Pers conference virtual Kejati Papua / ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua tengah melakukan penyidikan terhadap dugaan kasus korupsi pengadaan obat di Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Papua. Nilai kerugian negara atas kasus tersebut ditaksir mencapai Rp 5 miliar.

Kepala Kejati Papua, Nicolaus Kondomo menjelaskan kasus ini dalam tahap pemeriksaan saksi, dugaan sementara atas pengadaan obat tanpa ijin edar dan tidak melalui prosedur.

Baca Juga : Kejati Papua ‘Endus’ Dugaan Korupsi Senilai 4 M di Dinas PPAD Papua

“Dugaan kasus korupsi di KPA Papua dengan pengadaan obat yang tidak ada izin edarnya. Pembelian tanpa prosedur lelang, itu membahayakan kesehatan orang,” ujar Nicolaus Kondomo, melalui keterangan pers virtual usai perayaan HUT Kejaksaan ke-61, Kamis (22/07/21).

Menurut Kondomo, kasus tersebut terjadi pada tahun anggaran 2019 dan Hingga kini Kejati telah memeriksa beberapa saksi dari berbagai macam pihak.

Baca Juga : Peringati HBA ke-61, Kejati Papua Bagikan 500 Paket Sembako dan Gelar Vaksinasi Massal

“Enam orang sudah diperiksa dari Balai POM, inspektorat dan KPA, mengenai penetapan tersangka, belum dapat kita pastikan,kitaperiksa dulu,” kata dia.

Sementara Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Papua, Alex Sinuraya, menyebut sumber anggaran yang diduga dikorupsi berasal dari dana hibah Pemerintah Provinsi Papua.

“Itu total dana hibahnya Rp 20 miliar, dugaan kerugian negara Rp 5 miliar,” kata Alex. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here