Lepas 10 Kontainer Kayu Olahan Menuju China, Gubernur Fakhiri: Pengusaha Kayu Jangan Main-main dengan Masyarakat Adat!
- account_circle topik papua
- calendar_month Sel, 25 Nov 2025
- visibility 392
- comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, melepas 10 kontainer berisi 196,7814 m³ kayu olahan dari hutan Papua dengan tujuan Shanghai, China. Acara Pelepasan digelar di Pelabuhan Jayapura, Selasa (25/11/2025).
Gubernur Fakhiri mengatakan, Ekspor kayu olahan ini menjadi penanda bahwa Papua tak lagi sekadar pemasok bahan mentah, tetapi telah naik kelas sebagai produsen kayu bernilai tinggi dan telah siap mengekpor kayu ke luar negeri.
“Papua tidak lagi hanya mengirim bahan mentah. Hari ini kita membuktikan bahwa kita mampu mengolah, meningkatkan nilai tambah, dan berkompetisi dalam pasar global,” ujar Gubernur.

Menurut Fakhiri, capaian ini selaras dengan Misi Papua Produktif, sebuah strategi pembangunan ekonomi yang menempatkan industrialisasi, hilirisasi, dan daya saing sebagai pilar utama.
Menurutnya, berkembangnya industri pengolahan kayu akan membuka lapangan kerja baru, memperkuat ekonomi lokal, dan menghidupkan aktivitas usaha di Jayapura serta wilayah sekitarnya.
Gubernur juga menyoroti pentingnya integritas dalam tata kelola industri kayu dan mengingatkan bahi para pelaku usaha agar menjaga kemitraan dengan masyarakat adat, “Saya titip masyarakat adat. Mereka pemilik hak ulayat. Jangan coba-coba bermain dengan mereka,” tegas Fakhiri
Menurut Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Papua, Anthon Imbenai, ekspor kali ini merupakan tahap kelima dalam tahun 2025, melanjutkan empat pengiriman sebelumnya pada Oktober dan November. Diterangkannya Total pengiriman kayu olahan sepanjang tahun ini telah mencapai 43 kontainer atau 799,4190 m³
Direktur PT Semarak Dharma Timber, Feri Thamsil, mengungkapkan bahwa selain China, perusahaannya juga mengekspor ke India dan Australia. Selama ini ekspor harus transit Surabaya, namun pada 2026 Jayapura ditargetkan menjadi pelabuhan ekspor langsung.

“Kami sudah bernegosiasi dengan perusahaan pelayaran. Biaya di Jayapura kini sudah setara dengan Surabaya, sehingga ekspor langsung tanpa transit sudah feasible. Dokumen ekspor pun seluruhnya telah dapat diproses di Papua,” jelas Feri.
Ekspor tahap kelima ini sekaligus mempertegas Jayapura sebagai simpul logistik yang semakin diperhitungkan, sekaligus simbol bahwa industrialisasi Papua kini berjalan dengan arah yang lebih terukur, modern, dan berorientasi global.
Acara pelepasan kayu olahan dari pelabuhan Jayapura ke Shanghai China juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen, Pj Sekda Papua Christian Sohilait , unsur Forkopimda, Pelindo, Balai Karantina, PT Sucofindo, serta pihak perusahaan pengekpor, Direktur PT Semarak Dharma Timber. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




