Pembantaian Pendulang di Yahukimo, 7 Jenazah dan 5 Korban Selamat Berhasil Dievakuasi
- account_circle topik papua
- calendar_month Jum, 3 Okt 2025
- visibility 745
- comment 0 komentar

Yahukimo, Topikpapua.com, — Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Brimobda Polda Papua, Polres Yahukimo, dan Kodim 1715 Yahukimo berhasil mengevakuasi satu korban selamat dan lima jenazah pendulang korban pembantaian Kelompok Kriminal Bersenjata di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Selasa (02/9/2025).
Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo mengatakan proses evakuasi kelima jenazah dan satu penambang selamat dilakukan selama dua hari, sejak Rabu malam hingga Kamis petang.
” Pada hari Rabu malam sekitar pukul 22.30 wit, tim gabungan berhasil mengevakuasi salah satu korban selamat bernama Yohanes Bouk alias Nando, Yohanes ditemukan dalam keadaan lemas dan menderita sakit malaria,” ungkap Kombes Yusuf, Kamis (02/10/2025) malam.

Menurut Kombes Yusuf korban Yohanes mengaku bersembunyi di dalam sebuah lubang di dalam hutan selama lima hari untuk menghindari kejaran KKB,” Yohanes mengaku tidak makan dan hanya bertahan dengan meminum air yang diambil dari kali,” ujar Kombes Yusuf.
Setelah berhasil mengevakuasi Yohanes, Tim gabungan juga berhasil mengevakuasi tiga jenazah pendulang dari lokasi Kali satu atau Kali Kulum, di Distrik Seradala, Yahukimo, yaitu : Marselino Lumare (32) asal Sanger, Yunus Agama (29) asal Maluku dan Roberto Agama (37) asal Sanger. Ketiga jenazah ditemukan dengan kondisi mengenaskan dengan luka tembak dan sayatan benda tajam.
” Setelah berhasil dievakuasi, Korban selamat dan ketiga jenazah lalu dibawa ke RSUD Dekai untuk penanganan medis lebih lanjut, sementara korban selamat juga langsung mendapat perawatan intensif,” tambah Kombes Yusuf.
Kamis pagi, tim gabungan kembali berhasil m n mukan dua jenazah lainnya di lokasi yang tak jauh dari penemuan tiga jenazah pada hari Rabu malam,” Sebelumnya kedua jenazah ini dilaporkan meninggal dunia di Camp Ekskavator Kali I, Distrik Seradala, setelah tim menuju TKP dan menyisir daerah tersebut, akhirnya kedua jenazah ditemukan dan langsung dievakuasi dari TKP menuju RSUD Dekai. Proses evakuasi berlangsung hingga Kamis Malam,” jelas Kombes Yusuf.

Adapun data kedua jenazah dari TKP Camp Ekskavator Kali I, Distrik Seradala adalah, Andika Pratama dan Fikram Amiman, Keduanya berasal dari Sanger.
” Dengan demikian maka hingga Kamis Malam ini tim gabungan telah berhasil mengevakuasi tujuh pendulang yang meninggal dunia dan 5 pendulang yang berhasil selamat,” ungkap Kombes Yusuf.
Sebelumnya pada tanggal 26 September 2025, Tim gabungan berhasil mengevakuasi 2 jenazah dari kampung Bingki, Distrik Serandala. yakni, Desen Domungus dan Maselinus. Keduanya telah dimakamkan di kampung halamannya.
Sehari berselang (27/9/2025) tim gabungan juga berhasil mengevakuasi empat pendulang yang selamat di lokasi Kali Kabur, Distrik Seradala. yakni : Bakri Laode, Febri alias Basir, Tarik Baruba alias Taslim dan Berti Oliver Dias. Keempat korban selamat tersebut saat ini masih menjalani perawatan medis di RSUD Dekai.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani mengaku hingga saat ini fokus OPS Damai Cartenz adalah mengevakuasi korban, baik yang sudah meninggal dunia maupun yang masih selamat.
” Kita masih fokus menyisir daerah yang dilaporkan adanya pembantaian oleh KKB. Dan kelompok yang bertanggung jawab atas pembantaian ini adalah kelompok pimpinan Kopitua Heluka dari Kodap XVI Yahukimo, batalion Yamuhe, Kanibal dan Sisibia.
” Akan kami kejar dan tangkap para pelaku! Saya tegaskan tidak ada ruang bagi siapa pun yang terlibat dalam kejahatan bersenjata. Penegakan hukum akan dilakukan secara terukur dan sesuai hukum yang berlaku. Stabilitas keamanan di Yahukimo adalah prioritas utama,” tegas Brigjen Faizal.
Sebelumnya diberitakan pada hari Senin 21 September 2025, KKB membantai para pekerja tambang emas ilegal disejumlah lokasi di Kampung Bingki, Distrik Serandala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Karena faktor cuaca dan gangguan tembakan dari KKB, Aparat keamanan barulah berhasil mencapai lokasi kejadian 5 hari kemudian, Jumat 26 September 2025. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




