Relaksasi Kontekstual : Pemprov Papua Akhirnya Buka Transportasi Laut dan Udara
- account_circle topik papua
- calendar_month Rab, 3 Jun 2020
- visibility 5.023
- comment 0 komentar

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Reky Dauglas Ambrauw / nug
Jayapura, Topikpapua.com, – Pemerintah Provinsi Papua akhirnya membuka jalur transportasi laut dan udara dari dan menuju Papua. Untuk jalur transportasi laut di mulai pada tanggal 8 Juni 2020, sedangkan jalur transportasi udara dimulai tanggal 10 Juni 2020.
Keputusan tersebut diambil setelah digelarnya rapat bersama seluruh pimpinan daerah di 29 Kabupaten/kota di provinsi Papua pada Rabu, 03 Juni 2020 di Jayapura.
Kepala dinas perhubungan Provinsi Papua, Reky Douglas Ambrauw mengatakan ada beberapa ketentuan yang harus di penuhi oleh calon penumpang yang ingin melakukan perjalanan baik lewat jalur laut maupun lewat jalur udara.
“ Kami rencanakan untuk transportasi laut akan di buka pada tanggal 8 juni dan jalur udara akan di buka mulai pada tanggal 10 Juni, yang jalur laut itu akan diawali dengan kapal KM Ciremai, “ Kata Reky kepada pers, Rabu (03/06/20) malam.
Menurut Reky, Dalam pelaksanan nya nanti, baik transportasi udara maupun laut akan di atur sesuai dengan protokoler kesehatan covid-19
“ Khusus untuk jalur transportasi laut pada tanggal 8 juni dengan KM ciremai, penumpang hanya akan di batasi hingga 50 persen dari kapasitas yang ada, itu untuk menjaga sosial dan fisical distancing dan akan di prioritaskan bagi para penumpang yang selama ini tertahan akibat status PSDD di Jayapura, “Jelas Reky.
Sementara itu untuk transportasi udara akan diatur jadwal penerbangan nya sehingga dalam satu hari hanya ada satu penerbangan saja.
“ Maskapai Penerbangan ini kan ada lima ya, ada Garuda, citi link, sriwijaya, batik dan lion. Nanti akan kita buatkan jadwal, Misalnya senin, garuda, selasanya batik, rabu city link dan seterusnya, ini kami lakukan agar pengaturan di bandara bisa lebih efektif, yang jelas dalam satu minggu itu hanya akan ada lima penerbangan saja, “Jelas Reky.
Reky juga menjelaskan untuk saat ini penerbangan hanya akan diijinkan untuk trayek langsung tujuan Jayapura – Jakarta, Jakarta Jayapura tanpa transit.
“ Sementara ini hanya untuk jalur langsung, jayapura – Jakarta PP, untuk yang jalur transit belum bisa, “Ujarnya.
Dijelaskan Reky untuk jumlah penumpang pesawat nantinya juga akan diatur sebanyak 50 persen dari kapasitas yang ada dan tetap akan mengikuti protokol kesehatan yang ada.
“ Untuk aturan teknisnya nanti dalam satu minggu ini akan kami bahas lagi tentunya dengan melibatkan instansi terkait seperti Dinas perhubungan, tim angkasapura, KKP, dan juga TNI-Polri akan kami libatkan semua untuk pengawasan naik turunnya penumpang, “Beber Reky.
Reky mengaku sebelum tanggal 10 juni nanti pihaknya akan segera menghubungi operator penerbangan agar bisa mendiskusikan mekanisme aturan terkait protokol kesehatan yang di haruskan dalam penerbangan.
“Yang jelas pelaksanaannya adalah relaksasi yang diatur oleh peraturan yang ketat, yang pasti harus mengikuti protokol kesehatan covid-19, termasuk apakah penumpang harus mengantongi hasil rapid non reaktif atau hasil PCR negatif, itu masih akan kita bahas dalam minggu ini, “Pungkas Kadis Perhubungan Papua, Reky Dauglas Ambrauw. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




