Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Pendekatan Hukum dan Kultural Solusi Atasi KKB dan KKP di Papua

Pendekatan Hukum dan Kultural Solusi Atasi KKB dan KKP di Papua

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Kam, 17 Jul 2025
  • visibility 392
  • comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua com, — Satgas Operasi Damai Cartenz menegaskan bahwa situasi keamanan di Papua tidak hanya diwarnai oleh aksi kekerasan kelompok bersenjata (KKB), tetapi juga oleh gerakan ideologis yang terstruktur melalui Kelompok Kriminal Politik (KKP). Keduanya menjadi tantangan ganda yang harus dihadapi secara cermat dan terukur oleh aparat keamanan.

Kaops Damai Cartenz Brigjen. Faizal Ramadhani mengaku Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) selama ini dikenal dengan aksinya yang brutal, menggunakan senjata api dan kekerasan untuk menciptakan gangguan keamanan dan menyasar aparat serta masyarakat sipil. Sementara itu, KKP justru bergerak lebih halus namun sistematis. Mereka menyusup lewat jalur intelektual, aksi massa, dan propaganda digital, dengan tujuan akhir memisahkan Papua dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Ancaman KKB nyata dalam bentuk kekerasan, tetapi KKP menyerang dari sisi ideologi dan kesadaran generasi muda Papua. Ini justru lebih berbahaya dalam jangka panjang karena dilakukan melalui proses kaderisasi, agitasi intelektual, dan pembentukan narasi tandingan terhadap negara,” ungkap Brigjen Faizal Ramadhani, saat Podcast bersama Polri TV di Divhumas Polri, Kamis (17/7/2025).

Menurutnya, KKP memiliki struktur dan jaringan yang luas, baik di dalam maupun luar negeri. Organisasi seperti Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) menjadi garda depan dalam menyuarakan agenda separatisme, termasuk melalui lobi internasional dan pemanfaatan diaspora mahasiswa Papua di luar negeri. Di dalam negeri, kelompok ini menyusup melalui jaringan mahasiswa seperti Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) yang tersebar di berbagai kota studi.

“Isu-isu sensitif kerap dieksploitasi untuk membangun sentimen anti-pemerintah. Mulai dari isu rasisme, pelanggaran HAM, hingga penolakan terhadap program-program strategis pemerintah seperti ketahanan pangan, makan bergizi gratis, dan pemekaran daerah otonomi baru, semuanya disulap menjadi bahan bakar agitasi dan propaganda”jelasnya

“Kami mencatat bahwa banyak disinformasi dan narasi provokatif beredar di media sosial yang menyebut program-program pemerintah sebagai bentuk penjajahan baru. Padahal, program tersebut bertujuan menyejahterakan masyarakat Papua,” lanjut Brigjen. Faizal.

Dijelaskan Brigjen Faizal, Satgas Ops Damai Cartenz kini beroperasi di 11 kabupaten dengan fokus utama di Kabupaten Jayapura, Mimika, Deiyai, Dogiyai, dan Yahukimo. Satgas Damai Cartenz terus mengedepankan pendekatan hukum yang adaptif terhadap konteks sosial budaya Papua. Penegakan hukum tidak bisa dilakukan secara kaku, mengingat masih kuatnya ikatan kekerabatan adat.

“Banyak warga yang secara adat merasa berkewajiban membantu saudaranya di KKB atau KKP, meskipun tidak mendukung secara ideologis. Di sinilah kami melakukan pendekatan yang persuasif dan humanis. Pelaku utama tetap kami proses hukum, tetapi terhadap simpatisan, pendekatan antropologis menjadi kunci,” tegas Brigjen Faizal.

Di sisi lain, lanjut Faizal, tantangan yang dihadapi tidak ringan. Satgas Ops Damai Cartenz disebut sebagai salah satu operasi dengan risiko tertinggi di Indonesia. Hampir setiap tahun ada personel yang gugur dalam tugas. Selain itu, keterbatasan infrastruktur, dukungan anggaran, dan sistem penghargaan yang belum optimal masih menjadi PR tersendiri.

“Secara eksternal, regulasi yang ada terutama dalam hal penanganan propaganda digital masih belum cukup kuat. Banyak konten provokatif yang menyebar cepat namun sulit ditindak karena keterbatasan instrumen hukum,” ujarnya.

