Kepala Kejati Papua, Nikolaus Kondomo saat memberikan keterangan pers / Nug

Jayapura, Topikpapua.com, – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua tengah menyelidiki dugaan penggunaan dana Otonomi Khusus (Otsus) di Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Papua, yang tidak sesuai prosedur.

Kerugian negara akibat kasus tersebut diperkirakan mencapai Rp 4 miliar.

“Ini penyelidikan intel yang naik ke penyelidikan khusus penggunaan dana anggaran tahun 2020 yang bersumber dari dana Otsus di DPPAD Papua. Ada dana sekitar Rp 4 miliar yang diindikasikan melalui pemeriksaan yang dicairkan tidak melalui prosedur,” ujar Kepala Kejati Papua, Nikolaus Kondomo, di Jayapura, Senin (08/03/21).

Menutrut Kondomo, hingga kini pihaknya sudah memeriksa 18 orang saksi, termasuk Kepala DPPAD Papua, Christian Sohilait.

“18 orang dilingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Papua sudah diminta keterangan. Nantinya kami akan kembangkan lagi,” kata Kondomo.

Penyelidikan atas kasus tersebut, sambung Nikolaus, masih akan berkembang dan motifnya akan segera diketahui.

Dari penyelidikan awal, diduga ada penggunaan dana yang tidak sesuai prosedur dan tidak sesuai peruntukan.

“Uang itu dicairkan tanpa prosedur, bahkan dipergunakan tidak sesuai dengan peruntukannya sesuai DPA,” Jelas Nikolaus.

Sementara Kepala DPPAD Papua, Christian Sohilait, ketika dihubungi melalui pesan singkat, menolak untuk memberikan tanggapan atas kasus tersebut. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here