Pangdam Kerahkan 1 SSK Anggota TNI dari Jayapura untuk Bekap Polres dan Kodim di Wamena
- account_circle topik papua
- calendar_month Sen, 27 Feb 2023
- visibility 119
- comment 0 komentar

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI M Saleh Mustafa (tengah)lala
Wamena, Topikpapua.com, -Personel TNI sebanyak 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) akan didatangkan dari Jayapura, Papua, ke Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, guna membekap Polri dan Kodim 1702/Jayawijaya dalam penanganan keamanan wilayah yang masih rawan kondusif pasca aksi kerusuhan yang terjadi pada Kamis (23/2/2023) yang menyebabkan 11 warga meninggal dunia, dan kemudian penganiayaan oleh orang tak dikenal (OTK) terhadap 2 warga pada Minggu (26/2/2023) malam.
“Tadi saya sudah koordinasi dengan Danrem 172/PWY untuk kita datangkan bantuan 1 SSK lagi dari Jayapura,” kata Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa di Makodim Jayawijaya, Senin (27/2/2023).
Menurut Pangdam Saleh, saat ini jumlah pasukan yang ada di Wamena ada sebanyak 4 SSK.
“Ya, kita semua berharap kehadiran 1 SSK lagi bisa lebih memperkuat pasukan di sini untuk mengamankan wilayah pasca aksi-aksi yang terjadi,” katanya.
Sebelumnya diberitakan kerusuhan terjadi diSinakma, Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya pada Kamis (23/2/2023) sore.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ignatius Benny Prabowo mengatakan kericuhan dipicu adanya isu penculikan anak. Warga yang termakan isu tersebut lantas menyerang sebuah mobil yang diduga adalah pelaku penculikan.
“Mendapat laporan anggota Polres Jayawijaya langsung mendatangi TKP, namun anggota kita malah diserang oleh massa,” ungkap Kombes Benny, Kamis (23/2/2023).
Menurut Benny, massa juga sempat membakar beberapa rumah dan ruko milik warga,” Aparat keamanan yang ada disana lalu mencoba membubarkan massa dengan tembakan peringatan, massa bukannya bubar tapi malah menyerang aparat dengan panah dan lemparan batu,” jelas Benny.
Empat hari kemudian di Minggu (26/2/2023) kemarin malam, dua kasus penganiayaan tehadap warga oleh OTK terjadi di dua tempat berbeda dalam waktu yang berdekatan.
Penganiayaan tersebut menambah kerawanan sitausi, dan warga yang mengungsi pun semakin bertambah. (LS)
- Penulis: topik papua




