Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » Sempat Viral, Ini Alasan Kapolres Merauke Merusak Mess Milik H Tafnar

Sempat Viral, Ini Alasan Kapolres Merauke Merusak Mess Milik H Tafnar

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Jum, 25 Feb 2022
  • visibility 911
  • comment 0 komentar

Merauke, Topikpapua.com, – Dalam dua hari terakhir ini viral di sejumlah media sosial bahwa Kapolres Merauke, AKBP Untung Sangaji beserta sejumlah anggotanya melakukan pengrusakan di salah satu bangunan di pelabuhan milik H Tafnar yang beralamat di Kelurahan Kelapa Lima, Distrik Merauke.

Untung yang dikonfirmasi terkait dengan insiden tersebut, membenarkan bahwa pihaknya memang turun ke lokasi itu.

Menurut Untung, pihaknya turun ke pelabuhan milik alm. H. Tafnar itu untuk mengamankan lahan milik Polda Papua yang diduga diserobot oleh pihak bersangkutan.

“Kemarin memang saya turun untuk melakukan pembersihan di lokasi itu. Ini juga adalah perintah dari Karo Rena untuk kita mengamankan aset-aset pemerintah, baik milik Polres dan Polda ataupun milik instansi pemerintahan yang lain” katanya di ruang kerjanya, Kamis (24/02/2022).

Ia menjelaskan, lahan tempat berdirinya dermaga dan mess karyawan milik H. Tafnar itu merupakan lahan milik Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKM) yang dihibahkan kepada Polda Papua.

Lanjut Untung, lahan itu rencananya akan dikelola oleh Satuan Polair Polres Merauke, namun ketika ditinjau oleh pihaknya rupanya di lahan tersebut sudah ada aktivitas yang dilakukan oleh pihak lain.

“Dulu itu tidak ada pintu disitu, waktu kita tinjau kenapa ada pintu dan pintu itu digembok juga, apalagi mereka tidak punya ijin untuk mendirikan bangunan apalagi 100 meter dari bibir sungai itukan tidak boleh, kecuali TNI-POLRI untuk kepentingan dermaga dan lain-lain,” bebernya.

Masih menurut Untung, pihaknya sudah beberapa kali meminta agar pihak H Tafnar segera mengosongkan dan menghentikan semua aktivitas diatas lahan milik Polda Papua tersebut.

Dengan melakukan pengrusakan, Untung tidak ingin tempat tersebut dijadikan sarang prostitusi.

“Saya tidak mau itu terjadi, makanya harus dikosongin. Saya pecahin kaca-kaca yang ada di bangunan itu, nah itu baru keluar orang-orang yang ada di bangunan itu,” sebutnya.

Untung mengatakan, awalnya dia tidak tahu jika di dalam bangunan tersebut ada orang.

“Saya tidak tau, sehingga tidak sengaja pecahan kaca itu kena anak-anak kecil, tapi setelah tau ada anak kecil yang kena pecahan kaca saya langsung obati, karena saya sayang anak-anak dan saya tidak tau kalau ada mereka di dalam” tukasnya.

Jika pihak terkait merasa dirugikan atas apa yang dilakukan oleh pihak Polres Merauke, Untung menegaskan akan membuka diri untuk menentukan siapa yang benar di pengadilan.

Secara terpisah, Tafna Taufan, ahli waris dari alm. H. Tafnar mengatakan, bahwa tanah itu adalah milik almahum ayahnya yang dibeli pada tahun 2013.

Diapun menuturkan bahwa sebenarnya pihaknya tidak ada masalah dengan aparat kepolisian.

“Kami tidak ada masalah dengan Kepolisian, kita cuma punya masalah dengan DJKN yang menghibahkan tanah ini ke Polda Papua tahun 2015 dan memasang plang di tanah kami itu tahun 2019” tuturnya.

Menurut Tafna, bahwa keluarganya tidak akan mungkin menguasai tanah itu jika pihaknya tidak memiliki dasar atau berkas kepemilikan dari lokasi tanah tersebut.

“Pelepasan adat sudah kami punya, setifikat juga sudah keluar bahkan kami juga membayar pajak setiap tahun, sebelum kami membangun di tanah itu, kami sudah lakukan semua ritual adat,” katanya.

Soal aktifitas apa saja yang dilakukan disana, Tafna menjelaskan, bahwa perusahaan yang ia pimpin ini bergerak di bidang kelautan sehingga di lokasi itu ada dermaga dan mess karyawan.

Lebih jelas kata Safna, apa yang disampaikan oleh Kapolres Merauke bahwa ada aktifitas prostitusi di lokasi tersebut adalah hal yang sangat keliru.

Kata dia, di mess karyawan itu ada beberapa karyawan yang sudah berkeluarga sehingga mereka membawa istri dan anaknya untuk tinggal bersama.

