Pasangan Mari-Yo Siap Lantik, Ini Harapan Tokoh Agama Lima Tahun Kedepan
- account_circle topik papua
- calendar_month Jum, 26 Sep 2025
- visibility 502
- comment 0 komentar

Jayapura, Topikpapua.com, – Kontestasi Pemilihan kepala daerah di provinsi Papua telah usai. DPR Papua telah resmi mengumumkan pasangan Mathius D Fakhiri dan Aryoko Rumaropen (Mari-Yo) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua Periode 2025-2030 berdasarkan penetapan KPU Papua paska putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Seluruh rakyat Provinsi Papua saat ini tengah menanti pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur pilihan mereka yang rencananya akan di gelar di Istana Negara pada tanggal 1-3 Oktober 2025.
Ada harapan besar dari Rakyat Papua untuk pasangan Mari-Yo dalam masa kepemimpinan mereka lima tahun kedepan, termasuk dari para tokoh agama di Papua.
“Pertandingan politik sudah selesai. Sekarang saatnya kita berjalan bersama. Kami, tokoh agama, merindukan pemimpin yang mampu mengayomi dan merangkul semua, tanpa membeda-bedakan agama maupun suku, karena Papua ini rumah bersama yang penuh keberagaman,” ujar Pastor Jhon Bunai, Jumat (26/9/2025).
Ia menegaskan, keberhasilan kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh gubernur dan wakil gubernur terpilih, tetapi juga oleh dukungan seluruh masyarakat.
“Tanpa partisipasi aktif dari semua elemen, visi dan misi mereka untuk pembangunan sulit diwujudkan. Untuk itu perlu adanya kolaborasi dari semua elemen, baik pemerintah, Adat dan Agama, Karena Pemerintah daerah adalah perwakilan dari pemerintah Pusat, Tokoh adat punya masyarakat dan tokoh agama punya umat. Kalau tiga pilar ini bersatu, saya yakin Papua akan lebih maju,” jelas Pastor Jhon.
“Kami percaya pasangan terpilih Matius Fakhiri Dan Aryoko Rumaropen mampu memimpin, tetapi mereka tetap butuh dukungan rakyat. Masyarakat harus menjadi mitra pemerintah, bukan lawan. Dengan demikian, apa yang dicita-citakan dapat tercapai,” tambahnya.
Lebih jauh, tokoh agama ini mengingatkan bahwa kepemimpinan lima tahun ke depan harus dimanfaatkan untuk menanam kebaikan demi generasi mendatang. Ia menegaskan, semua pihak perlu menjaga optimisme dan bersama-sama membawa Papua menuju perubahan positif.
“Mari kita menatap lembaran baru. Apa yang kita bangun hari ini akan menentukan masa depan anak cucu kita. Dengan dukungan dan doa, Papua bisa menjadi tanah yang cerdas, Sejahtera dan harmoni,” tutupnya.
Senada dengan Pastor Jhon Bunay, Tokoh agama Muslim Papua, Thaha Alhamid juga memberikan dukungan penuh kepada pasangan Mari-Yo untuk membawa Papua lebih Cerah lima tahun kedepan.
Menurut Thaha Alhamid, pembangunan di Papua hanya bisa berjalan bila dalam keadaan damai. Tanpa kedamaian, mustahil kemajuan di bidang pendidikan, kesehatan, dan sektor kehidupan lainnya bisa diwujudkan.
“Pembangunan hanya bisa dilakukan kalau Papua damai. Itu yang utama. Mari kita dukung gubernur dan wakil gubernur Papua terpilih ini agar Papua menjadi tanah yang damai dan sejahtera,” ungkap Thaha.
Ia juga mengajak semua pihak—mulai dari pemuda, perempuan, tokoh agama, hingga tokoh adat—untuk bersama-sama mendukung kepemimpinan baru, “Kompetisi politik sudah selesai, gubernur dan wakil gubernur sudah terpilih. Tidak perlu lagi kita terjebak pada isu murahan. Saatnya kita bekerja sama, bukan saling menjatuhkan,” tambahnya.
Dalam pandangannya, sektor jasa akan menjadi tumpuan utama perekonomian Papua ke depan. Namun, keberhasilan sektor ini hanya bisa tercapai bila situasi keamanan tetap kondusif.
“Papua ini sudah tidak lagi punya banyak sumber daya seperti dulu. Karena itu, harapan terbesar ada di sektor jasa. Tapi sektor ini hanya bisa tumbuh kalau ada rasa aman. Gubernur kita mantan Kapolda, beliau tahu bagaimana membangun keamanan yang kondusif agar dunia usaha bisa berkembang,” jelasnya.
Selain itu Thaha menegaskan bahwa kepemimpinan Matius Fakhiri dan Aryoko Rumaropen adalah perpaduan yang harmonis dan representasi putra terbaik Papua.
“Alhamdulillah, kita sudah menemukan pemimpin yang tepat. Mari kita dukung, kita dorong, dan kita jaga bersama agar bisa efektif membangun Papua. Jangan habiskan waktu untuk berdebat, mari gunakan waktu untuk bekerja sama. Papua bukan tanah kosong, Papua punya pemimpin yang jelas. Inilah saatnya kita bersatu,” pungkasnya. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




