Ini 4 Pernyataan Sikap Pemuda Pancasila Papua Terkait Kasus Gubernur Enembe
- account_circle topik papua
- calendar_month Kam, 13 Okt 2022
- visibility 75
- comment 0 komentar

Pemuda Pancasila Papua Provinsi Papua/ist
Jayapura, Topikpapua.com, – Pemuda Pancasila Provinsi Papua angkat bicara soal dugaan kasus korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK RI.
Menurut Ketua Pemuda Pancasila Papua, Amos Wanggai, negara tidak mungkin serta merta menetapkan seorang pejabat besar sebagai tersangka korupsi tanpa didasari dengan bukti-bukti data yang kuat.
“Kita juga percaya hal itu terjadi pasti berkat campur tangan Tuhan,” ujarnya dalam rilis yang diterima Redaksi Topik, Kamis (13/10/2022).
Amos mengatakan, bisa dilihat bahwa negara sudah memberikan kebijaksanaan yang sangat besar bagi masyarakat Papua, bagi Tanah Papua tercinta ini. Miliaran rupiah uang bahkan triliunan dana Otsus sudah direalisasikan agar rakyat Papua mendapatkan hak atas kelayakan ekonomi, hak atas kelayakan pendidikan maupun hak atas kelayakan pelayanan kesehatan. Dengan demikian, Pemerintah berkeinginan nantinya masyarakat Papua bisa hidup damai, mandiri, sejahtera di atas tanahnya sendiri.
“Namun sampai sekarang apa yang kita lihat secara nyata didepan mata kita, masih banyak rakyat papua yang masih merasakan kesulitan ekonomi, sulitnya mendapatkan fasilitas kesehatan yang layak, dan belum terjaminnya anak-anak papua mendapatkan layanan pendidikan secara gratis. Dengan besarnya dana otsus yang sudah terealisasi, hal tersebut seharusnya tidak terjadi,” bebernya.
Sudah selayaknya negara dalam hal ini melalui penegak hukum, baik KPK maupun Kejaksaan Agung melakukan pemeriksaan secara terstruktur terhadap penggunaan anggaran Otsus tersebut.
“Karena pejabat-pejabat Papua ini adalah orang Papua yang secara sah berdasarkan UU diberikan tanggung jawab untuk mengatur penggunaan anggaran otsus tersebut. Jika sampai sekarang anggaran Otsus belum dirasakan masyarakat Papua secara signifikan, maka negara sudah seharusnya melakukan tindakan hukum terhadap para pejabat apapua terkait korupsi,” tandas Amos.
Pemuda Pancasila Papua pun meyakini bahwa kasus korupsi yang menimpa oknum pejabat Papua adalah murni pengakkan hukum, bukan sebuah upaya kriminalisasi oleh negara Indonesia.
“Sebagai orang Papua yang bermartabat dan sadar akan hukum tuhan, kita ingin menyampaikan bahwa orang Papua mengecam segala tindakan korupsi yang dilakukan oleh pejabat Papua, tidak ada orang Papua dimanapun yang mendukung pejabat papua yang korupsi, karena hal itu menyengsarakan kita sebagai rakyat papua sendiri,” katanya.
Dalam rilisnya Pemuda Pancasila Provinsi Papua menyampaikan empat pernyataan sikap.
Pertama, tdak terpengaruh terhadap ajakan-ajakan, provokasi maupun opini-opini negatif yang dibangun di media social dan media cetak oleh kelompok tertentu untuk ikut dalam berbagai aksi guna melakukan pembelaan terhadap pejabat Papua yang koruptor.
Kedua, meyakini bahwa kasus korupsi yang menimpa oknum pejabat papua adalah murni penegakkan hukum terhadap korupsi yang dilakukan, bukan upaya kriminalisasi.
Ketiga, mari bersama-sama kita menjaga situasi kamtibmas di wilayah papua ini khususnya di kota jayapura agar tetap aman, damai dan kondusif. Sehingga masyarakat dapat beraktifitas secara normal, dan perekonomian dapat tumbuh seperti yang kita harapkan bersama.
Keempat, dengan adanya kasus korupsi yang dilakukan oleh oknum pejabat papua, mari kita ciptakan energi positif di tengah-tengah masyarakat, ciptakan suasana di masyarakat yang tenang dan tetap percaya kepada aparat penegak hukum untuk melakukan penindakan terhadap para pejabat Papua yang korupsi. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua


