Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » TNI-Polri Bantu Pendistribusian Logistik dan Peralatan bagi 7500 Warga Puncak yang Terdampak Kekeringan

TNI-Polri Bantu Pendistribusian Logistik dan Peralatan bagi 7500 Warga Puncak yang Terdampak Kekeringan

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Senin, 7 Agt 2023
  • visibility 191
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jayapura, Topikpapua.com, – Personel TNI dan Polri membatu pendistribusian bantuan logistik dan peralatan bagi 7500 warga di Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, yang terdampak bencana kemarau sejak 3 Juni 2023 lalu.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, membenarkan pendistribusian ke daerah yang terdampak bencana kekeringan tersebut.

“Untuk penanganan darurat yang dilakukan meliputi penyelidikan epidemiologi kepada para korban yang meninggal dunia, pendistribusian bantuan makanan dan obat-obatan serta penyuluhan kesehatan juga dilakukan secara berkala oleh Emergency Medical Team (EMT) Regional Papua,”kata Benny, Senin (7/8/2023).

Benny menjelaskan rincian bantuan logistik dan peralatan yang bersumber dari Kementerian Sosial RI, berupa makanan siap saji 10.000 paket, rendang kemasan 3.000 paket, susu protein 3.000 paket, sembako 3.000 paket. Selanjutnya tenda gulung 2.000 paket, selimut 10.000 lembar, matras 2.000 lembar, kasur lipat 2.000 buah, pakaian anak 2.000 stel, pakaian dewasa 2.000 stel, tenda pengungsi 4 unit, genset listrik 20 unit, motor trail 3 unit dan beras 50 ton.

“Pendistribusian kepada masyarakat terdampak kekeringan akan didistribusikan TNI dan Polri, mengingat kondisi medan yang berat dan hanya dapat dilalui dengan kendaraan roda dua serta helikopter,” akunya.

“Kami akan memastikan bahwa bantuan pemerintah tersebut sampai di tangan masyarakat yang membutuhkan,” imbuhnya.

Diketahui musim kemarau berkepanjangan yang diiringi cuaca dingin ekstrim memicu terjadinya gagal panen hingga membuat kesulitan mendapatkan bahan makanan.

Kekeringan itu juga menyebabkan warga setempat kesulitan mendapatkan air bersih hingga mengakibatkan enam warga yang meliputi lima orang dewasa dan seorang bayi meninggal dunia, diduga dikarenakan diare dan dehidrasi. (Redaksi Topik)

  • Penulis: topik papua

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less