Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Kisah Tinus Janwarin, Pekerja Yang Lolos dari KKB di Distrik Paro

Kisah Tinus Janwarin, Pekerja Yang Lolos dari KKB di Distrik Paro

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Rab, 8 Mar 2023
  • visibility 174
  • comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com- Tinus Janwarin, adalah salah satu dari 15 pekerja pembangunan puskesmas di Distrik Paro, Kabupaten Nduga yang dievakuasi Satgas Damai Cartenz dari intimidasi kelompok kriminal bersenjata (KKB) Egianus Kogoya.

Tinus mengaku masih trauma dan menceritakan apa yang terjadi hari demi hari mendapatkan intimidasi dari KKB selama melakukan pembangunan puskesmas.

Saat pengerjaan pertama pada pertengahan Desember 2022 lalu mereka sudah mendapatkan teror. Semua barang yang dibawa oleh pekerja diperiksa oleh KKB, baik itu dompet, HP dan identias. Kelompok kriminal tersebut juga membakar barang-barang milik pekerja.

“Ketika kita sampai di rumah yang kita tempati sementara, barang-barang diperiksa, barang yang tidak penting juga dibakar oleh mereka. Identitas kita juga disita, dan pada malamnya baru dikembalikan,” kata Tinus di kediamannya di Timika, Selasa (7/3/2023).

Teror pertama dirasakan pada 29 Desember 2022. Pada malam hari Egianus dan kelompoknya datang ke Paro. Namun ia tidak mengetahui yang mana orangnya.

“Kita hanya dikasih tahu oleh masyarakat setempat komandan besar di sini, tapi tidak dikasih tahu namanya,” ungkapnya.

Pada saat ada Egianus dan kelompoknya, masyarakat setempat memberitahukan kepada kontraktor dan kepala tukang (mandor) agar tidak boleh keluar di malam hari.

“Hanya boleh di tempat tinggal dan di tempat kerja juga. Boleh bekerja kalau sudah diperintahkan oleh mereka (KKB),” kata Tinus.

Egianus pun sempat marah besar kepada para pekerja. Kata Tinus, Egianus mengatakan bahwa ada para pekerja telah mengumpat pimpinan KKB itu. Kepala tukang kemudian dipanggil oleh Egianus dan dibentak dengan kata-kata binatang.

“Padahal kita tidak pernah mengatakan babi hutan. Dia kemudian mengeluarkan kata-kata binatang dan juga bilang kerja cepat! nyawa kamu ditangan saya,” cerita Tinus.

Mengetahui ada ancaman tersebut, pada malam harinya para pekerja pun ketakutan dan tidak ada yang bisa tidur sampai pagi. Bahkan belum bisa melakukan pekerjaan pembangunan puskesmas, sebelum ada keputusan dari KKB.

“Bapak tukang bilang jangan keluar duduk di rumah, habis mereka bikin adat kita bisa kerja atau tidak, demi kita keselamatan jangan keluar,” ungkapnya.

Ia juga menceritakan pada pengerjaan tahap dua di Fabruari 2023 untuk menyelesaikan pembangunan puskesmas, Egianus juga kembali marah. Tidak hanya kepada para pekerja, namun juga masyarakat di Distrik Paro.

“Februari saat kita kerja setahu saya yang kedua kali itu sempat dia (Egianus) punya HP atau HT hilang. Kita disuruh pulang dan masyarakat semua disuruh mencari barang yang hilang,” ucapnya.

Para pekerja, sambung Tinus, dibantu diungsikan ke balai desa pada Minggu (5/2). Mereka diminta untuk meninggalkan Paro setelah adanya kesepakatan antara kontraktor dengan pihak KKB yang dimediasi oleh tokoh setempat.

“Dapat informasi dari mandor dan pemborong, mereka rapat kita tidak tahu apa yang dibicarakan, Minggu kita harus jalan, dikasih waktu dua hari untuk tinggalkan Paro jalan ke Kenyam, jalan lewat hutan, bapak kontraktor bayar material, sudah dibayar, Senin kita jalan,” katanya.

Masyarakat Paro kata Tinus juga merasa ketakutan dan ikut mengungsi ke dalam hutan. “Kita mengungsi ke arah pegunungan mengarah Kenyam. Sementara penduduk ke daratan,” sambungnya.

Selama perjalanan tiga hari sejak Senin 6 Februari hingga Rabu 8 Februari, belum sampai di Kenyam, belasan pekerja berhasil dievakuasi oleh TNI-Polri menggunakan helikopter. “Saya lega saat mendengar helikopter dan pada saat di helikopter kita baru tahu kita sudah selamat. Ada bapak Kapolres Nduga yang menyelamatkan kita dengan TNI evakuasi kita sampai Timika,” ungkapnya.

