Teridentifikasi, 6 Jenazah Penumpang Pesawat SAM Air Diserahkan Ke Keluarga
- account_circle topik papua
- calendar_month Rab, 12 Jul 2023
- visibility 124
- comment 0 komentar

Irwasda Polda Papua, Kombes Alfred Papare didampingi Kabid Dokkes RS Bahayangkara Jayapura, Kombes dr. Nariyana saat menyerahkan data hasil identifikasi jenazah capten Hari Permadi kepada pihak keluarga / Mtp
Jayapura, Topikpapua.com – Lima belas hari paska-ditemukan tewas, keenam jenazah penumpang pesawat SAM Air PK-SMW yang jatuh di Yalimo Papua pada 23 Juni 2023 lalu akhirnya berhasil teridentifikasi.
Irwasda Polda Papua, Kombes Alfred Papare didampingi Kabid Dokkes RS Bahayangkara Jayapura, Kombes dr. Nariyana sebagai Ketua tim DVI bersama pihak SAM Air menyerahkan dokumen hasil identifikasi jenazah kepada pihak keluarga, Rabu (12/7/2023) petang.
“Setelah melewati pemeriksaan laboratorium terhadap sampel DNA dan sampel DNA pembanding dari keluarga para penumpang, akhirnya tim DVI berhasil mengidentifikasi ke enam penumpang pesawat SAM Air, PK- SMW dan hari ini kita menyerahkan hasil identifikasi tersebut kepada pihak keluarga,” ungkap Kombes dr. Nariyana.
dr. Nariyana juga menjelaskan bila proses identifikasi yang jadwalnya direncanakan hanya 12 hari molor menjadi 15 hari karena adanya hari libur nasional.
“Kami telah berusaha secepatnya dan ini adalah atensi Kapolda, namun ada beberapa kali hari libur nasional yang membuat proses ini berjalan lebih lama dari jadwal,” jelasnya.
dr. Nariyana juga mengapresiasi kerja dari tim SAR yang telah berusaha mengevakuasi korban walau dalam keadaan terbakar namun diakuinya keenam jaringan tubuh daribpara korban masih utuh dan bisa dilakukan proses identifikasi.
“Walau terbakar namun ke enam jaringan dari korban masih bisa di temukan oleh tim SAR saat olah TKP dan ini sangat membantu kami dalam proses Identifikasi,” ujarnya.
Sementata itu Minarno sebagai pimpinan base sentani PT SAM Ai mengaku bila semua proses penyerahan jenazah di rumah sakit Bhayangkara telah selesai maka pihaknya akan memfasilitasi pemberangkatan jenazah sesuai dengan permintaan keluarga.
“Informasi yang kami terima untuk 4 Jenazah penumpang akan kami terbangkan ke Elelim, Kabupatrn Yalimo,sementara untuk co-pilot rencananya akan dimakamkan di Jayapura, untuk Capten akan diterbangkan ke Nabire. Dan semua akan ditanggung oleh SAM Air,” ungkap Minarno.
Sebelumnya diberitakan pesawat milik maskapai PT. Semuwa Aviasi Mandiri (SAM Air) jenis Grand Caravan C208B PK-SMW dilaporkan hilang kontak saat terbang dari Distrik Elelim menuju Distrik Poik di Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, Jumat (23/6/2023).
Dilaporkan pesawat berangkat dari Lapter Distrik Elelim sekitar pukul 10.53 Wit menuju lapter Distrik Poik. Diperkirakan pesawat tiba pukul 11.06 Wit.
Laporan posisi pesawat melalui satelite tracking terakhir diketahui berada pada koordinat 03 52 43,67S 139 27 16.07E dengan ketinggian 6956 FT. Atau dinyatakan hilang kontak tujuh menit setelah lepas landas dari Lapter Elelim.
Setelah melakukan pencarian, Jumat sore Tim SAR berhasil menemukan pesawat dalam keadaan hancur dan berasap di tebing gunung kampung Mabualem Distrik Welarek, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan.
Proses evakuasi sempat terkendala cuaca dan sulitnya medan, namun pada tanggal 27 Juni tim SAR akhirnya berhasil mencapai titik jatuhnya pesawat dan berhasil mengebakuasi seluruh penumpang pesawat.
Keenam penumpang pesawat adalah, Pilot Capten Hari Permadi, Co Pilot Levi Murib, serta memuat 4 penumpang yakni, Bartolomeus (34), Ebeth Halerohon (29), Dormina Halerohon (17) dan Kilimputni (20). (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




