Perkuat Penyediaan Rupiah, Bank Indonesia Sambangi Tiga Wilayah 3T di Papua
- account_circle topik papua
- calendar_month Sel, 14 Apr 2026
- visibility 176
- comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua com, – Bank Indonesia Provinsi Papua terus memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, dan kondisi layak edar hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono mengatakan, Sepanjang Maret 2026, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua telah melaksanakan beberapa kali kegiatan Kas Keliling Luar Kota (KKLK) guna memenuhi kebutuhan masyarakat dalam aktivitas perekonomian sehari-hari.
” Pertama Kas Keliling Luar Kota (KKLK) untuk Distrik Senggi, Kabupatrn Keerom, Kegiatan KKLK tersebut dilaksanakan pada 5–7 Maret 2026. ini merupakan upaya nyata Pejuang Rupiah dalam memenuhi kebutuhan uang Rupiah di Kabupaten Keerom,” ungkap Warsono, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, Kegiatan tersebut ditempuh melalui jalur darat dengan medan yang cukup menantang. Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia juga memperkuat edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah.
Berikutnya, Kas Keliling Luar Kota (KKLK) Distrik Supiori Selatan, Kabupaten Supiori, Papua. Kegiatan KKLK yang dilaksanakan pada 10–11 Maret 2026 ini merupakan upaya nyata Pejuang Rupiah dalam memenuhi kebutuhan uang Rupiah di Kabupaten Supiori, khususnya Distrik Supiori Selatan.
Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia juga memperkuat edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah untuk mendorong pemerataan distribusi Uang Layak Edar (ULE) serta meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah.
” Di Supiori Kondisi geografis yang terpencil dan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap transaksi tunai menyebabkan uang Rupiah cenderung beredar dalam waktu lama,sehingga rentan mengalami kerusakan fisik,” ujar Warsono.
Hal ini menunjukkan pentingnya peningkatan intensitas KKLK serta edukasi kepada masyarakat mengenai ciriciri uang layak edar dan cara menjaga kualitas uang. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran transaksi ekonomi serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Rupiah di wilayah tersebut.
Ketiga, Kas Keliling Luar Kota (KKLK) 3T Simultan di tanah Papua. Kegiatan KKLK yang dilaksanakan pada 27–30 Maret 2026 ini merupakan upaya nyata Pejuang Rupiah dalam memenuhi kebutuhan uang Rupiah di Kabupaten Paniai, Deiyai, dan Dogiyai.
Karakteristik wilayah pegunungan yang sulit dijangkau dan terbatasnya akses layanan perbankan menyebabkan uang Rupiah cenderung beredar dalam waktu yang lama dan rentan mengalami kerusakan fisik.
Tingginya ketergantungan masyarakat pada transaksi tunai serta rendahnya frekuensi penggantian uang menyebabkan uang beredar cepat rusak, namun tetap digunakan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
“Kondisi ini menjadi semangat bagi Pejuang Rupiah untuk terus memperkuat distribusi uang tunai melalui KKLK 3T serta memberikan edukasi berkelanjutan, agar kualitas uang yang beredar tetap terjaga dan mendukung efisiensi sistem pembayaran di wilayah pegunungan Papua Tengah,” jelas Warsono.
Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperluas jangkauan layanan kas melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan perbankan guna memastikan Rupiah hadir di seluruh pelosok, termasuk wilayah 3T.
BI Papua juga mengajak masyarakat untuk selalu merawat Rupiah dengan prinsip 5J, yaitu Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi. Selain itu, masyarakat diharapkan berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan agar stabilitas harga tetap terjaga.
Sinergi antara penyediaan uang tunai yang memadai, akselerasi pembayaran digital, dan peran aktif masyarakat dalam bertransaksi bijak diharapkan dapat memperkuat kelancaran sistem pembayaran. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




