Sadis! Wanita Penjual Pinang di Dekai Yahukimo Ditikam OTK
- account_circle topik papua
- calendar_month Rab, 18 Feb 2026
- visibility 1.239
- comment 0 komentar

Yahukimo, Topikpapua.com, – Aksi kekerasan kembali terjadi di Distrik Dekai, Ibukota Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Kali ini seorang wanita yang berprofesi sebagai penjual pinang menjadi korban penusukan oleh Orang Tak Dikenal (OTK).
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Faizal Ramadhani mengatakan kejadian penikaman terjadi pada hari Selasa (17/2/2026) di Kompleks Ruko Blok A, Distrik Dekai.
” Korban berinisial E-K (33), perempuan asal Nusa Tenggara Timur (Alor) dan sehari-hari berjualan pinang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ia dikenal warga sebagai sosok ramah yang rutin beraktivitas di kawasan tersebut dan berdomisili di Jalan Gunung, Distrik Dekai,” ungkap Brigjen Faizal, Rabu (18/2/2026).
Dijelaskan, Peristiwa terjadi saat korban tengah duduk menjaga jualannya (pinang) saat dua pria datang menggunakan sepeda motor matic Honda Beat warna hitam dari arah jalan raya dan berhenti di samping lapaknya.
” Korban ini mengenali salah satu pelaku secara fisik karena yang bersangkutan kerap membeli pinang di tempatnya. Namun, tanpa diduga, kedekatan sebagai pelanggan itu justru berubah menjadi aksi kekerasan,” jelas Faizal.
” Korban tak menyangka akan mengalami penganiayaan, karena tanpa banyak bicara, pelaku mendekati korban dan secara tiba-tiba mengeluarkan pisau. Dalam hitungan detik, pelaku menikam korban sebanyak dua kali di bagian pundak kanan,” lanjut Brigjen Faizal.

Usai melakukan aksinya, kedua pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor ke arah Kantor Pos. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Dekai dan kini dalam penanganan medis.
Mendapat laporan tersebut, tim gabungan personel Satgas Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo dan BKO Brimob Polda Papua langsung bergerak menuju RSUD Dekai untuk memastikan kondisi korban serta mengumpulkan keterangan saksi. Aparat juga melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan mengamankan sejumlah barang bukti.
“Berdasarkan analisis awal dan hasil pengumpulan bahan keterangan saksi terkait ciri-ciri pelaku, aparat menduga kuat adanya keterkaitan dengan simpatisan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo. Kelompok tersebut sebelumnya juga terlibat dalam aksi pembakaran Ruko Blok A pada 14 Februari 2026. Dugaan ini masih terus didalami untuk memastikan motif serta jaringan pelaku,” ungkap Faizal.
Atas aksi ini, Brigjen Faizal menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir aksi kekerasan terhadap warga sipil, terlebih terhadap perempuan yang sedang berjualan untuk mencari nafkah.
“Setiap tindakan kekerasan terhadap masyarakat, apalagi terhadap perempuan yang sedang mencari nafkah, merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan. Kami akan mengejar dan menindak pelaku sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Ia menambahkan, tindakan penusukan terhadap warga sipil menunjukkan pola intimidasi dan teror yang tidak bisa dibiarkan berkembang di tengah masyarakat, dan pihak aparat keamanan memastikan akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh dengan memanfaatkan seluruh alat bukti yang tersedia.
“Barang bukti sudah kami amankan dan sedang dianalisis untuk mengidentifikasi pelaku. Kami juga memeriksa saksi-saksi di sekitar TKP. Masyarakat kami imbau tetap tenang dan segera melapor jika memiliki informasi terkait keberadaan pelaku,” ujarnya.
Saat ini, aparat gabungan terus melakukan pengejaran terhadap dua pelaku yang masih dalam pencarian. Pengamanan di sekitar Ruko Blok A dan wilayah Dekai diperketat guna memastikan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal tanpa rasa takut. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




