikasi.

Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Dapur Makanan Bergizi Gratis/Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kasih Iman Samuel Papua di Jalan Waiya, Distrik Depapre.

Kasat Reskrim AKP Markus Axel Panggabean mengatakan, langkah tersebut dilakukan segera setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat guna memastikan penyebab insiden serta mengumpulkan alat bukti.

“Begitu menerima laporan masyarakat, personel langsung mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik Polda Papua untuk pemeriksaan sampel makanan,” ujar AKP Markus, Rabu (5/8/2026).

Dijelaskan Akp Markus, Dalam proses olah TKP, penyidik memeriksa dua lokasi, yakni dapur MBG dan rumah koordinator MBG. Seluruh area yang berkaitan dengan proses pengolahan hingga penyimpanan makanan didokumentasikan dan diperiksa secara menyeluruh.

Polisi juga mengamankan enam sampel makanan yang terdiri atas sayur, tempe kecap, sisa makanan dalam keranjang, buah semangka, minyak bekas penggorengan, serta tiga porsi makanan MBG yang belum didistribusikan. Seluruh sampel telah dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Papua untuk dilakukan pengujian.

Selain pemeriksaan barang bukti, penyidik juga meminta keterangan dari 30 orang yang mengetahui maupun terlibat dalam penyelenggaraan program MBG. Pemeriksaan difokuskan pada kronologi kejadian, proses pengolahan makanan, hingga mekanisme pendistribusian kepada para penerima manfaat.

Kasat Reskrim menegaskan, penyebab pasti dugaan gangguan kesehatan tersebut belum dapat disimpulkan karena masih menunggu hasil uji laboratorium. Ia mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Saat ini perkara masih dalam tahap penyelidikan. Seluruh barang bukti telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan laboratorium. Proses penyidikan akan dilakukan secara profesional, ilmiah, dan transparan untuk mengungkap penyebab pasti dari insiden ini,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemeriksaan terhadap para pihak masih terus dilakukan untuk melengkapi alat bukti. Polres Jayapura memastikan setiap perkembangan penanganan perkara akan disampaikan kepada masyarakat berdasarkan hasil penyelidikan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu hingga Rabu malam dikabarkan sedikitnya seratusan anak dan orang dewasa dirawat di beberapa fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Jayapura. Korban datang dengan keluhan pusing dan mual. Korban yang kritis dievakuasi ke rumah sakit kementrian Jayapura dan RS Yowari, sementara korban dengan kondisi biasa di rawat di sejumlah puskesmas yang ada di Kabupaten Jayapura. (Redaksi Topik)

 

  • Penulis: topik papua

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less