Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » Dugaan Keracunan MBG, Fakes di Kabupaten Jayapura ‘Kewalahan’ Layani Ratusan Korban

Dugaan Keracunan MBG, Fakes di Kabupaten Jayapura ‘Kewalahan’ Layani Ratusan Korban

  • account_circle topik papua
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 111
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Sentani, Topikpapua.com, – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, dr. Anton Tony Mote, M.KM., memastikan pelayanan kesehatan terhadap ratusan warga yang menjalani perawatan akibat dugaan insiden Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih terkendali. Hingga Selasa (4/8/2026) pukul 23.30 WIT, seluruh tenaga kesehatan disiagakan untuk menangani pasien yang terus berdatangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Anton Tony Mote saat ditemui di Puskesmas Depapre, Selasa (4/8) malam, di sela-sela pemantauan penanganan para korban.

Menurutnya, lonjakan pasien yang datang secara bersamaan membuat petugas kesehatan langsung menerapkan sistem triase atau pemilahan pasien berdasarkan tingkat kegawatdaruratannya agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

“Pasien datang berbondong-bondong sehingga yang pertama kami lakukan adalah memilah pasien yang benar-benar dalam kondisi darurat untuk segera mendapatkan penanganan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penanganan awal dipusatkan di Puskesmas Depapre. Selanjutnya, Dinas Kesehatan mengaktifkan delapan puskesmas di wilayah Sentani dan sekitarnya sehingga seluruh layanan Unit Gawat Darurat (UGD) dapat menerima pasien.

Selain mengoptimalkan pelayanan di puskesmas, Dinas Kesehatan juga berkoordinasi dengan RSUD Yowari, Rumah Sakit Dian Harapan, serta rumah sakit milik Kementerian Kesehatan sebagai rumah sakit rujukan. Rumah sakit Kementerian Kesehatan bahkan telah menyiapkan 16 tempat tidur bagi pasien yang membutuhkan penanganan dokter spesialis.

“Pasien yang membutuhkan penanganan spesialis sudah kami evakuasi. Secara umum pasien masih terkendali, termasuk pasien dengan kondisi berat yang mengancam nyawa, sampai saat ini masih bisa kami tangani,” katanya.

Untuk mengantisipasi pasien dari wilayah pesisir, pelayanan kesehatan juga dibuka di Puskesmas Yokari dan Puskesmas Rafinera. Langkah ini dilakukan agar masyarakat yang berada di kawasan pantai tetap dapat memperoleh pelayanan medis tanpa harus langsung menuju Sentani.

Anton mengakui jumlah pasien telah mencapai ratusan orang. Namun, ia belum dapat memastikan angka pasti karena proses pendataan masih terus berlangsung dan pasien masih berdatangan hingga larut malam.

Dalam penanganan darurat tersebut, Dinas Kesehatan juga mendapat dukungan penuh dari TNI dan Polri, termasuk penyediaan tenda dan fasilitas tambahan di RSUD Yowari untuk mendukung pelayanan medis.

Ke depan, seluruh pasien akan dipusatkan di RSUD Yowari agar proses pendataan, pemantauan kondisi pasien, hingga pemulangan pasien yang kondisinya telah stabil dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi. Sementara itu, pasien yang masih memerlukan perawatan intensif akan tetap menjalani penanganan sesuai kondisi medisnya.

Meski demikian, Anton menegaskan pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti insiden tersebut. Menurutnya, Dinas Kesehatan masih menunggu hasil investigasi dan pemeriksaan lebih lanjut sebelum menyatakan apakah kejadian tersebut merupakan kasus keracunan atau bukan.

Sementara itu, Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan mengakui hingga Selasa malam, Pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian tersebut.

“Sampai saat ini kami belum bisa menyatakan bahwa ini merupakan kasus keracunan, karena masih membutuhkan kajian dan analisis untuk mengetahui sebab dan akibatnya. Fokus kami saat ini adalah penyelamatan korban,” kata Dionisius di Depapre.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan Dinas Kesehatan mengerahkan seluruh sumber daya untuk menangani para korban. Rumah Sakit Youwari menjadi pusat rujukan utama dengan dukungan sejumlah puskesmas di sekitar Kota Sentani.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Bupati, Dandim, dan seluruh pihak terkait. Semua bekerja sama untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan pertolongan segera mendapatkan penanganan,” ujarnya.

Menurut Kapolres, korban yang datang umumnya mengeluhkan mual, pusing, dan keluhan kesehatan lainnya. Hingga malam hari, pasien masih terus berdatangan ke fasilitas kesehatan sehingga proses pendataan masih berlangsung.

Ia juga mengapresiasi solidaritas masyarakat yang turut membantu proses evakuasi dan penanganan korban.

“Situasi keamanan tetap aman dan terkendali. Masyarakat juga saling membantu dalam proses penyelamatan. Saat ini kami tidak memikirkan hal lain selain menyelamatkan nyawa manusia,” tegasnya.

Kapolres menambahkan, dampak kejadian tersebut dirasakan oleh berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Oleh karena itu, seluruh personel yang terlibat diminta memprioritaskan pelayanan dan penyelamatan korban. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less