Gubernur MDF ‘Warning’ Pemuda Papua, Harus Siap Menerima Perubahan!
- account_circle topik papua
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 72
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jayapura, Topikpapua.com, — Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengingatkan generasi muda agar tidak terlambat mempersiapkan diri menghadapi perubahan Papua dalam lima tahun mendatang.
“Lima tahun ke depan akan lain. Karena itu, kalian harus mempersiapkan diri dari sekarang,” kata MDF saat membuka Pelatihan Dasar Kepemimpinan Himpunan Pemuda Papua Tahun 2026 di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Jumat (21/8/2026).
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan Gubernur MDF di hadapan peserta pelatihan yang mengusung tema “Belajar Bukan untuk Tahu, Belajar untuk Hidup”.
Menurut ia, perubahan Papua akan menuntut generasi muda memiliki kesiapan lebih baik. Pengetahuan yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan, kata dia, tidak boleh berhenti sebagai teori, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mendorong pemuda membangun komunikasi dan jejaring dengan pemerintah maupun organisasi kepemudaan. Hubungan tersebut dinilai penting agar generasi muda memiliki ruang untuk berkolaborasi dan mengambil bagian dalam pembangunan.
“Pelatihan ini menjadi kesempatan untuk berkomunikasi dengan anak-anak yang luar biasa. Kita membangun chemistry sehingga setelah selesai kegiatan, kita tetap bisa berkomunikasi,” ujarnya.
MDF berharap pemuda dapat menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan berbagai pesan positif kepada masyarakat. Mereka juga didorong ikut berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi, termasuk di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Bagi MDF, tantangan kepemimpinan Papua ke depan tidak hanya berada di lingkungan pemerintahan. Generasi muda perlu mempersiapkan diri untuk mengambil peran di dunia usaha, organisasi kemasyarakatan maupun berbagai bidang lainnya.
“Kalian adalah wajah masa depan Papua,” tegasnya.
Karena itu, MDF meminta peserta mengikuti pelatihan secara sungguh-sungguh dan membawa pulang pengalaman yang diperoleh untuk diterapkan di lingkungan masing-masing.
“Pelatihan bukan semata-mata ditentukan oleh selesainya kegiatan, melainkan dari kemampuan peserta menciptakan perubahan positif setelah kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua






Saat ini belum ada komentar