Fraksi BTI DPRD Jayapura Tindak Lanjut Aspirasi 3 RT di Toladan Sentani
- account_circle topik papua
- calendar_month Rab, 10 Jun 2020
- visibility 221
- comment 0 komentar

Fraksi Bhineka Tunggal Ika DPRD Jayapura, saat menerima perwakilan warga 3 RT Toladan Sentani/Irf
Jayapura, Topikpapua.com – Fraksi Bhinneka Tunggal Ika (BTI) DPRD Kabupaten Jayapura agendakan pembentukan pansus, terkait aspirasi bantuan dampak Corona yang tidak merata di Kabupaten Jayapura.
kata Ketua Fraksi BTI DPRD Kabupaten Jayapura, H. Wagus Hidayat, SE mengatakan, pihaknya telah menerima masukan dari banyak waga, dimana ada berbagai persoalan terutama masalah bantuan sosial, baik itu berupa sembako maupun BST yang tidak tersalurkan secara merata di kalangan masyarakat.
“Kami dari DPRD berencana akan membuat panitia khusus (Pansus) dalam waktu dekat ini, kita akan pertanyakan ini kepada pihak eksecutive termasuk pihak-pihak yang terkait langsung dengan bantuan sosial ini, apa persoalannya dan kenapa bantuan ini tidak merata,” kata H. Wagus Hidayat, SE, kepada wartawan diruang rapat Fraksi BTI DPRD Kabupaten Jayapura, Selasa (9/6/2020) siang.
Menurut pria yang juga Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Jayapura itu, pembentukan tim itu nantinya menunggu penyusunan jadwal dalam agenda-agenda sidang DPRD Kabupaten Jayapura.
“Yang pasti keluhan dan aspirasi masyarkat tetap kami tindak lanjuti, dan sebagaimana prosedurnya, kami berkonsultasi dengan rekan-rekan dewan yang lain, terutama ketua DPRD, untuk selanjutnya membuat jadwal rapat dengar pendapat atau hearing kembali dengan OPD-OPD yang ada di lingkup Pekab Jayapura,” jelasnya.
Sebelumnya, warga dari 3 RT yang ada di RW II di Toladan Sentani mengadukan soal bantuan dampak Corona yang hingga saat ini belum diterima, baik bantuan tunai maupun sembako.
“ Jadi secara garis besar aduan mereka, tiap RT hanya diberikan bantuan sembako untuk tiga KK. Kemudian bantuan itu ada yang mengambil dan ada juga yang tidak datang ambil, karena mereka tidak mau terjadi fitnah dari warganya. Misalnya, di RT 02 yang tidak datang ambil karena jumlah KK nya itu sebanyak 180-an, sedangkan bantuan yang diberikan hanya untuk tiga KK saja,” kata Dayat. (Irf)
- Penulis: topik papua




