Kunjungan Gubernur Fakhiri ke Sarmi, Kepala BAPPERIDA: Fokus Perkuat Ekonomi Rakyat
- account_circle topik papua
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 66
- comment 0 komentar

Sarmi, Topikpapua.com, — Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Papua, Muflih Musaad, mengatakan kunjungan Gubernur Papua ke Kabupaten Sarmi memiliki arti penting bagi pengembangan perekonomian rakyat.
Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan langkah penting untuk memastikan program pembangunan daerah benar-benar menyentuh kebutuhan dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Kunjungan ini menjadi sangat penting bagi pemerintah Papua untuk melihat langsung kondisi masyarakat di Sarmi, sekaligus memastikan arah pembangunan berjalan sesuai kebutuhan riil di lapangan,” kata Muflih di Kabupaten Sarmi, Jumat (15/5/2026).

Dalam kunjungan itu, rombongan gubernur meninjau sejumlah wilayah mulai dari Distrik Bonggo, Pantai Timur hingga Sarmi Kota. Pemerintah menemukan besarnya potensi ekonomi masyarakat, terutama di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.
Menurut Muflih, hasil peninjauan lapangan tersebut akan menjadi dasar penyusunan program prioritas pemerintah daerah setelah pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
“Apa yang ditemukan di lapangan akan menjadi arahan langsung Bapak Gubernur untuk memperkuat program pembangunan yang sudah dirumuskan,” ujarnya.
Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Papua saat ini sedang melakukan harmonisasi program agar dapat dimasukkan dalam APBD Perubahan maupun APBD Tahun 2027.
Salah satu perhatian utama pemerintah, kata dia, adalah pengembangan ekonomi berbasis komoditas kelapa yang dinilai memiliki potensi besar di Kabupaten Sarmi.
Saat meninjau Papua Home Industri Kelapa (PHIKO), pemerintah melihat aktivitas produksi minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO) yang mulai dikembangkan masyarakat meski masih dalam skala terbatas.

“Masyarakat punya semangat tinggi untuk mengembangkan ekonomi melalui pengolahan sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah, Namun, warga juga menyampaikan sejumlah persoalan seperti harga kelapa yang belum stabil serta keterbatasan jalan produksi menuju lokasi perkebunan,” jelasnya.
Muflih menyebut Gubernur Papua telah meminta seluruh aspirasi masyarakat segera ditindaklanjuti melalui program pemerintah provinsi.
Selain pembangunan jalan produksi, pemerintah juga menyiapkan penguatan industri PHIKO melalui modernisasi alat produksi dan mekanisasi guna meningkatkan produktivitas masyarakat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan perkebunan rakyat, Pemerintah Provinsi Papua menyerahkan bantuan 3.500 bibit kelapa hibrida kepada masyarakat Kabupaten Sarmi.
“Bibit kelapa hibrida ini memiliki masa panen relatif cepat sekitar 2,5 tahun sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan ekonomi masyarakat,” ujar Muflih. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




