Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI DAN BISNIS » Cerita Moses Yigibalom dari Lanny Jaya, Bangun Peradaban Kopi Bersama PLN 

Cerita Moses Yigibalom dari Lanny Jaya, Bangun Peradaban Kopi Bersama PLN 

  • account_circle topik papua
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • visibility 90
  • comment 0 komentar

Lanny Jaya, Topikpapua.com, – Di balik hamparan udara dingin Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua Pegunungan, tersimpan kehangatan dari sebuah dedikasi panjang. Bagi keluarga Moses Yigibalom, segalanya bermula pada tahun 1985. Kala itu, bantuan bibit kopi dari pemerintah yang ditanam di lahan seluas 4,5 hektare tak sekadar tumbuh menjadi tanaman, tetapi menjelma menjadi urat nadi kehidupan.

Biji-biji kopi inilah yang membiayai langkah Moses hingga berhasil mengenyam pendidikan tinggi hingga ke kota yang dijuluki Paris Van Java. Alih-alih terbuai oleh kenyamanan kota besar, Moses memilih sebuah jalan sunyi untuk pulang dan membesarkan kopi warisan sang ayah.

“Dunia kopi bukan menjadi hal yang baru, karena sudah diselami sejak kecil mulai dengan cara merawat, membersihkan hingga menghasilkan green bean. Setelah kembali ke Lanny Jaya, saya fokus menekuni bidang perkopian hingga menjadi petani kopi sekaligus mengembangkan usaha jual beli kopi baik yang berbentuk biji maupun bubuk dengan nama brand “Lani Mendek” sejak tahun 2016 hingga sekarang,” papar Moses.

Tak ingin sukses sendirian, Moses memimpin Kelompok Tani Tiom yang beranggotakan 20 petani kopi untuk mengelola tanaman kopi dengan standar kualitas yang mampu bertarung di pasar luar. Namun, seiring dengan tumbuhnya semangat para petani, alam memberikan ujian yang cukup berat. Cuaca yang tak menentu di Lanny Jaya kerap menghancurkan hasil panen yang sedang dijemur menggunakan terpal secara terbuka di halaman.

“Dulu proses pengeringan menjadi sebuah pertaruhan melawan cuaca. Kondisi alam yang tak menentu memaksa kami menunggu hingga satu bulan lamanya agar kopi bisa kering sempurna. Saat pulang dan melihat hasil kopi berjamur kena hujan, semangat saya rasanya patah. Melihat jerih payah rekan-rekan petani terbuang percuma, benar-benar menjadi pergumulan dan menghadirkan air mata bagi saya,” kenang Moses.

Di tengah keputusasaan menghadapi tembok keterbatasan infrastruktur pascapanen tersebut, doa Moses dan para petani akhirnya terjawab. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT PLN (Persero) hadir membawa solusi konkret dengan membangun dome (rumah kaca) penjemuran permanen beratap ultraviolet (UV) untuk Kelompok Tani Tiom.

“Banyak hasil panen yang akhirnya berjamur dan terbuang percuma. Kondisi ini membuat pendapatan kami menjadi tidak pasti. Sebelumnya kami hanya mampu mengantongi pendapatan bersih sekitar Rp27 juta namun dengan dome pengeringan ini efeknya sangat terasa. Kualitas biji kopi nya meningkat dan risiko gagal panen menjadi minim. Sekarang pendapatan kami meningkat dan bisa meraup hingga Rp 40 juta dalam sekali panen,” ungkapnya.

Berkat ketekunan Moses dalam memaksimalkan fasilitas yang mumpuni dari PLN sejak tahun 2025 lalu, kualitas Kopi Lanny Jaya kini diakui luas. Hasil panen kelompok tani ini rutin menyuplai berbagai kedai kopi dan roastery ternama, seperti Highland Roastery dan berbagai kafe di Jayapura, Amungme Gold di Timika, hingga menembus pasar ibu kota melalui Gajah Mada Roaster di kawasan Pasar Senen, Jakarta.

Disisi lain, General Manager PT PLN (Persero) UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Romsaur menyampaikan rasa bangganya terhadap sosok penggerak seperti Moses Yigibalom. PLN selalu berkomitmen untuk hadir mendukung putra putri daerah yang memiliki visi untuk menyejahterakan masyarakat luas.

“Kami menyadari bahwa pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan pahlawan-pahlawan lokal di lapangan. Kisah Moses yang rela kembali untuk membangun daerahnya sangat menginspirasi. Kehadiran dome penjemuran kopi ini adalah wujud nyata komitmen PLN yang tidak sekadar menerangi Papua Pegunungan dengan listrik, tetapi juga membersamai para penggerak lokal untuk menerangi asa dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat secara nyata,” ujar Roberth.

