Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PAPUA CERAH » Penyanderaan Pilot Susi Air, Polda Papua Kembali Pakai Jalur Negoisasi

Penyanderaan Pilot Susi Air, Polda Papua Kembali Pakai Jalur Negoisasi

  • account_circle topik papua
  • calendar_month Kamis, 25 Mei 2023
  • visibility 141
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jayapura, Topikpapua.com – Penyanderaan pilot Susi Air, Kapten Philips Max Martheins oleh KKB Pimpinan Egianus Kogoya telah berlangsung selama 4 bulan , berbagai upaya dilakukan aparat gabungan guna menyelamatkan pilot berkebangsaan selandia baru tersebut, Namun hingga saat ini belum juga berhasil.

Kapolda Papua, Irjen Mathius D Fakhiri mengaku hingga kini pihaknya masih terus berupaya melakukan berbagai pendekatan guna membebaskan kapten Philips yang sejak 7 Februari 2022 lalu disandera oleh KKB di Bandara Paro, Kabupaten Nduga Papua Pegunungan.

Selain pendekatan penegakan hukum, Kapolda juga menjelaskan bila sampai saat ini pendekatan negoisasi masih terus dilakuakan, namun bedanya saat ini melibatkan banyak pihak, seperti tokoh agama dan Komnas HAM.

“Saya berbicara dengan berbagai pihak tentang proses negosiasi ini termasuk dengan pihak Gereja yang didalamnya ada Dewan Gereja dan Uskup yang akan semaksimal mungkin melakukan negosiasi dengan kelompok Egianus Kogoya untuk bisa melepas pilot yang dibawanya,” ungkap Irjen Fakhiri, Rabu (24/05/2023).

Kapolda juga mengaku membuka pintu bagi siapa saja yang inhin membantu aparat penegak hukum untuk membantu dalam proses negoisasi.

“Tentunya negosiasi bisa dilakukan dengan siapa saja, saya membuka diri untuk semua pihak, yang dari awal yakni pihak pemerintah Nduga bekerja sama dengan kapolres kemudian ada juga pihak dari Komnas HAM yang menawarkan diri dan kami terima,” ungkap Irjen Fakhiri.

Menurutnya, sambil menunggu jalannya proses negoisasi pihaknya juga tengah menyiapkan langkah-langkah penegakan hukum yang akan dilakukan oleh tim Khusus yang sudah dibentuk.

“Saat ini Satgas Damai Cartenz juga sedang menyiapkan langkah-langkah penegakan hukum yang tepat, tegas dan terukur, kita juga telah mengirimkan tim khusus untuk berupaya dalam melakukan negosiasi dan memfasilitasi semua pihak yang ingin membantu dalam proses pembebasan pilot tersebut,” jelasnya.

Fakhiri pun berharap, dengan tim khusus negoisasi ini mampu menjadi solusi pembebasan pilot Susi air tersebut.

“Saya berharap negosiasi tersebut menghasilkan hasil yang baik, kita memberikan kesempatan kepada kelompok Egianus bisa mengembalikan pilot melalui jalur negosiasi secara baik, Semua sedang berjalan dan dari pihak gereja nantinya akan kita bantu salah satunya pihak Gereja Kingmi yang nantinya akan mengutus orang kepercayaannya untuk melakukan negosiasi tersebut,” pungkas Irjen Fakhiri.

Sebelumnya diberitakan, Pilot Susi Air, kapten Philips Max Marthein disandera oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya dibandara Paro, Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Tengah.

Kapten Philips di sandera usai pesawat yang di terbangkannya mendarat dan dibakar Egianus dan kelompoknya pada Selasa, 7 Februari 2023.

Paska-penyanderaan tim gabungan TNI-Polri terus berupaya mencari keberadaan pilot berkebangsaan Selandia baru tersebut. Berbagai upaya dilakukan termasuk membentuk tim negosiasi yang melibatkan para tokoh di kabupaten Nduga, Namun hingga empat bulan berlalu, usaha tim gabungan belum juga berbuah hasil. (Redaksi Topik)

 

 

  • Penulis: topik papua

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

expand_less