“Masalah Papua tidak bisa hanya dibebankan ke TNI-Polri. Penyelesaian di hulu seperti pendidikan, pembangunan, dan penguatan institusi adat harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh kementerian/lembaga. Kami butuh sinergi yang holistik,” tutup Brigjen Faizal. (Redaksi Topik)

 

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolda Papua Saksikan Final Hockey Indoor Putra yang Dimenangkan Tim Jabar

    Kapolda Papua Saksikan Final Hockey Indoor Putra yang Dimenangkan Tim Jabar

    • calendar_month Ming, 10 Okt 2021
    • account_circle topik papua
    • visibility 295
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Kapolda Papua Irjen Polisi Mathius D Fakhiri berkesempatan menyaksikan langsung pertandingan babak final hockey indoor putra di Venue Hockey Indoor, Kampung Doyo Lama, Sentani, Jayapura, Papua Minggu (10/10/2021). Pertandingan babak final ini sang tuan rumah Papua menjamu lawannya Tim Jawa Barat. Hadir dalam kegiatan yakni Anggota Komisi V DPR Provinsi Papua, Jack […]

  • Hari Pelanggan Nasional, Astra Motor Papua Beri Promo dan Berbagi Tanaman

    Hari Pelanggan Nasional, Astra Motor Papua Beri Promo dan Berbagi Tanaman

    • calendar_month Rab, 6 Sep 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 92
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Astra Motor Papua selaku main dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Papua dan Papua Barat memberikan apresiasi kepada para pelanggan dalam peringatan Hari Pelanggan Nasional yang jatuh pada 4 September 2023 lalu. Pembagian tanaman hingga promo diberikan pada para pelanggan. Kepala Astra Motor Papua, Thomas Pradu mengungkapkan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan […]

  • Dalam 8 Bulan, Polresta Jayapura Kota Berhasil Ungkap 47 Kasus Narkoba

    Dalam 8 Bulan, Polresta Jayapura Kota Berhasil Ungkap 47 Kasus Narkoba

    • calendar_month Sen, 7 Sep 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 627
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com,  –  Setidaknya 54 pelaku berhasil tangkap dan diproses  Satuan Reserse Narkoba, dalam pengungkapan 47 kasus peredaran narkotika dan minuman keras lokal di wilayah Hukum Polresta Jayapura Kota. Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas menyebut para pelaku tersebut, salah satu perempuan dan tiga warga negara PNG. “ Jadi selama 8 bulan ini kami […]

  • DPRD Sebut Ada Bekingan Oknum Aparat Dibalik Maraknya Aktifitas Judi dan Milo di Wamena

    DPRD Sebut Ada Bekingan Oknum Aparat Dibalik Maraknya Aktifitas Judi dan Milo di Wamena

    • calendar_month Ming, 15 Mei 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 562
    • 0Komentar

    Wamena, Topikpapua.com, – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Jayawijaya, Matias Tabuni turut berkomentar terkait pemberitaan maraknya lokasi perjudian dan penjualan minuman keras lokal (milo) di Kota Wamena. Matias tak menampik bahwa praktik judi dan penjualan miras lokal sangat memprihatinkan karena menyebar di semua penjuru tempat, di ibu kota Kabupaten Jayawijaya ini. “Iya di Wamena […]

  • Agustus, Terjadi Perbedaan Jumlah Penumpang Laut di Dua Pelabuhan Papua

    Agustus, Terjadi Perbedaan Jumlah Penumpang Laut di Dua Pelabuhan Papua

    • calendar_month Sab, 6 Okt 2018
    • account_circle topik papua
    • visibility 516
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, terdapat perbedaan dalam jumlah penumpang angkutan laut di dua pelabuhan Papua, Jayapura dan Merauke per bulan Agustus 2018. Dilihat menurut pelabuhan, jumlah penumpang yang berangkat melalui Pelabuhan Jayapura tercatat sebanyak 8.179 orang atau turun 24,69 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya yang sebanyak […]

  • Doa Warga Pengungsi Kiwirok Terkabul,  Bisa Rayakan Natal di Kampung Halaman 

    Doa Warga Pengungsi Kiwirok Terkabul,  Bisa Rayakan Natal di Kampung Halaman 

    • calendar_month Sen, 21 Nov 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Masyarakat Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, yang kini mengungsi di Kampung Kutdol, Oksibil tengah diliputi rasa bahagia. Bagaimana tidak, doa dan harapan mereka terkabul yaitu dapat merayakan Hari Natal bersama keluarga tercinta di kampung halamannya di Kiwirok, pada 25 Desember 2022. Diketahui, selama 14 bulan atau 428 hari warga Kiwirok ini meninggalkan […]

expand_less