Kini, dari balik dome penjemuran di Lanny Jaya, aroma kopi yang mengering sempurna terus tersebar, membawa cerita tentang seorang pemuda yang pantang menyerah untuk menyalakan asa. Ia membawa cerita tentang kerja keras, peningkatan kesejahteraan petani dan sebuah kolaborasi yang berhasil menyalakan harapan di pucuk pegunungan Papua. (Redaksi Topik)

 

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Papua Tengah Lepas Dua Pelajar Terpilih Jadi Calon Paskibraka Nasional 2024

    Pemprov Papua Tengah Lepas Dua Pelajar Terpilih Jadi Calon Paskibraka Nasional 2024

    • calendar_month Jum, 12 Jul 2024
    • account_circle topik papua
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Nabire, Topikpapua.com, – Dua pelajar asal Kabupaten Nabire, Papua Tengah,Joe Bayden Imanuel Kalem dan Bergitha Rabania Dimara berhasil terpilih menjadi calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional Tahun 2024. Pemerintah Provinsi Papua Tengah kemudian secara resmi melepas dua Calon anggota Paskibraka Nasional Tahun 2024 yang dipimpin Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Provinsi […]

  • Sumule : Analisis Pakar Kesehatan, Puncak Pandemi C-19 di Papua 450 Kasus

    Sumule : Analisis Pakar Kesehatan, Puncak Pandemi C-19 di Papua 450 Kasus

    • calendar_month Sab, 16 Mei 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 944
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Jubir Satgas Covid-19 Papua yang juga adalah sekretaris dinas kesehatan provinsi Papua, dokter Silwanus Sumule mengatakan berdasarkan analisis para pakar kesehatan di kemenkes RI, di perkirakan puncak penyebaran virus corona di Papua adalah 450 kasus. “Hari ini kita ada di angka 362 itu berarti masih kurang 88 kasus lagi barulah kita sampai […]

  • Genap 1 Tahun Pilot Susi Air Disandera KKB, Kapolda Papua : Selandia Baru Dukung NKRI

    Genap 1 Tahun Pilot Susi Air Disandera KKB, Kapolda Papua : Selandia Baru Dukung NKRI

    • calendar_month Rab, 7 Feb 2024
    • account_circle topik papua
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Hari ini genap sudah 1 Tahun pilot Susi Air, Capten Philip Mark Mahrtens disandera KKB pimpinan Egianus Kogoya. Kapten Philips disandera Sejak 7 Februari 2023 lalu. Kapolda Papua Irjen Mathius D. Fakhiri mengatakan hingga saat ini pihaknya masih terus berupaya untuk membebaskan pilot berkebangsaan Selandia Baru tersebut. “Kami aparat gabungan masih terus […]

  • Sudah Tiga Hari Warga Sentani Keluhkan BBM Langka

    Sudah Tiga Hari Warga Sentani Keluhkan BBM Langka

    • calendar_month Sen, 15 Nov 2021
    • account_circle topik papua
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Sentani, Topikpapua.com, – Warga Sentani, Kabupaten Jayapura sudah tiga hari ini (Sabtu-Senin) mengeluh kesulitan membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) setempat. Akibat kelangkaan solar tersebut, menyebabkan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Sentani. Tak hanya solar, sejumlah SPBU juga kehabisan stok BBM dexlite, pertalite, pertamax hingga […]

  • Sembuh dari Corona, Muklis : Kuncinya Jangan Cemas dan Selalu Bersyukur

    Sembuh dari Corona, Muklis : Kuncinya Jangan Cemas dan Selalu Bersyukur

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 833
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Muklis Atal adalah satu dari 33 pasien positif Covid-19 di Papua yang berhasil berjuang dan mengalahkan ganasnya virus corona. Kepada Redaksi Topik, Pria berusia 41 Tahun itu berbagi cerita bagaimana dirinya mengalahkan virus corona yang sempat menggerogoti paru-parunya. “ Saya dinyatakan positif virus corona pada tanggal 7 April 2020, sejak itu saya […]

  • Tabrak Mobil, Pengendara RX King Tewas di Ring Road

    Tabrak Mobil, Pengendara RX King Tewas di Ring Road

    • calendar_month Ming, 14 Nov 2021
    • account_circle topik papua
    • visibility 470
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com,- Sebuah sepeda motor Yamaha RX King tanpa memiliki plat nomor polisi yang dikendarai oleh seorang pemuda, Frans Lois (29) menabrak sebuah mobil Daihatsu Grand Max nomor polisi PA 8772 JK yang dikemudikan oleh Asis (63) di jembatan ring road Hamadi, Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Sabtu (13/11/2021) sekira pukul 00.30 WIT. Akibat kecelakaan tersebut, […]

expand_less