Sudah 362 Orang Positif C-19 di Papua, Hari ini 19 Kasus Baru dari Jayapura
- account_circle topik papua
- calendar_month Sab, 16 Mei 2020
- visibility 883
- comment 0 komentar

Infografis Perkembangan kasus Covid-19 di Papua Tanggal 16 Mei 2020 / SC-19P
Jayapura, Topikpapua.com, – Satgas Covid-19 Papua hari ini mengumumkan adanya penambahan 19 kasus baru di Papua. Dengan tambahan 19 kasus maka total komulatif pasien positif di papua hingga pukul 18.00 Wit sebanyak 362 Kasus.
Jubir Satgas Covid-19 Papua, Dokter Silwanus Sumule mengatakan penambahan 19 kasus baru berasal dari Kota dan Kabupaten Jayapura.
“ Hari ini penambahanan 19 kasus baru yaitu dari Kota Jayapura sebanyak 15 kasus dan kabupaten Jayapura sebanyak 4 kasus, “Kata Sumule kepada Pers, Sabtu (16/05/20).
Dijelaskan Sumule dari 19 kasus baru hari ini, 11 orang diantaranya adalah tahanan polresta Jayapura yang saat ini sedang di rawat di Rumah sakit Bhayangkara Jayapura.
“Saat ini ke sebelas tahanan yang positif tersebut masih dirawat di rumah sakit bhayangkara, namun tadi kita rapat memang ada rencana untuk memindahkan mereka ke rumah sakit Jiwa, karena disana masih banyak ruangan yang kosong, “Jelas Sumule.
Dengan adanya temuan 11 kasus tahanan positif Covid ini, Sumule berharap agar semua kabupaten/kota di Papua agar melakukan rapid kepada seluruh tahanan yang ada di Polres.
“Ini masalah yang tak boleh kita sepelekan ya.., kita tau sendiri kalau di dalam tahanan ini situasinya seperti apa, kontak erat antara sesama tahanan sangat besar sekali terjadi disana, sehingga penyebarannya pun sangat mungkin, sehingga kita meminta semua tahanan di polres di Papua agar bisa di rapid, “Beber Sumule.
Sebagai langkah awal, sumule mengaku akan di mulai dengan lima kabupaten/kota yang angka covidnya tinggi, “kota jayapura, kabupaten jayapura, Mimika, Merauke, Biak dan Nabire, mungkin dimulai dulu dari 5 daerah tersebut, nanti bisa di lanjutkan dengan daerah lainnya,”Kata Sumule.
Diungkapkannya, pada kasus tahanan positif terjadi karena ada penyebaran lokal, baik itu dari keluarga yang mengunjungi atau dari tahanan baru.
“Memang ya mereka itu terkesan terisolasi karena berada dalam tahanan, tapi tiap hari kan ada keluarga yang datang jenguk, atau ada tahanan baru yang masuk, kalau ada diantara mereka yang datang terinfeksi dan lakukan kontak dengan salah satu tahanan, maka semua tahanan di dalam bisa terinfeksi juga, “Beber Sumule.
Berkaca dari kasus 11 tahanan polresta yang positif, Sumule berharap agar segera di lakukan rapid test massal kepada kelompok orang yang sifatnya selalu bersama-sama dalam suatu kawasan tertentu.
“ Semisal asrama mahasiswa, Sekolah kepolisian atau sekolah TNI yang di Rindam, itukan sifatnya ada banyak orang yang berkelompok dalam suatu kawasan tertentu dan agak sulit untuk menjaga yang namanya sosial serta fisical distancing, makanya kami sarankan agar kelompok-kelompok tersebut juga di rapid, “Pungkas dokter Sumule.
Tetap di dalam rumah, bila terpaksa harus keluar rumah selalu gunakan masker, hindari kerumunan, jaga jarak dan hindari kontak dengan orang di luar rumah, jaga kebersihan lingkungan, selalu cuci tangan. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




