Sumule : Analisis Pakar Kesehatan, Puncak Pandemi C-19 di Papua 450 Kasus
- account_circle topik papua
- calendar_month Sab, 16 Mei 2020
- visibility 905
- comment 0 komentar

Illustrasi Pandemi Covid-19 di Provinsi Papua / ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Jubir Satgas Covid-19 Papua yang juga adalah sekretaris dinas kesehatan provinsi Papua, dokter Silwanus Sumule mengatakan berdasarkan analisis para pakar kesehatan di kemenkes RI, di perkirakan puncak penyebaran virus corona di Papua adalah 450 kasus.
“Hari ini kita ada di angka 362 itu berarti masih kurang 88 kasus lagi barulah kita sampai di puncak kasus covid-19 di Papua, jadi masih akan bertambah terus, namun saya yakin kita semua berharap tidak akan bertambah lagi ya.., “Kata Sumule kepada Pers, Sabtu (16/05/20).
Dijelaskan Sumule bila melihat situasi saat ini dirinya mengaku analisis para pakar kesehatan bisa saja salah, “angka itu keluar dengan analisis warga sudah bisa melakukan social dan fisical distansing dengan baik, namun bila tidak yaa.., mungkin saja puncak nya bisa lebih dari 450 kasus, “Jelas Sumule.
Untuk itu dirinya berharap agar masyarakat di papua untuk lebih tertib lagi dalam menjalankan protokol-protokol kesehatan serta mentaati himbauan pemerintah.
“Kita lihat saja di kota Jayapura misalnya, masih banyak warga yang keluar tanpa masker, masih banyak warga yang berkelompok dan tidak mengindahkan fisical distansing di tempat umum, seperti di supermarket dan pasar, ini kan bisa memicu penularan, “Bebernya.
Masalah lainnya adalah ketersediaan fasilitas di Rumah sakit, Sumule menjelaskan saat ini saja hampir semua rumah sakit di kota jayapura sudah menampung pasien covid-19, walau dengan fasilitas seadanya. Bila kasus positif naik lagi maka dikuatirkan kapasitas rumah sakit akan penuh untuk pasien covid-19.
“Maslah daya tampung rumah sakit ini kita ada beberapa strategi, diantaranya untuk pasien positif yang tanpa gejala kita minta agar isolasi mandiri dirumah, atau di tempat yang di siapkan pemerintah, pertanyaannya apakan masyarakat mau atau tidak, lalu apakah warga masyarakat di sekitar bisa menerima tidak..?, “Beber sumule.
Lanjutnya, Semua sudah kami lakukan, mulai dari yang lembut hingga nanti senin besok kita berlakukan pembatasan aktifitas hingga pukul dua siang dengan konsekuensi hukum bagi warga yang melanggar
“Namun saya mau katakan disini.., semua itu akan sia-sia bila masyarakat tidak tertib dalam melaksanakan social dan fisical distansing, Kuncinya harus ada kerjasama antar semua pihak, baik pemerintah, aparat dan masyarakat, “Pungkas Sumule.
Tetap di dalam rumah, bila terpaksa harus keluar rumah selalu gunakan masker, hindari kerumunan, jaga jarak dan hindari kontak dengan orang di luar rumah, jaga kebersihan lingkungan, selalu cuci tangan. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


