Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano / ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Ketua Umum Tim Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano mulai geram dengan sikap plin-plan Bank Papua yang terkesan menghindar dari Manajemen Persipura terkait urusan dana sponsorship dari bank Papua kepada Mutiara Hitam.

BTM sapaan akrab Benhur mengaku Pihaknya telah berupaya untuk bertemu manajemen Bank Papua untuk membahas perihal dana Sponsorship tersebut, bahkan menurut BTM manajemen Persipura telah tiga kali bersurat, namun tidak direspon.

Baca JugaIni Alasan Bank Papua Tak Lunasi Dana Sponsorship Persipura

“Kami sayangkan sikap Bank Papua , kenapa tiga kali kami kirim surat, pertama tanggal 28 april, berikut 16 oktober dan 23 desember 2020 , kami minta ketemu untuk duduk bicara dan jelaskan, namun surat kami tidak dijawab dan tidak direspon bank Papua, “Ungkap BTM lewat Rilis yang diterima Redaksi Topik, Minggu (10/01/21) malam.

Menurut BTM, perihal surat permintaan bertemu tersebut bertujuan agar manajemen Persipura bisa berdiskusi terkait Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Bank Papua di masa covid-19.

“Niat Kami baik.., ingin cari jalan keluar soal PKS di masa covid-19 ini solusinya bagaimana, namun surat kami tidak di respon bahkan tiba-tiba kami dapat surat bahwa Bank Papua putuskan tidak bantu kami, ya.., kami putuskan hentikan Tim Persipura,”Jelas BTM.

Baca JugaMulai 6 Januari 2021, Persipura Jayapura Resmi Dibekukan

BTM juga menyesalkan sikap Bank Papua yang hanya memberikan informasi kepada public terkait PKS di pasal 3, sementara menurutnya, ada pasal 9 tentang adendum yang bisa menjadi jalan keluar untuk masalah sponsorship di masa covid-19.

“ Mengapa Bank Papua hanya berpegang pada pasal 3 saja, kan ada pasal 9 tentang Adendum, yang saya pikir kalau kita bicarakan baik-baik bisa menjadi solusi bersama, “Jelasnya.

Diungkapkan BTM, seandainya Bank Papua mau duduk bicara soal pasal 9 yang berisi adendum maka kemungkinan masalahnya tidak akan sebesar ini.

Baca JugaDana Sponsor Persipura dari Bank Papua Belum cair, Ini Ultimatum BTM..!

“kalau bank Papua respon surat kami, dan bertemu duduk bicara soal adendum, hal ini tidak akan seperti ini, ada apa dengan bank papua..?, Sekarang mereka bilang bikin proposal baru, kita bukan pengemis.., “Tukas BTM.

Orang nomor satu di Kota Jayapura tersebut juga mengaku geram dengan sikap para nitizen di media sosial yang berkoar-koar menyalahkan manajemen Persipura, padahal tidak mengerti duduk persoalan yang sebenarnya.

“Banyak orang yang tidak tau masalah bicara di media sosial, caci maki kami manajemen, caci-maki saya sebagai ketua umum, masalah ini bahkan sudah menjadi masalah nasional, Bank Papua harus bertanggung jawab, Kami sangat menyesal dengan sikap Bank Papua “Tegasnya. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here