Batal Pindah Lokasi, Pembangunan Sekolah Rakyat di Maribu Siap Dilanjutkan
- account_circle topik papua
- calendar_month Senin, 24 Agt 2026
- visibility 186
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jayapura, Topikpapua.com, — Gubernur Papua Matius D. Fakhiri (MDF) memastikan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Maribu, Kabupaten Jayapura, tetap dilanjutkan setelah sebelumnya sempat dipindahkan ke Kota Jayapura.
Kepastian itu disampaikan Fakhiri usai menemui masyarakat Maribu, Senin (24/8/2026). MDF datang untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat sekaligus memastikan keberlanjutan program yang merupakan bagian dari kebijakan Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial.

Dia mengatakan, pemindahan lokasi sebelumnya dilakukan karena adanya persoalan nonteknis. Namun, setelah masyarakat menyatakan dukungan dan meminta program kembali dilaksanakan di Maribu, pemerintah mengambil langkah untuk memastikan pembangunan tetap berjalan.
“Saya hadir karena mereka telepon minta saya datang untuk membuat kepastian. Kepastian bagaimana SR dibangun,” katanya.
MDF menegaskan, Sekolah Rakyat di Maribu tidak dibatalkan ataupun dipindahkan secara permanen. Pembangunan di Kota Jayapura dilakukan sementara karena program harus tetap berjalan, sedangkan alokasi pembangunan berikutnya akan kembali diarahkan ke Maribu.
“Tidak dipindahkan. Ini sementara karena program sudah jalan, dipending. Dibangun di kota. Nanti kembali lagi untuk yang punya kota,” ujarnya.
Dia menyebut pembangunan Sekolah Rakyat akan menjadi prototipe pendidikan terpadu dengan fasilitas lengkap, mulai jenjang SD, SMP hingga SMA. Fasilitas pendukung seperti Asrama bagi para siswa, lapangan sepak bola, voli, futsal dan basket juga disiapkan.

Menurut dia, keberadaan SR di Maribu bukan hanya memberikan akses pendidikan bagi anak-anak, tetapi juga dapat menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
Dijelaskan MDF, Bukan hanya gratis biaya pendidikan, namun semua siswa akan mendapatkan makan tiga kali sehari, sehingga diharapkan Hasil kebun seperti tomat, sayuran dan cabai dapat dipasok untuk kebutuhan sekolah. Begitu pula hasil tangkapan nelayan dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan bagi para siswa.
“Jangan ambil dari tempat lain, tapi ambillah dari punya masyarakat. Kalau mata rantai ekonomi ini jalan, tentunya pertumbuhan ekonomi rumah tangga hidup,” katanya.
MDF berharap, pembangunan SR segera ditindaklanjuti pemerintah daerah dan dapat mulai memasuki tahapan kegiatan pada Oktober 2026. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua






Saat ini belum ada komentar