Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI DAN BISNIS » Feskop BI Papua 2026 Resmi Ditutup, Omset Transaksi UMKM Capai Rp1,2 Milyar

Feskop BI Papua 2026 Resmi Ditutup, Omset Transaksi UMKM Capai Rp1,2 Milyar

  • account_circle topik papua
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 77
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jayapura, Topikpapua.com, – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua (KPw BI Provinsi Papua) resmi menutup rangkaian Festival Kopi Papua (Feskop) ke-9 Tahun 2026 yang mengangkat tema “Merawat Warisan, Membangun Masa Depan Papua”. Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak 7–9 Agustus 2026 di Halaman Kantor Gubernur Papua ini resmi berakhir melalui closing ceremony yang ditutup langsung oleh Kepala BI Papua, Bp. Warsono.

Turut hadir mendampingi penutupan, Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Papua, Ibu Suzana Wanggai, jajaran Forkopimda Papua, perwakilan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, Direktur Kepatuhan Bank Pembangunan Daerah Papua, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Papua, pimpinan instansi vertikal, Kepala OPD, rektor perguruan tinggi, akademisi, pimpinan perbankan, ketua asosiasi, pelaku UMKM, media, serta seluruh tamu undangan.

Kepala KPw BI Provinei Papua, Warsono menyampaikan bahwa selama tiga hari penyelenggaraan, Festival Kopi Papua telah menjadi ruang perjumpaan dan kolaborasi bagi seluruh ekosistem kopi Papua, mulai dari petani, pelaku UMKM, roaster, barista, komunitas, lembaga keuangan, pemerintah, hingga masyarakat sebagai konsumen.

Ia memaparkan bahwa rangkaian kegiatan Feskop tahun ini dirancang secara end-to-end untuk memperkuat rantai nilai kopi Papua, diawali dengan Papua Origin Village yang menghadirkan pengalaman langsung perjalanan kopi dari hulu ke hilir, Barista Bootcamp sebagai wadah peningkatan kapasitas dan keterampilan talenta kopi lokal, Barista Championship yang mengasah daya saing para barista muda Papua, berbagai sesi talkshow dan edukasi yang membuka wawasan pelaku usaha terhadap tren dan peluang pasar, hingga pameran serta penjualan produk kopi dan UMKM unggulan Papua yang mempertemukan langsung petani dan pelaku usaha dengan konsumen maupun pembeli potensial.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan Feskop tidak semata diukur dari nilai transaksi, melainkan dari terbukanya peluang baru bagi pelaku usaha dan menguatnya kebanggaan masyarakat terhadap kopi asli Tanah Papua. Dalam kesempatan tersebut.

Warsono juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua, Kementerian Pariwisata, pemerintah kabupaten/kota, kementerian dan lembaga, perbankan dan lembaga keuangan, mitra strategis, komunitas kopi, petani, pelaku UMKM, para barista, seluruh tenant, media, serta seluruh masyarakat yang telah hadir dan mendukung para pelaku usaha.

“Keberlanjutan ekosistem kopi Papua ditentukan pula oleh masyarakat yang terus memilih, menikmati dan membanggakan produk-produk Tanah Papua,” ujar Warsono.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Papua menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya Feskop 2026 yang dinilai berjalan sukses dan bermakna bagi masyarakat Papua.

Ia menegaskan Feskop merupakan program strategis daerah untuk mendorong pengembangan UMKM kopi sebagai komoditas unggulan Papua, sekaligus mengakselerasi sektor pariwisata dan ekonomi keuangan digital di Tanah Papua.

Ia turut menyoroti bahwa status Feskop sebagai bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 menjadi kebanggaan sekaligus momentum strategis bagi Papua di kalender event pariwisata nasional. Pemerintah Provinsi Papua, lanjutnya, memberikan dukungan penuh terhadap kolaborasi yang terjalin selama festival dan berkomitmen terus bersinergi dengan Bank Indonesia menjaga keberlanjutan ekosistem kopi Papua agarsemakin dikenal dan berdaya saing di pasar nasional maupun global.

Secara keseluruhan, penyelenggaraan Festival Kopi Papua 2026 mencatatkan capaian yang membanggakan, Diantaranya, omset transaksi UMKM sebesar Rp1.126.558.000, Nominal transaksi QRIS sebesar Rp706.734.000, jumlah pengunjung mencapai 14.000 orang, nominal business macthing sebesar Rp2.455.000.000, keikutsertaan 60 UMKM di sektor kopi, F&B, dan craft/fashion dan 3 kali promosi internasional melalui World of Coffee San Diego, Amsterdam Coffee Festival, dan World of Coffee Bangkok. Selain itu Coffee Experience Papua Origin Village yang menghadirkan perjalanan kopi dari hulu ke hilir bagi pengunjung.

Berakhirnya Festival Kopi Papua Ke-9 Tahun 2026 tidak menandai berakhirnya perjalanan pengembangan kopi Papua. Bank Indonesia menegaskan akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh mitra strategis dalam mendukung pengembangan UMKM, peningkatan kapasitas pelaku usaha, perluasan digitalisasi, akses pembiayaan, serta promosi kopi Papua ke pasar yang semakin luas. Berbagai kolaborasi dan jejaring yang terbentuk selama festival diharapkan menjadi awal dari tindak lanjut yang berkelanjutan. (Redaksi Topik)

 

  • Penulis: topik papua

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less