“Itu keluarga dari karyawan kami, boleh diperiksa surat nikahnya, kami juga tidak akan mengijinkan karyawan kami yang belum berkeluarga untuk membawa pasangan atau pacar untuk tinggal bersama di mess, kalau yang sudah berkeluarga kami persilahkan dengan syarat harus membuktikan kalai sudah menikah, ya mininal tunjukan surat nikah itu,” terangnya.

Selanjutnya Tafna juga mengaku siap digugat ke pengadilan, apabila terbukti melakukan penyerobotan lahan.

“Kami siap digugat ke pengadilan, kalau memang terbukti kita salah ya silahkan ambil tanah itu” pungkasnya. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Rekomendasi Untuk Anda

  • Speedboat Terbalik di Perairan Serui, 2 Meninggal, 3 Hilang, 9 Selamat

    Speedboat Terbalik di Perairan Serui, 2 Meninggal, 3 Hilang, 9 Selamat

    • calendar_month Ming, 8 Jan 2023
    • account_circle topik papua
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Speedboat yang ditumpangi 14 orang penumpang dikabarkan hilang (lost kontak) di perairan Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, Sabtu (7/1/2023) sore. “Iya, benar penyebabnya karena faktor cuaca saat hendak bertolak dari Serui tujuan Barapasi Kabupaten Mamberamo Raya, kemudian terbalik,” kata Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Herzoni Saragih, Minggu (8/1/2023) malam. Dari 14 penumpang speedboat, […]

  • Jelang HUT ke 77 RI, Komunitas Barisan Merah Putih Kota Jayapura Gelar Diskusi dan Pernyataan Sikap

    Jelang HUT ke 77 RI, Komunitas Barisan Merah Putih Kota Jayapura Gelar Diskusi dan Pernyataan Sikap

    • calendar_month Jum, 12 Agu 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Kordinator Komunitas Barisan Merah Putih Kota Jayapura, Ali Kabiay menegaskan sesuai Pepera 1969 Papua sah bagian dari wilayah NKRI. Sebab itu, dia mengajak seluruh pemuda di Papua untuk mengisi kemerdekaan Republik Indonesia dengan semangat jiwa basionalisme. “Jangan terpengaruh kelompok- kelompok yang sengaja mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya dalam kegiatan diskusi grup […]

  • Sukseskan PSU Papua, PLN Terjunkan Ratusan Personel

    Sukseskan PSU Papua, PLN Terjunkan Ratusan Personel

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle topik papua
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Menjelang perhelatan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Kepala Daerah Provinsi Papua, PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan dalam kondisi aman. Diselenggarakan pada tanggal 6 Agustus 2025, PLN mengerahkan 315 personel untuk mengamankan seluruh lokasi yang digunakan dalam proses pemilihan. General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Diksi Erfani […]

  • BTM Bacakan Sambutan Ketua Sinode pada HUT ke – 64 GKI di Tanah Papua

    BTM Bacakan Sambutan Ketua Sinode pada HUT ke – 64 GKI di Tanah Papua

    • calendar_month Sen, 26 Okt 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 1.740
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Hari ini  seluruh warga GKI di Tanah Papua bersukacita dan melaksanakan ibadah syukuran atas HUT GKI di Tanah Papua yang ke 64 Tahun. Walikota jayapura, Benhur Tomi Mano yang juga sebagai wakil ketua Majelis Jemaat GKI Pniel Kota Raja dalam perayaan HUT GKI di jemaat nya membacakan sambutan Ketua Badan Pekerja Am […]

  • Ini Daftar Kekerasan KKB di Intan Jaya Sejak Januari – September 2020

    Ini Daftar Kekerasan KKB di Intan Jaya Sejak Januari – September 2020

    • calendar_month Jum, 25 Sep 2020
    • account_circle topik papua
    • visibility 5.425
    • 1Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com, – Polda Papua merilis serangkaian aksi kekerasan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Intan Jaya. Berdasarkan data dari Polda Papua dilaporkan sejak 14 Januari hingga 23 September 2020, KKB telah melakukan 17 aksi kekerasan. “ Tahun 2020 ini kami mencatat di Intan Jaya sedikitnya ada 17 tindakan yang KKB lakukan, […]

  • Ini 5 Daftar Kejahatan Lerinus Murib, Anggota KKB yang Ditembak Mati Aparat di Puncak

    Ini 5 Daftar Kejahatan Lerinus Murib, Anggota KKB yang Ditembak Mati Aparat di Puncak

    • calendar_month Sen, 30 Mei 2022
    • account_circle topik papua
    • visibility 109
    • 0Komentar

    Jayapura, Topikpapua.com – Anggota Satgas Ops Damai Cartenz berhasil menembak mati Lerinus Murib, salah satu anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak, Papua, Jumat 27 Mei 2022. Lerinus tertembak saat kontak senjata antara Satgas Ops Damai Cartenz dengan KKB di sekitar lapangan Trikora, di Distrik Ilaga, Puncak Papua. Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz, Kombes […]

expand_less