Ini Cerita Para Relawan di Papua, Usai di Suntik Vaksin Sinovak

0
Pangdam XVII/ Cenderawasih, Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono saat di vaksin / Nug

Jayapura, Topikpapua.com, – Jumat, 15 Januari 2021 Pemerintah Provinsi Papua mencanangkan Vaksinasi covid-19. Sebanyak 20 relawan mengajukan diri untuk di vaksin, mulai dari Pangdam Cenderawasih hingga jurnalis.

Pencanangan vaksin covid-19 berlangsung di halaman RSUD Jayapura, Jumat (15/01/21) pagi.

Baca JugaSuntik Diri Sendiri, dr.Aaron jadi Orang Pertama di Papua yang Terima Vaksin Sinovak

Penyuntikan vaksin perdana dimulai oleh Pangdam Cenderawasih, Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono, kemudian Kepala Dinas Pendidikan, Christian Sohilait, lalu Kasdam Cenderawasih, Brigjen TNI Bambang Trisnohadi, disusul pejabat TNI Polri, dan relawan lainnya.

Pangdam Cenderawasih, Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono usai di vaksin, mengaku baik baik saja. Dirinya mengaku mengajukan diri sebagai relawan karena ingin menunjukkan kepada masyarakat Papua bahwa vaksin sinovak aman dan halal.

Baca JugaPemkot Jayapura Siapkan Layanan Online bagi Warga yang Bersedia di Vaksin

“Setelah di vaksin biasa aja, efeknya sama saja kalau habis disuntik cacar, mengapa saya mau divaksin..? ya.., Ini kan program pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran covid, Sehingga semua masyarakat harus mendapatkan vaksin, dengan harapan jika semua terima vaksin, maka kita akan kebal dengan penularan covid, kita akan bisa bekerja sehingga ekonomi akan berjalan,” Ungkap Pangdam.

Pangdam juga berpesan agar masyarakat tidak mempercayai berita hoax di medsos terkait vaksin Sinovak.

“Janga percaya hoax denga berita yang tidak benar di medsos, percayalah pada berita resmi pemerintah, bahwa vaksin ini sangat berguna untuk memutus mata rantai. Makanya masyarakat harus berbondong bondong terima vaksin,”pesan Pangdam.

Kadis Pendidikan Provinsi Papua, Christia Sohilait sat di Vaksin / Nug

Sementara itu, Kadis Pendidikan Provinsi Papua, Christia Sohilait mengungkapkan bila dirinya sedikit grogi saat hendak  di vaksin, namun setelah melewati proses tensi tekanan darah, scrining kesehatan dan wawancara singkat dengan petugas kesehatan dirinya menjadi yakin untuk di vaksin.

“Awalnya sedikit grogi ya.., dan saya pikir itu manusiawai karena ini barang baru bagi kita, namun setelah melewati semua proses pemeriksaan saya menjadi yakin. Saat di vaksin rasanya seperti di gigit nyamuk, setelah itu biasa saja, “Ungkap Chistian.

Baca JugaKomisi C DPRD Lanny Jaya Menolak Vaksin Covid-19

Christian mengaku ikut dalam 20 relawan penerima vaksin pertama di Papua karena merasa bertanggung jawab sebagai pejabat publik memutuskan mata rantai penyebaran virus corona di papua.

“Saya ini kan kepala dinas Pendidikan di papua,  bawahan saya ada sekitar 24 ribu guru dan mereka akan berinteraksi dengan hampir 700 ribuan murid, saya sebagai pimpinan harus memberi contoh bagi mereka semua, sehingga saat mereka mendaat giliran di vaksin, mereka tak ragu lagi karena saya selaku pimpinan sudah memberi contoh, “Beber Christian.

Dirinya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat papua agar ikut program vaksinasi ini, “ Mari kita menjaga imunitas tubuh kita terhadap virus corona, salah satunya dengan di vaksin, kalau kita sudah kebal, maka kita tak akan menjadi sarana untuk menyebarkan virus ini kepada orang lain, “Ujarnya.

Wartawan Kompas.com wilayah Papua, Dhias Suwandi saat di vaksin / ist

Selain para pejabat Publik, seorang wartawan asal media kompas.com, Dhias Suwandi juga ambil bagian sebagai relawan. Dias mengaku bersedia di vaksin karena profesinya selalu memaksa untuk bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang.

“Saya ini sehari-hari meliput mau tidak mau harus ketemu dengan banyak orang, makanya ketika ada kesempatan untuk di vaksin saya pikir ini baik buat saya dan juga buat orang lain yang nantinya saya temui, makanya saya ajukan diri juga untuk di vaksin, “Ungkap Dhias.

Baca JugaHMPJ Tolak Pelaksanaan Vaksin Covid-19 di Jayawijaya

Dhias juga mengaku dengan ikut berpartisipasi menjadi relawan bisa mematahkan banyaknya kontroversi di medsos terkait keamanan vaksin Sinovak.

“alasan lain, saya ingin ikut berperan mematahkan banyaknya kontroversi di medsos tentang keamanan vaksin, karena dibutuhkan banyak orang yang terlibat, sehingga masyarakat percaya kalau vaksin ini aman” kata dia. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here