Kapolda Papua Ungkap Alasan Mengapa Aparat Kesulitan Memberantas KKB
- account_circle topik papua
- calendar_month Rab, 11 Mar 2020
- visibility 4.800
- comment 3 komentar

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw / ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw mengungkapkan berbagai alasan mengapa pihak TNI-Polri kesulitan untuk memberantas keberadaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.
Menurut Jendral bintang dua tersebut pihaknya mengalami kesulitan memberantas keberadaan KKB yang kerap membuat onar di daerah pegunungan Papua karena kelompok KKB kerap berbaur dengan warga sipil dan terkadang menggunakan warga sipil sebagai tameng.
“ Pertama itu terkait cara mereka memasuki suatu wilayah.., Bukan seperti yang kita bayangkan, ada suatu kelompok yang menenteng senjata dan berjalan bersama beriringan dan memasuki suatu wilayah.., tidak seperti itu.., Tetapi mereka datang seperti warga biasa, dan kalau seperti itu kita bisa apa.., tidak mungkin kita tindak karena mereka menyamar sebagai masyarakat dan terkadang memakai warga sipil sebagai tameng dan terkadang tameng itu adalah keluarga mereka sendiri, “ Ungkap Kapolda kepada Redaksi Topik, Rabu (11/03/20).
Selain itu diakui Irjen Paulus bila KKB jarang sekali menggunakan jalan raya atau jalan poros dalam melakukan aksinya.
“ Mereka jarang mengunakan jalan poros atau jalan raya, tetapi mereka gunakan jalan tradisional, dan mereka juga bukan jalan berkelompok tetapi jalan menetes., dan ini kesulitan yang sering kami hadapi di lapangan selain keadaan alam dan topografi yang begitu menyulitkan, “ Bebernya.
Selain menguasai medan, diakui Kapolda bila kelompok KKB juga memiliki banyak mata-mata yang di sebar di kampung-kampung, sehinga ketika aparat mendekat, kelompok KKB bisa menggunakan alternatif jalan lain untuk menghindar.
“ Mereka menguasai medan, apabila kita sudah mendekati suatu wilayah atau kampung misalnya, nanti mereka melintas lewat jalur lain, lewat jalur pegunungan atau lewat aliran sungai misalnya, mereka juga punya mata-mata yang selalu memberikan informasi, “ Jelas Irjen Paulus.
Masalah lainnya adalah berkaitan dengan adat dan tradisi mereka di wilayah pegunungan, “ Mereka itu selalu berdiri di bawah pihak yang dianggap sebagai penyelenggara perang atau pemimpin atau yang mempunyai konflik, yang kita kenal dengan istilah “waimo”.
Lanjut Kapolda, “ Waimo itulah yang akan mengundang warga di kampung untuk ikut bantu dia, nanti disampaikan bahwa saya lagi ada masalah dengan pemerintah, saya ada masalah dengan TNI-Polri, saya punya dendam dengan mereka…, dan mereka biasanya akan bakar batu dulu.., mereka makan bersama dan itu menyatakan bahwa mereka sumpah bahwa mereka akan setia kepada pihak yang mengundag mereka sampai mati. Dan itu hal yang menyulitkan secara normatif bagi kami, “ Beber Waterpauw.
Sementara itu terkait terror KKB di wilayah tembagapura, Irjen Waterpauw mengaku bila saat ini ada beberapa kelompok KKB yang sudah bergabung di Tembagapura.
“ Ada beberapa kelompok, seperti di Puncak illaga yang kemdian bergeser ke intan jaya di sugapa dan kemudian bergabung lagi dengan kelompok yang ada di gunung botak, masuk ke wanok kemudian turun sampai ke banti wa.., kemudian yang bergabung dari kali kabur, itu kita sudah tau dan paham, tetapi kalau mereka sudah berbaur dengan masyarakat itulah yang menjadi kesulitan bagi kita, “ Tukas nya.
Walau demikian Irjen Paulus mengaku tak gentar dengan segala strategi yang di pakai oleh KKB, Dirinya mengaku siap untuk menindak tegas segala upaya pelangaran hukum yang terjadi di Wilayah Kesatuan Republik Indonesia, Termasuk Kemompok yang mau melepaskan diri dari NKRI.
“ Kita tak akan mundur satu langkah pun untuk menghadapi mereka, kita negara Hukum dan hukum harus di tegakan bagi siapa saja yang menlanggarnya. Kita siap menegakkan hukum di Papua, mereka kuasai medan dan punya strategi dengan melibatkan warga sipil, tetapi kami punya tehnologi dan akan kami pakai untuk melacak mereka, “ Pungkas Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