Selanjutnya Tinus mengaku tidak mau lagi kembali ke Nduga.

“Saya masih trauma. Puji tuhan saya dan teman-teman selamat,” ucap Tinus. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diskominfo Keerom Genjot Pembangunan 49 Menara BTS 4G

    Diskominfo Keerom Genjot Pembangunan 49 Menara BTS 4G

    • calendar_month Rab, 11 Mei 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Arso, Topikpapua.com, – Guna mendorong pemerataan akses layanam internet, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Keerom menggenjot pembangunan tower Base Transceiver Station (BTS) sinyal 4G di wilayahnya. Kepala Diskominfo Kabupaten Keerom, Megiken Bangun mengungkapkan, berdasarkan laporan dari pihak pelaksana bahwa  progres pembangunan yang hingga kini telah selesai yaitu 31 BTS, dimana 21 BTS diantaranya sudah […]

  • Selama Gelaran HUT RI di IKN, 18 SPKLU PLN Layani 340 Transaksi Pengisian Mobil Listrik

    Selama Gelaran HUT RI di IKN, 18 SPKLU PLN Layani 340 Transaksi Pengisian Mobil Listrik

    • calendar_month Rab, 21 Agu 2024
    • account_circle topik papua
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Nusantara, Topikpapua.com, – PT PLN (Persero) sukses mendukung upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Sabtu (17/8). Di samping keberhasilannya dalam mengawal keandalan pasokan listrik, PLN juga berhasil mendukung operasional electric vehicle (EV) dengan penyiagaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Direktur Utama PLN Darmawan […]

  • Gubernur Lukas Enembe  Ancam Tutup Kampus IPDN Papua, Ini Penyebabnya

    Gubernur Lukas Enembe Ancam Tutup Kampus IPDN Papua, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Rab, 3 Okt 2018
    • account_circle topik papua
    • visibility 740
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe mengancam akan menutup kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Papua,  Menurut Lukas kampus IPDN tidak mengakomodir siswa/wi Asli Papua. “Kalau begini terus, tidak terima Orang Asli Papua, maka kita akan tutup IPDN, tidak boleh lagi ada di Papua,” ungkap Lukas kepada pers di kantor MRP, Kamis (13/09/18). […]

  • Terseret Ombak, 2 Bocah Tenggelam di Pantai Holtekamp

    Terseret Ombak, 2 Bocah Tenggelam di Pantai Holtekamp

    • calendar_month Ming, 14 Apr 2024
    • account_circle topik papua
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com,- Dua bocah berusia 10 Tahun dilaporkan tenggelam saat sedang mandi di pantai Holtekamp, Minggu (14/4/2024). Kapolsek Muara Tami AKP T.B. Silitonga mengatakan kedua anak tersebut masing-masing bernama Rahel Kumara Adi Pramana dan Muhammad Zidan. “Menurut keterangan saksi bernama Hari, sekitar jam 3 sore ia melihat kedua korban sedang berenang agak ke tengah, kemudian […]

  • Gustav Urbinas: Bentrok Dua Kelompok Warga di Abepura Bukan Mewakili Suku

    Gustav Urbinas: Bentrok Dua Kelompok Warga di Abepura Bukan Mewakili Suku

    • calendar_month Kam, 21 Okt 2021
    • account_circle topik papua
    • visibility 365
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com,- Kapolresta Jayapura Kota Kombes Polisi Gustav R. Urbinas mengaku pihaknya bertindak lebih cepat dalam menengahi bentrok antar dua kelompok warga di Jalan Baru Abepura, yang terjadi pada Rabu (20/10/2021) malam agar peristiwa itu tidak berbuntut panjang. “Kedua warga yang terlibat keributan yakni kelompok masyarakat Papua yang berada di belakang Ramayana dengan kelompok masyarakat […]

  • Polda Papua Amankan Lima Cabor PON XX yang Mulai Bertanding

    Polda Papua Amankan Lima Cabor PON XX yang Mulai Bertanding

    • calendar_month Jum, 24 Sep 2021
    • account_circle topik papua
    • visibility 672
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com,–Personel Polda Papua yang terlibat dalam Operasi Deraku Cartenz melakukan pengamanan untuk lima cabang olahraga (cabor) PON XX di Papua yang mulai bertanding sejak Rabu (22/9/2021). Kelima cabor yang lebih dulu dipertandingkan itu, softball (putra), esports, kickboxing, selancar ombak dan triathlon. Kasatgas Humas Ops Deraku- Cartenz, Kombes Pol Dedy Sumarsono, S.I.K., M.H mengatakan, untuk […]

expand_less