Terbang ke Puncak Papua, Menko PMK dan Kepala BNPB Gunakan Rompi Anti Peluru
- account_circle topik papua
- calendar_month Kamis, 3 Agt 2023
- visibility 301
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat dipasangkan rompi anti peluru/ Foto: Diskominfo Puncak
Timika, Topikpapua.com – Menteri koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy dan Kepala BNPB Letjen Suharyanto berangkat dari Timika menuju lokasi penampungan logistik bencana kelaparan di Distrik Sinak Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Kamis (3/8/2023).
Distrik Sinak menjadi posko penanggulangan bencana kelaparan untuk warga di Distrik Agandugume, Oneri dan Distrik Lambewi karena letaknya terdekat dari tiga lokasi bencana tersebut.
Terbang ke Sinak, Rombongan Menteri PMK dan Bupati Puncak menggunakan 2 pesawat jenis caravan. Sebelum bertolak ke Distrik Sinak, Menko PMK, Muhadjir Effendy dan Kepala BNPB, Letjen Suharyanto dibekali rompi anti peluru milik TNI dan Polri, Pasalnya Distrik Sinak menjadi salah satu wilayah di Kabupaten Puncak yang rawan ganggu kelompok bersenjata.
Rombongan Menteri PMK mengunjungi Distrik Sinak guna meninjau secara langsung kondisi warga yang sebelumnya memilih mengungsi dari 3 Distrik terdampak ke Distrik Sinak. Selain itu rombongan Menteri PMK juga akan meninjau logistik bantuan yang sebelumnua telah di distribusikan dari timika ke Sinak.
Paska-bencana kelaparan akibat cuaca ekstrim di Puncak, sejumlah bantuan telah disalurkan, baik dari pemerintah pusat maupun dari pihak swasta. Semua bantuan yang awalnya di distribusilan ke Timika sudah di terbangkan ke Distrik Sinak yang selanjutnya akan di salurkan ke 3 Distrik terdampak.
Sedangkan pendistribusian dari Sinak ke 3 Distrik terdampak hanya bisa dilakukan lewat jalur udara dengan pesawat berbadan kecil dan telah dilakukan sejak tanggal 28 Juli 2023 hingga saat ini.
Seperti diketahui, ribuan warga yang berada di Distrik Agandugume, Oneri dan Distrik Lambew, di Kabupaten Puncak Papua Tengah dilanda bencana kelaparan akibat cuaca ekstrem sejak Mei 2023 lalu.
Bupati Puncak, Willem Wandik mengatakan ada enam warga dilaporkan meninggal dunia akibat dilanda kelaparan.
“Informasi yang saya terima enam orang yang dikabarkan meninggal dunia tersebut mengalami sakit, yang diduga akibat terdampak cuaca ekstrem. Warga yang meninggal, masing-masing tiga orang di distrik Agandugume dan 3 orang dari Distrik Lambewi,” ungkap Bupati Wandik lewat rilis yang diterima topikpapua.com, Kamis (27/7/2023) malam.
Menurut Wandik dari enam warga yang meninggal, 5 adalah orang dewasa dan 1 bayi.
“Lima orang dewasa, satu bayi yang baru dilahirkan. Mereka (korban red) rerata mengalami diare,” jelasnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua






Saat ini belum ada komentar