Ketua Umum Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano didampingi Direktur Bank Papua dan Direktur PT Persipura Jayapura/ Offisial Persipura

Jayapura, Topikpapua.com, – Ketua Umum Tim Persipura Jayapura, Benhur Tomi Mano menyampaikan, sejak 06 Desember 2021, Tim kebanggaan Masyarakat Papua, Persipura Jayapura resmi dibekukan.

“Hari ini Rabu, 6 Januari 2021, Kami putuskan Persipura Jayapura Hentikan seluruh aktifitas, situasi finansial semakin sulit bagi kami untuk terus membayar gaji pemain, pelatih dan seluruh ofisial, “Kata BTM sapaan akrap Benhur kepada Pers, Rabu (06/01/21)

Baca JugaDana Sponsor Persipura dari Bank Papua Belum cair, Ini Ultimatum BTM..!

Pembekuan tim Persipura ini, menurut BTM lantaran bank Papua sebagai salah satu sponsorship Persipura memastikan tak lagi membayar uang sisa sponsorship mereka sebesar 5 milyar rupiah.

“Bank Papua sudah memastikan bahwa mereka tidak dapat membayarkan sisa kontrak yaitu 5 Miliar, jadi terhitung sejak kompetisi terhenti bulan maret tahun lalu, Persipura Jayapura hanya disokong oleh PT. Freeport, Kuku Bima, dan Anggaran dari Manajemen, walaupun kompetisi tidak berjalan, tetapi Kami tetap membayar gaji seluruh pemain, pelatih dan ofisial, “Beber BTM.

Baca JugaAFC Cup, Persipura : Kami Lolos Sesuai Aturan Bukan Mengganti Persija

BTM yang juga adalah Walikota Jayapura mengaku sangat menyayangkan situasi ini, pasalnya Persipura dan Bali United dijadwalkan pada tahun 2021, akan mengikuti AFC Cup mewakili Indonesia.

“Kami sangat sayangkan situasi ini, padahal kita punya kesempatan untuk berlaga di AFC CUP 2021, karena tidak mungkin kita paksakan tim berjalan tanpa membayar gaji pemain, pelatih dan ofisial, “Ungkap BTM.

Baca JugaKepastian Liga Belum Jelas, BTM : Tim Persipura Tidak Dibubarkan..!

Diakui Benhur, pihaknya sempat kaget dengan keputusan yang diambil bank Papua, karena sebelumnya oleh Komisaris utama bank papua menyatakan akan tetap ada dana untuk pembinaan pemain Persipura walaupun kompetisi tidak berjalan.

“Kami sebenarnya sudah beberapa kali meminta kejelasan dan kepastian dari Bank Papua, tetapi baru hari ini (06/01/21) mereka nyatakan tidak membayar, seandainya sejak awal disampaikan mungkin kita akan mencari jalan lain sebagai solusi, jadi selama ini kita digantung-gantung terus untuk sesuatu yang ternyata tidak jelas, kita di PHP berbulan – bulan, “Beber BTM.

BTM juga menjelaskan bila pihaknya belum bisa memastikan sampai kapan Tim Mutiara hitam akan dibekukan, “Jadi setelah menerima surat dari Bank Papua tadi, kami langsung rapat manajemen dan diputuskan untuk hentikan seluruh aktifitas tim yang  selama ini tim tetap berlatih secara virtual, tetapi sejak saat ini, semua kegiatan dihentikan, sampai kapan..? Sampai kita dapat dukungan sponsor yang jelas dan pasti, “Pungkas BTM. (Redaksi Topik)

3 KOMENTAR

  1. TDK bagus sekali bank papua lebih baik cabut tidak ada namanya bank Papua, sangat merugikan masyarakat Papua dan generasi muda papua

    Tidak akan ada sepakbola dari Indonesia timur lebih khususnya papua ,
    Persiwa Wamena hancur perseruwi hancur sekarang Persipura Jayapura juga hancur

    Tidak bagus sekali bank Papua

  2. WALI KOTA JAYAPURA KENA HUKUM KARMA. MAKANYA JANGAN MENJUAL ATAS NAMA RAKYAT UNTUK KEPENTINGAN POLITIK ATAS NAMA RAKYAT SAIRERI.

  3. Bank Papua milik rakyat papua bukan milik Kota Jayapura. Sebagaimana politik yg dimainkan melalui olahraga. Kedepannya siapa pun Manajemen Persipura jangan sampai membawa Persipura dalam ajang politik, inilah hasilnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here