Ketua Himpunan Mahasiswa Pelajar Jayawijaya (HMPJ), Alber Kalolik/ AW

Jayapura, Topikpapua.com, – Himpunan Mahasiswa Pelajar Jayawijaya (HMPJ) kota study Jayapura dengan tegas menolak pelaksanaan vaksinasi covid-19 di kabupaten Jayawijaya.

Menurut Ketua HMPJ, Alber Kalolik hingga kini angka kesembuhan covid-19 di Papua, khususnya di kabupaten Jayawijaya sudah meningkat dan angka kematian tidak bertambah, sehingga menurutnya vaksinisasi tidak perlu lagi di lakukan.

“Untuk Jayawijaya kami menolak pengunaan Vaksin kepada masayarakat tanpa terkecuali, masyarakat sidah beraktifitas seperti biasa, jangan bikin susah masyarat lagi degan aturan-aturan pengunaan vaksin” kata alber lewat rilis yang di terima Reaksi Topik, Jumat (08/01/21).

Baca JugaVaksin Corona Tiba di Papua, Banyak Nakes yang Belum Mendaftar

Hal senada juga di sampaikan oleh Wakao Hubi, sebagai  Masayarakat Jayawijaya dirinya meminta agar pemerintah tidak memaksakan masyarakat untuk mengunakan  vaksin, “ segera kembalikan ke jakarta, kami punya hak untuk menerima dan menolak, pemerintah tidak bisa menipu-nipu kami” Tukas Wakao.

Menanggapi hal tersebut Ketua Harian Tim Satgas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, William R Manderi mengaku wajar saja bila ada penolakan dari masyarakat.

“Saya kira itu hal yang wajar ya.., mengingat ini adalah hal yang baru, oleh sebab itu kita akan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana vaksin ini, “Kata William saat di konfirmasi Redaksi Topik, Jumat siang.

Baca JugaIni Jadwal Vaksin Covid-19 di Papua

William menjelaskan sosialisasi dimaksud adalah memberitahukan kepada masyarakat terkait Apa itu vaksin covid-19, kepada siapa vaksin ini bisa diberikan, untuk apa vaksin ini diberikan dan sebagainya, “sehingga ketika masyarakat mengerti maka mereka bisa menerima vaksinasi tersebut, “Tambahnya.

Sebagai langkah awal, William mengaku akan menyuntikkan vaksin pertama kepada 10 orang relawan sebagai contoh.

“Kitajuga tidak akan langsung memberikan vaksin itu kepada masyarakat bawah, tapi kita lakukan dulu kepada beberapa volounter (relawan) di provinsi sebagai contoh, sehingga masyarakat tidak kuatir dan percaya bahwa vaksin yang diberikan pemerintah ini aman, “Jelas William. (AW/RT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here