Ricuh di Yalimo: Camp PT Paesa Berikut Puluhan Alat Berat dan Truck Dibakar
- account_circle topik papua
- calendar_month Jum, 19 Sep 2025
- visibility 668
- comment 0 komentar

Elelim, Topikpapua com, – Kericuhan di Distrik Elelim, Ibukota Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan ternyata tidak hanya terjadi di dalam kota, Fakta baru diungkapkan Kepolisian bahwa aksi pembakaran meluas hingga ke pinggiran kota, tepatnya di Camp PT Paesa di Kampung Wara Distrik Elelim.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito mengaku pihaknya mendapat laporan bahwa telah terjadi pembakaran dan pengerusakan Camp PT Paesa paska aksi ricuh yang terjadi di distrik Elelim pada hari Selasa 16 September 2025.
“Mendapat laporan, Tim gabungan dari Polda Papua yang terdiri dari satuan Brimob, Satgas Damai Cartenz, Ditreskrimum dan personil Polres Yalimo menuju lokasi untuk melakukan olah TKP dan menyisir daerah sekitar TKP guna mencari bilamana ada warga sipil yang menjadi korban,” ungkap Kombes Cahyo, Jumat (19/9/2025).

Dijelaskan Kombes Cahyo, Tim bergerak pada hari Kamis, 19 September 2025, pukul 09.20 Wit dari Polres Yalimo menuju TKP di Jalan Trans Yalimo Jayapura, tepatnya di Kampung Wara.
” Setelah menggelar Apel persiapan tim langsung bergerak ke TKP dan sesampai di sana tidak ditemukan satu orang pun di sekitar lokasi. Tim mendapati banyak truk dengan muatan penuh yang ditinggalkan sopirnya,” jelas Kombes Cahyo.
Setelah memastikan situasi aman, tim lalu melakukan olah TKP dan mendapati Kantor PT Paesa Hangus Terbakar termasuk dapur dan ruang makan juga hangus terbakar.

” Selain itu sejumlah kendaraan berat juga dibakar dan dirusak, diantaranya; 6 unit truck yang hangus terbakar, 2 unit truck yang di rusak, 4 unit mobil triton yang telah hangus terbakar, 1 unit kendaraan roda 2 yang telah hangus terbakar, 4 unit alat berat jenis Exavator yang telah hangus terbakar, 7 unit alat berat yang di rusak, 1 unit mesin injektor dan kompresor yang telah terbakar hangus, 1 unit mesin engkol listrik yang hangus dibakar dan 13 Molen yang di rusak,” beber Kombes Cahyo.
Menurut Cahyo, Saat tim melakukan olah TKP dan penyisiran di sekitar TKP tidak menemukan adanya jasad korban Nasir Daeng Mappa alias Bpk Dila yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Warga Sipil Ditemukan Lemas
Setelah usai menggelar olah TKP di Areal PT Paesa, tim lalu melanjutkan penyisiran dan pencarian korban di jalan trans yalimo Jayapura menuju kearah distrik Benawa.
” Dalam perjalanan itulah tim menemukan 1 korban di jalan trans yalimo sedang berjalan kaki dengan kondisi lemas. Selanjutnya tim amankan yang bersangkutan untuk dievakuasi ke Elelim,” ungkap Kombes Cahyo
Setelah dilakukan pemeriksaan awal diketahui warga sipil tersebut adalah Muhamad Rusli yang merupakan sopir truk di PT Paesa.
” Jadi keterangan dari Rusli mengaku bahwa saat itu dia bersama korban lainnya sedang makan di Warung makan yang ada di Camp PT Paesa, pada saat sementara makan ada yang menyampaikan bahwa telah terjadi keributan di Yalimo maka akan ada evakuasi kepada seluruh karyawan PT Paesa ke Jayapura,” jelas Kombes Cahyo.
Lanjutnya, Namun belum sempat berkumpul tiba-tiba datang beberapa orang dengan membawa alat sajam dan mulai menyerang saksi dan korban lainnya, karena takut saksi dan korban lainnya berlari mengamankan diri ke hutan bersama 2 orang lainnya.
” Saat itu saksi (Rusli) melihat Nasir Daeng Mappa juga ikul lari bersama anaknya di tepi sungai namun saat itu di hadang oleh beberapa orang, kemudian melakukan pembakaran. namun karena saksi (Rusli) ketakutan makanya dirinya terus berlari menuju hutan, dan posisi sungai di bawah dan cukup jauh dari posisi camp PT Paesa,” jelasnya.

Situasi Elelim Mulai Kondusif
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Cahyo Sukarnito juga menjelaskan bila 2 hari paska-aksi ricuh, situasi di Distrik Elelim dan sekitarnya mulai kondusif, Namun aktifitas warga belum nampak.
” Sudah tidak ada lagi kumpulan massa, Namun belum ada aktifitas warga. Situasi sudah bisa kita kuasai dan aparat gabungan masih kita tempatkan di beberapa titik untuk mengamankan dan mencegah adanya aksi susulan,” tutup Kombes Cahyo. (Redaksi Topik)
- Penulis: topik papua




