Pangdam Cenderawasih : TNI Polri Bekerja untuk Kepentingan Negara dan Selamatkan Nyawa Manusia
- account_circle topik papua
- calendar_month Sab, 11 Feb 2023
- visibility 90
- comment 0 komentar

Personel Gabungan saat evakuasi warga Paro ke Kenyam/istimewa
Mimika, Topikpapua.com, – Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menyampaikan soal sejauh mana penanganan kejadian pembakaran pesawat Susi Air di Bandara Paro Kabupaten Nduga.
Pada prinsipnya, kata Pangdam, TNI- Polri bekerja atas kepentingan negara dalam penanganan kasus Paro beberapa lalu, di mana melibatkan Para Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh masyarakat beserta Pemerintah Daerah yang bertujuan hanya satu, yaitu menyelamatkan nyawa manusia karena aspek kemanusiaan
“Dalam waktu beberapa hari lalu sampai sekarang kami telah melaksanakan operasi kemanusiaan yaitu menolong saudara-saudara kita yang melaksanakan eskodus dari Paro menuju Kenyam,” kata Pangdam dalam jumpa pers, Jumat (10/2/2023).
Mengenai pesawat Susi Air yang terbakar, terdapat isu-isu yang beredar bahwa ada 15 orang yang diancam oleh Egianus Kagoya, namun semuanya sudah dapat dievakuasi dengan selamat.
“Namun 1 personel pilot masih diduga bersama kelompok KST dan kita terus melakukan pencarian, sesuai dengan kondisi di lapangan,” jelas Pangdam.
Sementara itu di tempat yang sama, Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O. Sembiring menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penyelamatan nyawa manusia, bahwkan sampai berjalan kaki dari wilayah Paro menuju ke Distrik Kenyam.
“Masyarakat yang keluar ini karena takut terancam akibat aksi teror yang dilakukan oleh kelompok Egianus Kogoya yaitu dengan membakar pesawat dan diduga juga Egianus Kogoya membawa pilot Pesawat Susi Air,” katanya.
Menurut Danrem, masyarakat ini ada yang sakit, ada yang tidak kuat, bahkan ada anak kecil yang sudah kelelahan berjalan sekitar dua hari berada di hutan. Sehingg Bupati meminta bantuan kepada TNI-Polri untuk menyelamatkan mereka sebagai wujud rasa kemanusiaan.
“Sekali lagi tidak ada operasi TNI saat ini yang dilakukan di wilayah Paro yang mengancam membunuh masyarakat dan membuat masyarakat takut dan lari keluar dari Paro. Semua itu tidak benar. Jika ada pihak-pihak yang menyatakan seperti itu, maka itu adalah upaya provokasi gerombolan KST dan simpatisannya,” tegas Danrem.
Demikian pula, selama Kepemimpinan Bupati Ndugai, sambung Danrem, juga tidak ada yang namanya pemerkosaan dan pembunuhan masyarakat sipil.
“Jadi jika ada kelompok-kelompok yang menyatakan hal tersebut, maka itulah upaya provokasi dan memutar balikkan fakta. Sekali lagi jika ini terus dilakukan ini bisa melanggar undang-undang,” tandasnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




